Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Dilema Bisnis Anggrek, Stabil dan Mendunia tapi Tak Bisa Ekspor

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2022 4:50 pm
in Bisnis
Salah satu penjualan anggrek di Kota Batu.

Salah satu penjualan anggrek di Kota Batu. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Modal banyak, tapi cuan bertahun-tahun kemudian. Begitu kiranya kata yang tepat untuk menggambarkan bisnis anggrek. Berbeda dengan tanaman hias lain, anggrek menjadi komoditi bisnis yang terbilang stabil dan menjanjikan.

Hal ini diakui oleh Dedek Setia Santoso, ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Malang Raya. Kegigihannya sejak 2005 menekuni bisnis anggrek mengantarnya menjadi petani anggrek paling sukses di Malang Raya. Bahkan, namanya juga tersohor di kaliber nasional maupun internasional.

READ ALSO

Satu Juta Sarjana Menganggur, Coach Dr Fahmi: Anak Muda Harus Berani Berwirausaha dan Bekerja Total

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Dari semula hanya memiliki 1-2 bibit, kini Dedek bisa mendaftarkan lebih dari 200 jenis anggrek silangan di The Royal Horticulture Society (RHS) London. Dedek juga kerap dipanggil sebagai juri di festival anggrek skala nasional maupun internasional.

Bicara kenapa bisnis anggrek stabil dan terbilang menjanjikan? Alasannya sederhana saja. Karena tanaman hias ini memiliki masa hidup yang panjang dan juga jenis yang beragam. “Beda dengan tanaman lain yang jenisnya beberapa saja. Kalau bentuknya begitu saja kan pasti ada masanya turun,” kata Dedek.

Dedek Setia Santoso, ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Malang Raya, saat berada di kebun anggrek miliknya. Foto/Azmy

Beda dengan anggrek, di mana selalu ada jenis baru yang lahir. Eksperiman dengan menyilangkan satu jenis anggrek dengan yang lain terus dilakukan di kebun miliknya DD Orchid Nursery. Setiap harim dia menargetkan untuk memiliki 3 jenis silangan baru.

Selalu ada anggrek jenis baru di kebun miliknya. Kebaruan itu pula yang membuat bisnis anggrek tak pernah pudar. Berbeda dengan jenis tanaman hias umumnya yang hanya booming di beberapa waktu saja atau musiman.

“Setiap hari aku target ada 3 jenis silangan baru. Jadi terus update. Orang ke sini bakal senang karena selalu ada yang lebih menarik dari sebelumnya,” jelas Dedek.

Situasi itu pula yang membuat bisnis anggrek jadi bisnis yang tidak mengenal fluktuasi harga. Mau kapan pun, harga anggrek bisa dikatakan stabil. “Kalau diniati, dalam waktu 2 tahun saja sudah bisa balik modal,” ungkapnya.

Tantangan Bisnis Anggrek

Potensi ini mungkin juga dirasakan petani anggrek lainnya yang juga hidup dari anggrek. Dari data yang dimiliki PAI Malang Raya, total ada 300 petani anggrek yang menjadi anggotanya.

Meski menjanjikan, bisnis anggrek juga ternyata bisa dikatakan stabil dalam distribusinya. Hingga saat ini, tantangan terbesar petani anggrek adalah bagaimana cara memperluas penjualan hingga ke luar negeri.

Namun, tantangan itu tidak pernah terjawab hingga saat ini. Menurut Wakil Ketua I DPD PAI Jawa Timur, Asyari, faktor terbesar mandeknya pasar anggrek ini karena terbentur alasan klasik, yaitu regulasi. Regulasi yang ada saat ini masih melarang ekspor anggrek Indonesia ke luar negeri.

Memang regulasi ini, menurut Asyari, pada dasarnya berniat untuk menjaga ekosistem anggrek agar terjaga keotentikannya. Tetapi, negara lain juga sama namun mereka tetap bisa ekspor.

“Oke kalau itu, tapi di negara lain kan juga punya anggrek endemik yang langka. Namun mereka tetap terbuka. Mereka bisa pilih, mana anggrek yang dibuat bisnis, mana yang tidak boleh. Imbang,” kata Asyari.

Namun di Indonesia menurut dia masih berkutat di situ-situ saja. Sementara negara lain bebas untuk mengirim anggrek mereka masuk ke Indonesia. Padahal, kata Asyari, jenis anggrek silangan dalam negeri jauh lebih unik dan punya daya saing tinggi.

Asyari membeberkan bahwa dari 400 lebih jenis anggrek di dunia, Indonesia menyumbang sepertiga genus itu. Artinya, sepertiga genus itu hanya ada di Indonesia. Khususnya anggrek keriting yang menjadi ciri khas genus anggrek di Indonesia. Selain anggrek spesies lain yang lebih langka.

“Namun ketika kita bicara dengan petani luar negeri selalu terbatas. Akhirnya mereka gak mau ke sini, karena tidak ada anggrek yang bisa dibawa pulang ketika main jauh-jauh ke sini,” tuturnya.

Meski begitu, pembahasan regulasi ekspor ini akan terus menjadi fokus bahasan ke depannya. “Semoga, pemerintah mampu menangkap peluang ini dengan kemudian mendukungnya lewat regulasi (ekspor) yang bijak,” harapnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: anggrekBisnis AnggrekEkspor AnggrekHeadlinekota batu

Related Posts

Satu Juta Sarjana Menganggur, Coach Dr Fahmi: Anak Muda Harus Berani Berwirausaha dan Bekerja Total
Bisnis

Satu Juta Sarjana Menganggur, Coach Dr Fahmi: Anak Muda Harus Berani Berwirausaha dan Bekerja Total

Kamis, 3 Sep 2026
Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya
Bisnis

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Minggu, 23 Agu 2026
Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport
Bisnis

Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport

Sabtu, 22 Agu 2026
Mazda Buka Dealer Pertama di Malang
Bisnis

Mazda Buka Dealer Pertama di Malang

Rabu, 12 Agu 2026
Kos
Advertorial

Rumah Kos Jadi Pilihan Investasi Properti di Malang

Selasa, 4 Agu 2026
Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang
Bisnis

Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang

Kamis, 23 Jul 2026
Next Post
Kolaborasi Wardah denganbrand asal Jepang UNIQLO sebagai Official Make Up Partner untuk inspirasi UNIQLO Modest Wear Fall/Winter 2022.

Kolaborasi Wardah dan UNIQLO di Modest Wear Fall/Winter 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.