Jumat, Oktober 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Mengenang Munir, Pejuang HAM Asal Kota Batu yang Diracun 7 September 2004

Redaksi by Redaksi
September 8, 2022 9:50 am
in Berita
munir

Pahlawan HAM asal Kota Batu, Munir Said Thalib yang tewas diracun arsenik 18 tahun silam. Foto: istimewa

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – 18 tahun lalu, pada 7 September 2004, Munir mendadak tewas dalam perjalanan pesawat menuju Amsterdam. Dari hasil otopsi, pria bernama lengkap Munir Said Thalib itu meninggal akibat racun arsenik pada makanannya.

Munir merupakan sosok aktivis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) terkenal di masa Orde Baru. Pria asal Kota Batu tersebut dikenal lantang dalam menyuarakan HAM, meski di era kepemimpinan Soeharto yang dikenal otoriter.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Sebab itulah, nama Munir hingga kini tetap bergaung bahkan menjadi ikon perjuangan menuntut keadilan. Saking berjasanya, sosok dan sepak terjang Munir diabadikan di Museum HAM Omah Munir Kota Batu.

munir
Patung Munir di Museum HAM Omah Munir. Foto: M Sholeh

Dilansir dari berbagai sumber, Munir Said Thalib lahir di Malang dari pasangan orang tua Said Thalib dan Jamilah pada 8 Desember 1965. Sejak kecil, Munir terbiasa hidup mandiri. Apalagi setelah ayahnya meninggal dunia, Munir juga pernah bantu-bantu kakaknya berjualan sandal dan sepatu di Pasar Batu.

Kondisi serba sulit tak lantas membuat pendidikannya berantakan. Bahkan, Munir tumbuh berprestasi dan dikenal sebagai sosok pemberani saat membela teman-temannya meski berpostur tubuh kerempeng dan kecil. Munir tercatat pernah bersekolah di SMP Negeri 1 Batu.

Hingga lulus, Munir muda melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Kota Batu hingga melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB). Di sinilah, nuraninya membela hak orang kecil mulai tumbuh.

Tahun 1990, setelah lulus dari UB, Munir mulai fokus meniti karirnya di bidang hukum dan advokasi. Sejak itulah dia mendapat sejumlah amanah. Mulai menjabat sebagai Ketua LBH Surabaya Pos Malang, Koordinator Divisi Perburuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya, Direktur LBH Semarang, hingga terakhir menjadi Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI.

Banyak sudah kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia ia bela mati-matian. Sejumlah kasus pelanggaran HAM yang pernah dia tangani antara lain kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta pada 1997 dan 1998; kasus Tanjung Priok 1984-1998; dan penembakan mahasiswa dalam tragedi Semanggi I dan Semanggi II.

Di tengah perjalanan, Munir memutuskan untuk melanjutkan studinya berkuliah pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda. Namun keputusan ini ternyata membawa petaka bagi dirinya yang kerap merongrong kekuasaan.

Waktu itu, Pesawat Garuda GA-974 yang ditumpangi Munir lepas landas pada 6 September 2004 pukul 21.55 WIB, dari Jakarta menuju Bandara Schippol. Namun Munir merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya usai melahap makanan yang disediakan.

Hingga kemudian tubuhnya tak lagi kuat melawan dosis racun jenis arsenik tersebut. Munir tumbang dan menghembuskan nafas terakhirnya di langit Rumania pada 7 September 2004.

Belakangan diketahui, pelaku pembunuhan Munir itu adalah Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot senior Garuda yang ditunjuk seseorang menjadi eksekutor kematian pahlawan HAM tersebut. Dari serangkaian persidangan, Pollycarpus dijatuhi vonis 14 tahun penjara pada 20 Desember 2005.

Hingga kini, setelah lebih dari 18 tahun kematiannya, nama Munir sebagai sosok pejuang HAM tak lekang oleh waktu. Mimpi dan cita-citanya menegakkan keadilan dan HAM masih dilanjutkan generasi muda hingga kini.

Tak heran jika gambar stensil wajah Munir masih kerap terlihat di berbagai tempat. Mulai di simpang empat jalanan, di sudut-sudut kota, kaos, sampai di media sosial saat ini. ”Kami ada dan berlipat ganda,” begitu rata-rata bunyi tulisannya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: batukota batumengenang munir

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
polinema

Polinema Tingkatkan Kualitas Minyak Daun Cengkeh Petani Desa Argotirto

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.