Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Ngobrol Bareng Profesor Asal Belanda tentang Politik Warisan Budaya di Kafe Pustaka UM

Redaksi by Redaksi
November 21, 2022 10:48 am
in Pendidikan
Ngobrol bareng bersama Prof D. Marieke Bloembergen, guru besar Leiden University, di Kafe Pustaka UM, Jumat (18/11/2022).

Ngobrol bareng bersama Prof D. Marieke Bloembergen, guru besar Leiden University, di Kafe Pustaka UM, Jumat (18/11/2022). Foto/Dewi Ayu Wijayanti

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Guru besar KITLV/Leiden University, Belanda, Prof Dr Marieke Bloembergen, membedah soal Politik Warisan Budaya Indonesia di Kafe Pustaka, Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (18/11/2022).

Menurutnya, warisan budaya Indonesia yang ada di luar negeri terutama Belanda bisa dilakukan repatriasi, yaitu pengembalian benda peninggalan budaya ke Indonesia.

READ ALSO

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

“Salah satu yang menjadi sorotan dalam seminar itu adalah sejarah Candi Borobudur, benda-benda arkeologi Bali, serta benda-benda dari negara lain dan patung yang ada di Belanda (1820) yang sebelumnya diambil oleh kolonial,” kata dia.

Pakar sejarah itu mengatakan bahwa banyak perspektif yang muncul ketika membicarakan repatriasi benda Indonesia yang berada di Belanda. Mereka sangat suport apabila beberapa objek itu untuk dikembalikan dan dibuat komisi.

Perempuan yang akrab disapa Marieke itu mencontohkan benda warisan Indonesia yang ada di Belanda dan penting untuk dipulangkan yaitu The Java Man Elect. Selain itu masih banyak benda-benda lainnya.

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan umum itu, Marieke juga bercerita alasannya mengapa menyukai sejarah terutama sejarah Indonesia.

“Lebih memilih sejarah dari pada matematika karena ingin mengetahui bagaimana orang zaman dahulu berimajinasi,” tuturnya.

Alasan kedua adalah dia terlahir dari keluarga yang punya sedikit sejarah koloni. Kakeknya adalah seorang arkeolog pada 1940. Sang kakek bekerja selama 53 tahun di Indonesia.

Sementara salah satu dosen sejarah Universitas Negeri Malang, Arif, bercerita soal Museum Sangiran yang tidak lagi dibiayai oleh UNESCO.

“Minggu lalu berkunjung ke Museum Sangiran yang berada di desa Krikilan, Sragen bersama 140 mahasiswa dan 4 dosen, ada perbedaan di Museum Sangiran setelah UNESCO memutuskan untuk tidak membiayai museum tersebut,” tutur Arif.

Museum Sangiran, kata dia, mengalami beberapa perubahan mulai dari struktur bangunan yang sudah lama tidak di renovasi. Ini membuat pengunjung turun drastis yang tadinya 2.000 pengunjung sekarang 700 pengunjung saja, itu pun terasa begitu sulit.

Acara ngobrol bareng tersebut ditutup dengan penyampaian projek besar Prof Marieke selanjutnya yaitu risetnya di India.

Penulis: Lely Mufita Nisaul Wahidah dan Dewi Ayu Wijayanti

Editor: Herlianto. A

Tags: BelandaGuru Besar BelandaLeiden UniversityPolitik Warisan Budaya

Related Posts

Magister Psikologi UIN Malang
Advertorial

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Jumat, 3 Jul 2026
Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman
Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Jumat, 3 Jul 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

Jumat, 3 Jul 2026
Gelar Karya PG PAUD Unikama suguhkan beragam karya yang mengusung semangat harmoni rasa dan budaya Nusantara. /Foto: Dok. Unikama
Pendidikan

Gelar Karya PG PAUD Unikama: Usung Semangat Harmoni Rasa dan Karya Nusantara

Jumat, 3 Jul 2026
ITSK Soepraoen
Advertorial

Informatic Fair 2026 ITSK Soepraoen Tampilkan Karya Digital Mahasiswa Berbasis Kebutuhan Nyata

Kamis, 2 Jul 2026
Dosen ITN Malang
Advertorial

Dosen ITN Malang Raih Hibah Hilirisasi, Kembangkan Pintu Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Sawah di Sulawesi

Rabu, 1 Jul 2026
Next Post
Dua orang pekerja perempuan sedang menggoreng keripik tempe, senin (21/11/2022).

Foto: Keringat Perempuan di Kampung Tempe Sanan Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.