Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Inilah Sejumlah Satwa di Asia Tenggara yang Terancam Punah

Redaksi by Redaksi
Agustus 16, 2022 8:06 am
in News
satwa yang hampir punah

Hutan yang jadi hunian satwa. dok/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Asia Tenggara merupakan rumah dan habitat berbagai macam jenis hewan dengan hutan tropis dan sub-tropis yang tersebar diberbagai penjuru negara. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa jenis satwa yang terancam jumlah populasinya dan hampir punah dikarenakan beberapa faktor. Berikut merupakan hewan-hewan di Asia Tenggara yang terancam punah

1. Badak Sumatera
Foto 2, Caption:

READ ALSO

29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa

Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu

Badak Sumatera bercula dua. foto/pinterest

Badak Sumatera adalah badak terkecil di antara badak yang masih hidup dan satu-satunya badak Asia dengan dua cula. Jumlah badak Sumatera melebihi jumlah badak Jawa, tetapi jumlah badak sumatera lebih terancam. Perburuan telah menjadi faktor utama penurunan spesies ini. Tanduk badak (cula) dan bagian tubuh lainnya telah digunakan selama berabad-abad sebagai pengobatan tradisional Asia untuk mengobati demam, stroke, dan penyakit lainnya. Ancaman utama lainnya adalah hilangnya habitat akibat penebangan dan konversi lahan untuk penggunaan lain. Mereka dinyatakan punah di Malaysia di alam liar pada tahun 2015.

2. Tapir

Tapir asia yang memiliki bentuk hidung yang unik. foto/pinterest

Tapir adalah mamalia herbivora yang besar, bentuknya mirip dengan babi, dengan batang hidung pendek yang dapat memegang. Tapir saat ini menderita kehilangan habitat skala besar, sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia, termasuk pembangunan pertanian, penggembalaan ternak, dan penebangan. Tapir diburu oleh para pemburu untuk di ambil daging mereka dan juga kulit mereka yang tebal dan kasar. Faktor yang disebutkan di atas diperparah oleh tingkat kelahiran yang sangat rendah dan rentang yang sangat panjang. Akibatnya, populasi dari tapir sangat menurun drastis.

3. Rusa Eld

Rusa Eld dengan tubuhnya yang indah. foto/pinterest

Rusa Eld adalah spesies rusa yang terancam punah yang berasal dari Asia Tenggara. Ia memiliki fisik yang sangat anggun dan indah. Kakinya kurus dan panjang, serta memiliki tubuh yang memanjang dengan kepala besar di leher yang kecil. Rusa Eld banyak diburu oleh para pemburu hewan karena tanduk dan kulitnya yang cukup mahal dan banyak diminati di pasar lokal. Mereka juga banyak diburu untuk dimakan. Populasi spesies ini juga telah menurun karena aktivitas pembangunan yang intensif yang membuat mereka kehilangan habitat mereka bahkan di kawasan hutan lindung.

4. Dhole

Dhole, anjing Asia yang terancam punah. foto/pinterest

Dhole adalah anjing dengan ukuran rata-rata. Ini berbeda dari anggota keluarga anjing lainnya dengan moncongnya yang lebih tebal, satu gigi geraham yang lebih sedikit di rahang bawahnya di setiap sisi. Ancaman utama bagi Dhole adalah hilangnya habitat dan degradasinya. Deforestasi telah terjadi di seluruh habitatnya sebagai akibat dari penebangan, pengumpulan kayu untuk bahan bakar, perluasan pertanian, dan penyebaran pemukiman manusia. Orang-orang banyak yang menghancurkan sarang mereka dan juga meracuni, menjebak, serta menembak mereka sebagai makanan dan diambil bulunya. Hal tersebut juga dilakukan dengan alasan karena Dhole menjadi ancaman bagi hewan ternak.

5. Kucing Tandang

Kucing Tandang atau biasa disebut Flat-Headed Cat. foto/pinterest

Kucing Tandang adalah kucing liar kecil. Ukurannya kira-kira sebesar kucing rumahan. Bulunya panjang, tebal dan lembut. Warnanya coklat kemerahan di atas kepala, coklat tua kecokelatan di tubuh, dan belang-belang putih di perut. Sejak 2008, telah terdaftar sebagai terancam punah oleh IUCN karena perusakan lahan basah di habitatnya. Hal ini diduga bahwa ukuran populasi efektif bisa kurang dari 2.500 orang dewasa, tanpa subpopulasi memiliki ukuran populasi efektif lebih besar dari 250 individu dewasa.

 

Penulis: Muhammad Al-Ghifary A

editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: hewan asiahewan punahsatwa langkasatwa punah

Related Posts

29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa
News

29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa

Selasa, 14 Jul 2026
Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu
News

Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu

Selasa, 14 Jul 2026
Tak Dilibatkan Jelang TKD, Karang Taruna Kecamatan se-Kota Malang Layangkan Surat Terbuka
News

Jelang TKD, Lima Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka ke PNKT dan Wali Kota

Selasa, 14 Jul 2026
Baru Dimulai, GBC ke-74 by Coach Fahmi Langsung Disambut Antusias Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia
News

Baru Dimulai, GBC ke-74 by Coach Fahmi Langsung Disambut Antusias Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026
Pasar Turen
News

Tempat Pembuangan Sampah Pasar Turen Terbakar, Satu Lapak dan MCK Ikut Ludes

Senin, 13 Jul 2026
Siswa Baru di Jatim Deklarasikan Sekolah Bebas Rokok dan Vape saat MPLS
News

Siswa Baru di Jatim Deklarasikan Sekolah Bebas Rokok dan Vape saat MPLS

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Wali Kota Terima Pengharga Veteran

Wali Kota Malang Terima Penganugerahan Bintang Veteran

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.