Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Keadilan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian

Redaksi by Redaksi
Oktober 3, 2022 11:16 am
in Catatan
Korban,Aremania Doa Bersama - Foto: Nyalakan Lilin, Aremania Doa Bersama untuk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

Tulisan kritik Aremania untuk petugas keamanan pada Tragedi Kanjuruhan. Foto: Bayu Eka/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Pada Sabtu, 1 Oktober 2022, publik dikejutkan dengan peristiwa chaos yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah pertandingan Liga 1 antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya usai.

Pada 2 Oktober 2022 dini hari, muncul berbagai kabar yang menyebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Minggu malam, angka resmi menyebut 125 orang meninggal dunia.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Dengan jumlah korban sebanyak ini Tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi terbesar kedua dalam sejarah sepak bola dunia.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan mengingat tidak ada potensi bentrok antarsuporter karena hanya pendukung Arema yang diperbolehkan masuk ke stadion. Berbagai spekulasi pun muncul, salah satunya mengenai penyebab meninggalnya ratusan korban adalah sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian ke kerumunan penonton di berbagai titik. Sementara FIFA melalui FIFA Stadium Safety and Security Regulations dengan tegas melarang penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa. Pada pasal 19 b) tertulis, “No firearms or ‘crowd control gas’ shall be carried or used“.

Tragedi paling dahsyat yakni di Estadio Nacional, Peru, pada tahun 1964 juga terjadi karena penembakan gas air mata di dalam stadion.

Dari berbagai sumber juga didapat informasi bahwa kepolisian setempat dan panitia pelaksana sudah meminta untuk mengubah jadwal pertandingan menjadi sore hari, namun permintaan ini ditolak PT Liga Indonesia Baru sebagai penyelenggara kompetisi.

Diinformasikan pula bahwa panitia mencetak tiket melebihi kapasitas tempat duduk di stadion.

Oleh karena itu Jaringan GUSDURian menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, berduka cita kepada korban dan keluarganya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Kedua, mengecam dan menyesalkan tindakan aparat yang represif dan menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Diduga ratusan korban meninggal dunia karena tindakan tersebut. Kepolisian harus melakukan evaluasi total terhadap protap keamanan pertandingan sepak bola.

Ketiga, meminta Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini dengan membentuk tim investigasi independen dan menghukum siapapun yang bersalah.

Keempat, meminta Komnas HAM untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat dalam penanganan keamanan di stadion.

Kelima, mendesak PSSI untuk membekukan segala aktivitas sepak bola sampai ada evaluasi yang menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan sepak bola.

Keenam, mengimbau kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan melawan segala bentuk fanatisme buta. Tidak ada sepak bola yang lebih berharga daripada nyawa.

 

Yogyakarta, 3 Oktober 2022

Alissa Wahid

Direktur Jaringan GUSDURian Indonesia

Hotline 082141232345 (Mukhibullah)

Tags: Gusduriantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Indonesian President Conveys His Condolences to the Kanjuruhan Tragedy, Special Orders are Given

Indonesian President Conveys His Condolences to the Kanjuruhan Tragedy, Special Orders are Given

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.