Minggu, Oktober 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Pria 88 Tahun asal Pasuruan Lestarikan Manisan Sejak 1949

Redaksi by Redaksi
Mei 14, 2022 5:23 pm
in Kuliner
pasuruan

Hadi Sutejo menjajakan kuliner manisan buah warisan nenek moyangnya di Jalan Besar Dempo Kota Malang. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Usia senja tak menjadi penghalang bagi Hadi Sutejo untuk terus melestarikan peninggalan resep kuliner legendaris dari nenek moyangnya. Kakek yang berusia 88 tahun itu, bertekad akan terus memproduksi dan menjajakan keaslian cita rasa manisan buahnya di Kota Malang.

Pria kelahiran Pasuruan ini mengaku telah berjualan manisan buah sejak 1949 lalu. Kala itu, dia mulai menjual manisannya di Surabaya. Dia mendapatkan resep membuat manisan itu langsung dari orang tuanya yang juga meneruskan peninggalan nenek moyangnya.

READ ALSO

5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia

5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih

“Saya mulai jualan manisan di Kota Malang sejak tahun 1976. Ini asli buatan tangan saya sendiri, resepnya turun temurun dari peninggalan ayah saya dan nenek moyang,” kata Hadi.

pasuruan
Hadi Sutejo menjajakan kuliner manisan buah warisan nenek moyangnya di Jalan Besar Dempo Kota Malang. Foto: M Sholeh

Dia biasa menjajakan kuliner manisannya di Jalan Besar Dempo Kota Malang, setiap hari, mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga 16.30 WIB. Namun khusus untuk hari Minggu, dia akan berjualan mulai pukul 09.00 WIB.

“Ini manisan buah dan ada manisan sayur juga, mulai manisan buah mangga, salak, kedondong, hingga manisan sayur sawi. Ada manisan basah dan ada manisan kering juga,” sebutnya.

Bukan dijual di toko atau kedai, namun Hadi menjual manisan miliknya di gerobak dorong berwarna kuning. Meski begitu, manisan yang dijajakan tampak rapih dan menggiurkan bagi pengendara yang melintas dan memandang gerobak manisan milik Hadi itu.

pasuruan
Hadi Sutejo menjajakan kuliner manisan buah warisan nenek moyangnya di Jalan Besar Dempo Kota Malang. Foto: M Sholeh

Berbagai manisan buah dan sayur dia simpan dalam toples kaca berukuran besar. Toples-toples itu dia tata di atas gerobak sehingga tampak warna segar manisan-manisan buah itu, seolah bisa memanggil pengguna jalan yang melintas untuk menghampiri dan membelinya.

“Manisan ini bahannya alami semua, gak pakai pengawet sama sekali. Jadi bahannya buah, gula pasir untuk manisan basah dan gula merah untuk manisan kering,” ujarnya.

Dikatakan, proses produksi manisan ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa menciptakan cita rasa murni seperti yang dibuat nenek moyangnya yakni bisa memakan waktu 7 hingga 15 hari. Untuk itu, dia mengaku selalu memproduksi manisan itu setiap hari agar bisa memiliki persediaan untuk dijual hari ini dan hari esok.

“Kalau manisan kering prosesnya agak lama, sampai 10 hingga 15 hari. Kalau manisan basah hanya seminggu. Saya tiap hari buat, kan prosesnya lama jadi buat stok juga,” ungkapnya.

Namun, dia juga mengaku mulai kesulitan mencari buah-buahan dengan kualitas baik di Kota Malang. Dia harus memesan buah mangga dari luar kota agar bisa mendapatkan buah yang baik. Bahkan buah cerme yang menjadi salah satu andalan manisannya, kini telah tiada lantaran sudah langka ditemui di Kota Malang dan daerah lain.

Agar kuliner manisan warisan nenek moyang ini tidak punah ditangannya, Hadi juga telah menurunkan resep manisannya ke anak-anaknya. Dari ketujuh anaknya, empat di antaranya kini juga berjualan manisan di Kota Malang.

“Memang dari orang tua saya dulu berpesan agar manisan buatan kami ini tetap ada dan tidak punah, atau tetap bisa lestari. Resep-resepnya juga kami jaga turun temurun. Mudah-mudahan manisan ini akan tetap ada hingga nanti. Saya juga akan berjualan sampai semampu saya,” pungkasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kota malangmalangpasuruan

Related Posts

5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia
Kuliner

5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia

Rabu, 30 Sep 2026
5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih
Kuliner

5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih

Minggu, 27 Sep 2026
4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kuliner

4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Minggu, 27 Sep 2026
Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan
Kuliner

Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

Jumat, 25 Sep 2026
5 Makanan Jalanan dari Berbagai Negara yang Populer di Indonesia
Kuliner

5 Makanan Jalanan dari Berbagai Negara yang Populer di Indonesia

Senin, 21 Sep 2026
4 Cafe Dekat Universitas Negeri Malang yang Asyik Buat Nugas
Kuliner

4 Cafe Dekat Universitas Negeri Malang yang Asyik Buat Nugas

Minggu, 20 Sep 2026
Next Post
stok daging

Harga dan Stok Daging di Kabupaten Malang Tak Terpengaruh PMK

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.