Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Hotel Pelangi, Penginapan Tertua dan Saksi Bisu Tanam Paksa di Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2022 10:38 am
in Pariwisata
Hotel Pelangi

Hotel Pelangi, hotel tertua dan saksi bisu praktik tanam paksa di Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Hotel Pelangi adalah salah satu bangunan cagar budaya Kota Malang yang ditetapkan pada 2018 lalu. Hotel yang terletak di Jalan Merdeka, Kota Malang itu merupakan hotel tertua yang menjadi saksi bisu perkembangan tanam paksa di wilayah Malang.

Di awal abad ke-18, wilayah Malang tak banyak dilirik, masih sepi dan tak memiliki penggerak perekonomian yang menarik perhatian. Saat itu, Indonesia masih dijajah kolonial Belanda. Sementara Malang merupakan bagian dari karesidenan Pasuruan.

READ ALSO

HUT Jatim Park 3, Daddy’s Day Out Jadi Momen Ayah dan Anak Bangun Kedekatan

Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan

Situasi Malang kemudian berubah pasca peristiwa Perang Jawa pada 1830an. Saat itu, Belanda kehabisan persediaan, baik alat tukar atau uang maupun bahan pangan. Mereka kemudian melancarkan kebijakan tanam paksa. Salah satunya di Malang.

Di tahun 1840an, mulai muncul gerakan menanam kopi di berbagai wilayah Malang. Titik perkembangan penanaman kopi pertama di Malang meliputi, Kelurahan Penangungan, Jatimulyo, Dinoyo, Sengkaling hingga Punjon.

Potret Hotel Pelangi saat terjadi peristiwa Malang Bumi Hangus (nationaalarchief.nl)

Berkembangnya waktu, kopi di Malang mulai menjadi primadona. Malang menjadi pemasok kopi ke berbagai daerah, bahkan diekspor ke beberapa negara. Tak hanya itu, praktik tanam paksa tebu juga mulai berkembang.

Tentu yang melancarkan dan menikmati praktik itu adalah kolonial Belanda. Dari situlah para pekerja hingga petinggi petinggi kolonial Belanda yang awalnya terpusat di Pasuruan, mulai berdatangan ke Malang.

“Orang orang Belanda itu tentu butuh penginapan di Malang, karena mereka awalnya dari Pasuruan. Saat itulah, penginapan pertama di Malang bernama Lapidoth Hotel didirikan pada tahun 1860, saat ini menjadi Hotel Pelangi,” kata Agung Buana, Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang.

Seiringnya waktu, tanam paksa kopi meluas hingga ke Malang Selatan dan berada di puncak kejayaan pada 1870an. Sementara tanam paksa tebu meluas hingga ke wilayah Blitar. Belanda pun juga membangun jalur jalur kereta api pengangkut hasil tanam paksa di Pasuruan-Malang pada 1879.

Alhasil, Malang semakin ramai, pergerakan ekonomi mulai terpusat di Malang. Pekerja, pedagang, orang Belanda mulai datang ke Malang. Lapidoth Hotel semakin ramai kunjungan dan menjelma menjadi hotel ternama.

Hotel lain seperti Yansen, Herome, Mabes, YMCA, Ema hingga Melinda mulai muncul. Namun hotel hotel itu hancur pada peristiwa Malang Bumi Hangus, termasuk Lapidoth. Dari semua hotel itu hanya Lapidoth yang kemudian mampu berdiri kembali dan bertahan hingga saat ini.

“Jadi hotel yang sampai saat ini masih bertahan dan masih ada itu hanya Hotel Pelangi,” ucap Agung.

Lapidoth Hotel sempat berkali kali berubah nama mulai Yansen, de Palace, Republik hingga Hotel Pelangi. Pasca pembangunan pada 1860, hotel ini sempat direhab pada 1903 dan 1917.

“Jangan dibayangkan Hotel Pelangi dulu bentuknya kayak sekarang. Dulu bentuk bangunannya kayak Joglo, ada pilarnya 2, kiri kanan kamar, tengah tempat makan dan resepsionis,” bebernya.

Arsitektur Hotel Pelangi sendiri mengadopsi gaya perpaduan bangunan Belanda dan Jawa. Gaya arsitektur itu memang cukup populer di Hindia Belanda masa itu. Bangunannya simetris, ruang tengah jadi pusat kegiatan dan beratap kuncup.

Gaya bangunan itu masih dipertahankan hingga saat ini. Meski tak 100 persen sama, namun kesan heritage hotel ini tetap terjaga. Hotel Pelanggi kemudian di tetapkan sebagai cagar budaya pada 2018.

Kini di depan Hotel Pelangi, berdiri kafe yang hampir menutupi pemandangan hotel. Namun kafe itu tampaknya mengadopsi nama lama Hotel Pelangi, yakni Lapidoth dengan gaya bangunan tempo dulu.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: hotel pelangihotel tertuatanam paksa

Related Posts

Ilustrasi kegiatan Daddy's Day Out di Jatim Park 3. Foto: Dok.
Pariwisata

HUT Jatim Park 3, Daddy’s Day Out Jadi Momen Ayah dan Anak Bangun Kedekatan

Rabu, 14 Okt 2026
Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan
Advertorial

Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan

Minggu, 20 Sep 2026
5 Aktivitas Edukasi Lingkungan untuk Anak di Eco Active Park Kota Batu
Pariwisata

5 Aktivitas Edukasi Lingkungan untuk Anak di Eco Active Park Kota Batu

Selasa, 15 Sep 2026
Mikutopia Kota Batu Hadirkan Rainbow Slide 200 Meter dan Rumah Hantu Jamur
Pariwisata

Mikutopia Kota Batu Hadirkan Rainbow Slide 200 Meter dan Rumah Hantu Jamur

Jumat, 11 Sep 2026
Mega Science Center & Budaya Jatim Park 1: Intip Wahana Terbarunya
Pariwisata

Mega Science Center & Budaya Jatim Park 1: Intip Wahana Terbarunya

Jumat, 11 Sep 2026
3 Wisata Fauna di Malang untuk Liburan Edukatif Bersama Keluarga
Pariwisata

3 Wisata Fauna di Malang untuk Liburan Edukatif Bersama Keluarga

Jumat, 4 Sep 2026
Next Post
founder wajak husada

Founder RSU Wajak Husada, Salurkan Bantuan Musalah di Prangas Klepu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.