Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Hotel Pelangi, Penginapan Tertua dan Saksi Bisu Tanam Paksa di Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2022 10:38 am
in Pariwisata
Hotel Pelangi

Hotel Pelangi, hotel tertua dan saksi bisu praktik tanam paksa di Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Hotel Pelangi adalah salah satu bangunan cagar budaya Kota Malang yang ditetapkan pada 2018 lalu. Hotel yang terletak di Jalan Merdeka, Kota Malang itu merupakan hotel tertua yang menjadi saksi bisu perkembangan tanam paksa di wilayah Malang.

Di awal abad ke-18, wilayah Malang tak banyak dilirik, masih sepi dan tak memiliki penggerak perekonomian yang menarik perhatian. Saat itu, Indonesia masih dijajah kolonial Belanda. Sementara Malang merupakan bagian dari karesidenan Pasuruan.

READ ALSO

Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2

4 Wisata Flora di Malang Raya, Cocok untuk Liburan Keluarga

Situasi Malang kemudian berubah pasca peristiwa Perang Jawa pada 1830an. Saat itu, Belanda kehabisan persediaan, baik alat tukar atau uang maupun bahan pangan. Mereka kemudian melancarkan kebijakan tanam paksa. Salah satunya di Malang.

Di tahun 1840an, mulai muncul gerakan menanam kopi di berbagai wilayah Malang. Titik perkembangan penanaman kopi pertama di Malang meliputi, Kelurahan Penangungan, Jatimulyo, Dinoyo, Sengkaling hingga Punjon.

Potret Hotel Pelangi saat terjadi peristiwa Malang Bumi Hangus (nationaalarchief.nl)

Berkembangnya waktu, kopi di Malang mulai menjadi primadona. Malang menjadi pemasok kopi ke berbagai daerah, bahkan diekspor ke beberapa negara. Tak hanya itu, praktik tanam paksa tebu juga mulai berkembang.

Tentu yang melancarkan dan menikmati praktik itu adalah kolonial Belanda. Dari situlah para pekerja hingga petinggi petinggi kolonial Belanda yang awalnya terpusat di Pasuruan, mulai berdatangan ke Malang.

“Orang orang Belanda itu tentu butuh penginapan di Malang, karena mereka awalnya dari Pasuruan. Saat itulah, penginapan pertama di Malang bernama Lapidoth Hotel didirikan pada tahun 1860, saat ini menjadi Hotel Pelangi,” kata Agung Buana, Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang.

Seiringnya waktu, tanam paksa kopi meluas hingga ke Malang Selatan dan berada di puncak kejayaan pada 1870an. Sementara tanam paksa tebu meluas hingga ke wilayah Blitar. Belanda pun juga membangun jalur jalur kereta api pengangkut hasil tanam paksa di Pasuruan-Malang pada 1879.

Alhasil, Malang semakin ramai, pergerakan ekonomi mulai terpusat di Malang. Pekerja, pedagang, orang Belanda mulai datang ke Malang. Lapidoth Hotel semakin ramai kunjungan dan menjelma menjadi hotel ternama.

Hotel lain seperti Yansen, Herome, Mabes, YMCA, Ema hingga Melinda mulai muncul. Namun hotel hotel itu hancur pada peristiwa Malang Bumi Hangus, termasuk Lapidoth. Dari semua hotel itu hanya Lapidoth yang kemudian mampu berdiri kembali dan bertahan hingga saat ini.

“Jadi hotel yang sampai saat ini masih bertahan dan masih ada itu hanya Hotel Pelangi,” ucap Agung.

Lapidoth Hotel sempat berkali kali berubah nama mulai Yansen, de Palace, Republik hingga Hotel Pelangi. Pasca pembangunan pada 1860, hotel ini sempat direhab pada 1903 dan 1917.

“Jangan dibayangkan Hotel Pelangi dulu bentuknya kayak sekarang. Dulu bentuk bangunannya kayak Joglo, ada pilarnya 2, kiri kanan kamar, tengah tempat makan dan resepsionis,” bebernya.

Arsitektur Hotel Pelangi sendiri mengadopsi gaya perpaduan bangunan Belanda dan Jawa. Gaya arsitektur itu memang cukup populer di Hindia Belanda masa itu. Bangunannya simetris, ruang tengah jadi pusat kegiatan dan beratap kuncup.

Gaya bangunan itu masih dipertahankan hingga saat ini. Meski tak 100 persen sama, namun kesan heritage hotel ini tetap terjaga. Hotel Pelanggi kemudian di tetapkan sebagai cagar budaya pada 2018.

Kini di depan Hotel Pelangi, berdiri kafe yang hampir menutupi pemandangan hotel. Namun kafe itu tampaknya mengadopsi nama lama Hotel Pelangi, yakni Lapidoth dengan gaya bangunan tempo dulu.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: hotel pelangihotel tertuatanam paksa

Related Posts

Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2
Pariwisata

Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2

Jumat, 28 Agu 2026
4 Wisata Flora di Malang Raya, Cocok untuk Liburan Keluarga
Pariwisata

4 Wisata Flora di Malang Raya, Cocok untuk Liburan Keluarga

Minggu, 23 Agu 2026
Keunikan Upacara HUT ke-81 RI di Jatim Park, Chevrolet Stingray Jadi Mimbar Inspektur
Advertorial

Keunikan Upacara HUT ke-81 RI di Jatim Park, Chevrolet Stingray Jadi Mimbar Inspektur

Senin, 17 Agu 2026
Wisata Kebun
Pariwisata

5 Wisata Kebun di Kota Batu, Bisa Petik Strawberry hingga Apel

Rabu, 12 Agu 2026
Jatim Park 2 Edukasi Pelajar Batu tentang Satwa Endemik Indonesia
Pariwisata

Jatim Park 2 Edukasi Pelajar Batu tentang Satwa Endemik Indonesia

Sabtu, 8 Agu 2026
Jatim Park Group dan Jasa Marga Jajaki Kolaborasi Edukasi Transportasi
Advertorial

Jatim Park Group dan Jasa Marga Jajaki Kolaborasi Edukasi Transportasi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
founder wajak husada

Founder RSU Wajak Husada, Salurkan Bantuan Musalah di Prangas Klepu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.