Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Hotel Pelangi, Penginapan Tertua dan Saksi Bisu Tanam Paksa di Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2022 10:38 am
in Pariwisata
Hotel Pelangi

Hotel Pelangi, hotel tertua dan saksi bisu praktik tanam paksa di Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Hotel Pelangi adalah salah satu bangunan cagar budaya Kota Malang yang ditetapkan pada 2018 lalu. Hotel yang terletak di Jalan Merdeka, Kota Malang itu merupakan hotel tertua yang menjadi saksi bisu perkembangan tanam paksa di wilayah Malang.

Di awal abad ke-18, wilayah Malang tak banyak dilirik, masih sepi dan tak memiliki penggerak perekonomian yang menarik perhatian. Saat itu, Indonesia masih dijajah kolonial Belanda. Sementara Malang merupakan bagian dari karesidenan Pasuruan.

READ ALSO

7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

Mikutopia Batu Hadirkan Paket Pre-Wedding dengan Latar Kastel Jamur

Situasi Malang kemudian berubah pasca peristiwa Perang Jawa pada 1830an. Saat itu, Belanda kehabisan persediaan, baik alat tukar atau uang maupun bahan pangan. Mereka kemudian melancarkan kebijakan tanam paksa. Salah satunya di Malang.

Di tahun 1840an, mulai muncul gerakan menanam kopi di berbagai wilayah Malang. Titik perkembangan penanaman kopi pertama di Malang meliputi, Kelurahan Penangungan, Jatimulyo, Dinoyo, Sengkaling hingga Punjon.

Potret Hotel Pelangi saat terjadi peristiwa Malang Bumi Hangus (nationaalarchief.nl)

Berkembangnya waktu, kopi di Malang mulai menjadi primadona. Malang menjadi pemasok kopi ke berbagai daerah, bahkan diekspor ke beberapa negara. Tak hanya itu, praktik tanam paksa tebu juga mulai berkembang.

Tentu yang melancarkan dan menikmati praktik itu adalah kolonial Belanda. Dari situlah para pekerja hingga petinggi petinggi kolonial Belanda yang awalnya terpusat di Pasuruan, mulai berdatangan ke Malang.

“Orang orang Belanda itu tentu butuh penginapan di Malang, karena mereka awalnya dari Pasuruan. Saat itulah, penginapan pertama di Malang bernama Lapidoth Hotel didirikan pada tahun 1860, saat ini menjadi Hotel Pelangi,” kata Agung Buana, Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang.

Seiringnya waktu, tanam paksa kopi meluas hingga ke Malang Selatan dan berada di puncak kejayaan pada 1870an. Sementara tanam paksa tebu meluas hingga ke wilayah Blitar. Belanda pun juga membangun jalur jalur kereta api pengangkut hasil tanam paksa di Pasuruan-Malang pada 1879.

Alhasil, Malang semakin ramai, pergerakan ekonomi mulai terpusat di Malang. Pekerja, pedagang, orang Belanda mulai datang ke Malang. Lapidoth Hotel semakin ramai kunjungan dan menjelma menjadi hotel ternama.

Hotel lain seperti Yansen, Herome, Mabes, YMCA, Ema hingga Melinda mulai muncul. Namun hotel hotel itu hancur pada peristiwa Malang Bumi Hangus, termasuk Lapidoth. Dari semua hotel itu hanya Lapidoth yang kemudian mampu berdiri kembali dan bertahan hingga saat ini.

“Jadi hotel yang sampai saat ini masih bertahan dan masih ada itu hanya Hotel Pelangi,” ucap Agung.

Lapidoth Hotel sempat berkali kali berubah nama mulai Yansen, de Palace, Republik hingga Hotel Pelangi. Pasca pembangunan pada 1860, hotel ini sempat direhab pada 1903 dan 1917.

“Jangan dibayangkan Hotel Pelangi dulu bentuknya kayak sekarang. Dulu bentuk bangunannya kayak Joglo, ada pilarnya 2, kiri kanan kamar, tengah tempat makan dan resepsionis,” bebernya.

Arsitektur Hotel Pelangi sendiri mengadopsi gaya perpaduan bangunan Belanda dan Jawa. Gaya arsitektur itu memang cukup populer di Hindia Belanda masa itu. Bangunannya simetris, ruang tengah jadi pusat kegiatan dan beratap kuncup.

Gaya bangunan itu masih dipertahankan hingga saat ini. Meski tak 100 persen sama, namun kesan heritage hotel ini tetap terjaga. Hotel Pelanggi kemudian di tetapkan sebagai cagar budaya pada 2018.

Kini di depan Hotel Pelangi, berdiri kafe yang hampir menutupi pemandangan hotel. Namun kafe itu tampaknya mengadopsi nama lama Hotel Pelangi, yakni Lapidoth dengan gaya bangunan tempo dulu.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: hotel pelangihotel tertuatanam paksa

Related Posts

7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen
Pariwisata

7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

Selasa, 14 Jul 2026
Mikutopia Batu
Pariwisata

Mikutopia Batu Hadirkan Paket Pre-Wedding dengan Latar Kastel Jamur

Senin, 13 Jul 2026
Jatim Park Group
Pariwisata

Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 10 Persen untuk 9 Destinasi Wisata di Kota Batu

Minggu, 12 Jul 2026
Coban Jidor Ramai di Media Sosial, Informasi Destinasi Banyak Dicari Warganet
Pariwisata

Coban Jidor Ramai di Media Sosial, Informasi Destinasi Banyak Dicari Warganet

Minggu, 12 Jul 2026
Menuju Gunung Bromo? Singgahi Dulu Deretan Wisata Menarik di Sepanjang Jalur
Pariwisata

Menuju Gunung Bromo? Singgahi Dulu Deretan Wisata Menarik di Sepanjang Jalur

Selasa, 7 Jul 2026
Mikutopia Batu Perpanjang Promo Tiket dan Festival Journey of Wonderland hingga 12 Juli
Pariwisata

Mikutopia Batu Perpanjang Promo Tiket dan Festival Journey of Wonderland hingga 12 Juli

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
founder wajak husada

Founder RSU Wajak Husada, Salurkan Bantuan Musalah di Prangas Klepu

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.