Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Kampanye Kesetaraan Gender melalui Buku Kisah Ketangguhan Putri Nusantara

Redaksi by Redaksi
Maret 16, 2021 3:22 pm
in Sastra & Budaya
Prof Madya Dr Norhayati Ab Rahman. Foto: dok

Prof Madya Dr Norhayati Ab Rahman. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Doa-doa

Oleh: Prof Madya Dr Norhayati Ab Rahman – Jabatan Kesusasteraan Melayu Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya
Cerita rakyat sebagai produk masa lampau harus dipahami dalam konteksnya. Meskipun demikian, cerita rakyat tentu tetap dapat dihadirkan dengan pembaharuan. Inilah kiranya yang dilakukan oleh penulis ‘Kisah Ketangguhan Putri Nusantara’ yang dieditori oleh Azizatuz Zahro’.
Buku ‘Kisah Ketangguhan Putri Nusantara’ memuat empat cerita, yakni Kebijaksanaan Nyi Dasima yang ditulis oleh Azizatuz Zahro’ dan Andhika Afifah Nurjannah; Akulah Dewi Samboja, Putri Sunda yang Tangguh oleh Azizatuz Zahro’ dan Evi Eliyanah; Kisah Putri Tandampalik dan Pangeran Bone yang ditulis oleh Andhika Afifah Nurjannah dan Azizatuz Zahro’; serta Danau Toba dan Pulau Samosir oleh Andhika Afifah Nurjannah dan Evi Eliyanah. Buku yang diterbitkan oleh CV Beta Aksara bertanggal 20 November 2020 serta memiliki 52 halaman ini terdiri atas empat buah cerita.
Cerita-cerita dalam buku ini mengkampanyekan kesetaraan gender dan inklusi sosial yang tercermin dalam perilaku tokoh-tokohnya. Lewat tokoh Nyi Dasima dalam cerita Kebijaksanaan Nyi Dasima diperlihatkan perempuan sebagai pemimpin desa yang sangat prihatin dan empati terhadap penduduk desa yang dihimpit kemiskinan dan kesusahan hidup. Ini menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kesempatan untuk berperan sebagai pemimpin, sebagaimana laki-laki, untuk berperan aktif dalam berbagai aktivitas ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, organisasi, dan lain sebagainya. Selain itu, Nyi Dasima juga dideskripsikan sebagai seorang perempuan yang mempunyai pendirian teguh, berprinsip, dan terlibat aktif dalam memutuskan nasibnya sendiri. Misalnya saja pada bagian Nyi Dasima yang secara tegas menolak lamaran Juk Seng yang baru dikenalnya. Bagian ini menunjukan bahwa perempuan juga mempunyai kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri, sama seperti laki-laki. Hal terakhir yang bisa kita pelajari dari kisah Nyi Dasima adalah tentang kesetaraan gender. Tokoh-tokoh protagonis, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kisah ini dideskripsikan sama derajatnya dan tidak ada yang lebih unggul dari yang lain.
Hal senada juga disampaikan lewat tokoh Dewi Samboja. Dewi Samboja adalah putri kerajaan di tanah Sunda. Meskipun sebagai seorang putri yang disayang kedua orang tuanya, Dewi Samboja lebih memilih sebagai putri yang bisa hidup mandiri. Sebagai perempuan yang memilih untuk mandiri, Dewi Samboja membekali dirinya dengan ilmu bela diri, belajar memasak, filsafat, dan belajar tentang pemerintahan. Hal ini mengisyaratkan bahwa perempuan juga memiliki komitmen, kesungguhan, dan kemampuan yang setara seperti laki-laki. Selain itu, Putri Dewi Samboja dicitrakan sebagai perempuan yang memiliki kebijaksanaan dan kecerdasan yang tergambar dalam kepemimpinannya sebagai seorang ratu. Cerita Akulah Dewi Samboja, Putri Sunda yang Tangguh juga memuat nilai-nilai kesetaraan gender yang disisipkan ke dalam pemikiran-pemikiran Dewi Samboja. Salah satunya adalah pemikiran Dewi Samboja yang mendorong anak-anaknya harus memiliki kehidupan mandiri tanpa memandang jenis kelamin. Selain itu, Dewi Samboja digambarkan sebagai sosok putri yang bisa menumpas musuh yang mencoba untuk menduduki istana dan menyandra penduduk. Dalam cerita ini, sosok perempuan yang digambarkan sebagai pahlawan. Kepahlawanan perempuan selama ini jarang sekali diceritakan secara seimbang dengan kepahlawanan laki-laki dalam cerita-cerita anak.
Kisah Putri Tandampalik dan Pangeran Bone menceritakan tentang kisah Putri yang diasingkan karena menderita penyakit gatal-gatal. Meskipun sebagai seroang putri raja, Putri Tandampalik bersedia pergi ke luar istana karena takut penyakitnya menular ke orang lain. Setelah sembuh dari penyakitnya, Putri bertemu dengan pangeran Bone kemudian mereka saling jatuh cinta tanpa tahu asal-usul masing-masing. Tindak-tanduk Putri Tndampalik di kisah ini menyiratkan sebagai sosok perempuan yang bertanggung jawab kepada diri sendiri dan berpendirian teguh. Di akhir cerita, setelah Putri menikah dengan pangeran Bone, Putri Tandampalik diangkat sebagai seorang ratu. Putri memerintah negerinya bersama-sama dengan suami. Cerita ini ingin memberi pesan bahwa seorang perempuan dapat mengambil keputusan secara mandiri dan juga bisa terlibat aktif dalam bidang politik, sama seperti yang dilakukan oleh laki-laki.
Cerita Danau Toba dan Pulau Samosir mengisahkan tentang mitologi Danau Toba dan Pulau Samosir. Kisahnya ialah tentang seorang pemuda bernama Toba yang hidup yatim piatu dan tinggal di sebuah gubuk kecil di sebuah desa. Suatu hari Toba memancing dan mendapat seekor ikan besar bersisik emas. Melihat ikan yang cantik, Toba tidak jadi memasak ikan tersebut, sebaliknya dia keluar untuk mencari makanan lain. Ketika pulang ke rumah didapati ikan tersebut telah tiada, sebaliknya ada kepingan emas dan di atas mejanya penuh dengan makanan lazat. Dari dapurnya muncul seorang perempuan, yang bercerita bahwa dia asalnya seorang putri yang dihukum menjadi ikan emas oleh dewa kerana melanggar peraturan. Singkat cerita, mereka berdua pun akhirnya meenikah dan dikaruniai seorang anak. Anak mereka sebenarnya tidak tahu asal-usul ibunya yang dari ikan. Namun Toba keceplosan mengatakannya karena marah atas kenakalan anaknya.
Sebenarnya cerita ini tidak begitu jelas dalam mengemukakan aspek kesetaraan gender dan inklusi sosial, namun menampakkan wujudnya berupa kesepakatan antara perempuan dan laki-laki dalam membina kehidupan bersama. Hal ini bisa disimpulkan dari kesepakatan awal bahwa Toba harus merahasiakan asal-usul istrinya yang berasal dari ikan. Sayangnya, Toba melanggar janjinya sehingga dia harus menerima konsekuensinya.
Cerita-cerita rakyat dalam buku ini menjadi tambah menarik dengan adanya ilustrasi dalam setiap cerita. Ilustrasi gambar yang dipakai di setiap cerita dalam buku ini mendukung isi atau tema tulisan serta relevan dengan tokoh dan latar penceritaan yang diutarakan. Selain itu, ilutrasi dalam buku ini menambah nilai estetik buku sehingga membuat pembacanya tidak mudah bosan.
Terdapat sedikit kekurangan dari buku ini yakni berasal dari judulnya Kisah Ketangguhan Putri Nusantara. Empat judul cerita rakyat yang dimuat tidak mencerminkan judulnya. Cerita-cerita dalam buku ini hanya berdasarkan latar masyarakat dan negara Indonesia saja, tidak mewakili wilayah Nusantara seluruhnya (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Selatan Thailand, dan Timur Timor). Kiranya ke depan, penulisan cerita sejenis dapat mewakili cerita dari seluruh Nusantara.(ads)
Tags: bukuceritagender

Related Posts

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang
Sastra & Budaya

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
Ayat-Ayat Luka
Catatan

Ayat-Ayat Luka

Minggu, 19 Jul 2026
Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Kamis, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Sabtu, 28 Mar 2026
Next Post
Tol Malang-Kepanjen Membuat Harga Tanah Naik

Tol Malang-Kepanjen Membuat Harga Tanah Naik

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.