Tugumalang.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung Kota Batu rencananya akan diperluas pada 2022. Ini mengingat volume sampah yang masuk setiap harinya terus menggunung. Perluasan lahan ini menjadi solusi ideal, selain menghadirkan mesin pengurai sampah.
Setiap harinya, volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung berada dikisaran 120 hingga 160 ton. Jika terus begitu, maka sampah di sana lama-lama akan menggunung dan menimbulkan masalah jangka panjang.
Total luasan lahan TPA Tlekung adalah 5,1 hektar. Rencananya, akan diperluas lagi sebanyak 3,59 hektar. Namun, rencana ini masih menggantung karena masih dalam tahap persetujuan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Vardian Budi mengungkapkan bahwa progres rencana perluasan itu masih dalam tahap kepengurusan kelengkapan administrasi. ”Saat ini masih menunggu persetujuan gubernur,” kata Budi, pada Kamis (7/7/2022).
Jika terealisasi, sambung dia, luas lahan tambahan ini bisa menambah daya kapasitas penampungan dan pengelolaan sampah. Izin perluasan wilayah ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Yogyakarta.
Jika tidak ada halangan, permohonan izin perluasan lahan 4 Ha bisa diterima pada 2022 ini. Pengajuan izin ke BPKH Wilayah XI Yogyakarta ini karena lahan yang digunakan merupakan lahan Perhutani. Belum ada informasi terbaru mengenai izin ini.
Tak hanya itu, Pemkot Batu rencananya akan mengubah TPA Tlekung menjadi TPA Eduwisata. Nantinya, dengan datang ke TPA, pengunjung akan diberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah berkonsep Zero Waste, mulai dari Eco Enzyme, Solar Cell, Maggot, mesin pyrolisis, hingga proses pengolahan sampah akan disajikan.
Sebelumnya, Pemkot Batu juga telah menghadirkan mesin pirolisis yang sudah dilakukan uji coba pada Jumat (1/7/2022) lalu.
Diharapkan, mesin pirolisis ini dapat beroperasi selama 24 jam sehingga tidak ada tumpukan sampah menggunung.
Melalui kerja sama dengan PT Arta Asia Putra, saat ini sudah ada dua mesin pirolisis yang diserahkan. Sementara yang sudah beroperasi mesin dengan kapasitas kecil.
”Untuk mesin dengan kapasitas 200 ton per hari masih dipersiapkan untuk ke depannya. Uji coba akan terus dilakukan untuk mengatasi masalah sampah Kota Batu,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan.
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Lizya Kristanti
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID ,
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id





























