Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

4 Kebiasaan Orang tua yang Membuat Anak Manja di Pesantren

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2023 11:53 am
in Tips
orang tua

ilustrasi santri di pesantren yang diajarkan untuk mandiri (foto/pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Mendidik anak memang tak semudah yang dibayangkan. Dengan karakter anak yang belum terbentuk sepenuhnya menjadikan orang tua memiliki peran besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak sejak kecil.

Ditambah zaman sekarang dengan lingkungan yang bisa dibilang kurang baik bagi tumbuh kembang anak membuat orang tua semakin cemas dalam menyekolahkan anaknya. Sehingga pesantren menjadi salah satu tempat pilihan yang bisa dipercaya bagi sekian banyak orang tua, dalam menitipkan anaknya memperdalam pengetahuan baik umum maupun agama.

READ ALSO

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Karena tidak bisa mendidik secara langsung, terpisah jauh darinya kerap membuat orang tua  memanjakan anaknya. Sehingga anak tidak bisa mandiri di pesantren.

Padahal salah satu tujuan dari hidup di pesantren untuk melatih anak terbiasa mandiri. Berikut ini ada beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak manja di pesantren :

1. Terlalu ikut campur urusan di pesantren
Banyak orang tua yang terlalu ikut campur dalam urusan anak di pesantren. Mereka sering membela anaknya yang melakukan pelanggaran. Padahal orang tua tidak mengetahui apakah anaknya bersalah atau tidak.

Mereka hanya mendengarkan cerita dari satu sisi yaitu sang anak yang kadang kala mencari pembelaan atas kelakuannya yang melanggar. Sehingga orang tua mengadu pada pengasuh dan tak jarang menyalahkan pengurus.

Padahal nyatanya anaknya yang bersalah. Hendaknya jika orang tua sudah memasrahkan anak di pesantren tentu harus mengikuti semua aturan yang ada. Tanpa harus ikut campur pada pengasuh dan pengurus.

2. Terlalu menuruti kemauan anak
Rasa tega yang dimiliki orang tua merupakan perwujudan rasa sayang yang ditunjukkan terhadap anak. Namun sering kali situasinya kurang tepat. Dengan segala karakter anak yang dimilikinya memang tidak mudah untuk menghadapinya. Apalagi terpaut jauh di pesantren menjadikan orang tua dan anak jarang bertemu.

Sehingga orang tua sering menuruti kemauan anak yang kadang kala tidak semestinya seperti anak hanya sakit kepala meminta pulang langsung dituruti.

Ada acara karnaval anak dijemput supaya bisa menonton dan tak jarang orang tua menggunakan alasan kebohongan untuk mendapat izin dari pengasuh. Bahkan ada juga orang tua bolak balik hanya mengambil pakaian kotor anaknya untuk dicuci di rumah. Lalu apa gunanya anak dititipkan di pesantren jika tidak dibiarkan belajar mandiri dengan mencuci baju sendiri.

3. Senang memanjakan anak
Rasa cinta orang tua pada anaknya sering diwujudkan dengan cara yang beragam. Salah satunya dengan memanjakan anak secara berlebihan baik berupa afeksi maupun materi.

Anak dimanjakan dengan materi yang tidak ukuran dengan tujuan agar anaknya betah. Namun hal itu justru menimbulkan dampak negatif bagi anak. Dia menjalani hidup hedon di pesantren tanpa memikirkan susah payah orang tua dalam mencari rejeki.

Padahal salah satu tujuan dari hidup di pesantren adalah anak bisa mengelola keuangan sebaik mungkin. Menerima apa adanya tentang kehidupan.

4. Memberikan anak tanggung jawab atas perbuatannya
Rasa tanggung jawab harus diajarkan dan ditanamkan pada anak sejak kecil melalui hal yang sederhana. Sehingga ketika di pesantren anak bisa bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Tanpa harus mengikutsertakan orang tua. Dengan begitu, anak bisa lebih mandiri meskipun jauh dari orang tua.Seperti jika anak melakukan pelanggaran di pesantren biarkan ia bertanggung jawab atas perbuatannya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis : Fitriatul H. (Magang)
editor: jatmiko

Tags: anak di pesantrenmondok di pesantrenpensantrenPesantren

Related Posts

Teknik Fotografi Cahaya Alami untuk Bantu Pemasaran Produk UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Bahaya Gas Portable Dalam Ruang Tertutup (Foto: Pexels)
Tips

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Senin, 1 Jun 2026
Ilustrasi Pentingnya NIB untuk Mendukung Aktivitas Bisnis UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

Sabtu, 30 Mei 2026
Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
NGG, AGCI Grounded Business Coaching Serahkan Donasi Beras Sebesar Rp 12 juta ke Ponpes Al Furqon Malang

NGG, AGCI Grounded Business Coaching Serahkan Donasi Beras Sebesar Rp 12 juta ke Ponpes Al Furqon Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.