Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Begini Kondisi Kampung Warna-warni Jodipan Kota Malang Saat Pandemi

Redaksi by Redaksi
April 16, 2022 5:28 pm
in Berita
Kampung warna-warni Jodipan, Kota Malang

Kampung Warna-warni Jodipan, kota Malang.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang – Pada masa keemasannya, Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) begitu identik sebagai icon destinasi wisata Kota Malang. Lantas seperti sebenarnya sejarah, kejayaan hingga kondisi terkini wisata kampung tepi sungai yang berada di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang saat ini.

Ketika belum menjadi tempat wisata, kampung Jodipan ini tak jauh berbeda dengan kampung kampung bantaran sungai lain di Kota Malang. Hanya saja, kampung ini terkesan agak kumuh dan berada di tengah kota.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Sudut kampung warna-warnid. foto/M Sholeh

“Warga sini dulu SDM nya rendah. Mayoritas perempuan di sini ibu rumah tangga. Suaminya sebagian besar kerja jadi kuli bangunan, sopir, jualan di warung sampai tukang becak,” ucap Soni Parin, Pengelola KWJ Kota Malang, Sabtu (16/4/2022).

Kemudian sekitar tahun 2016, terjadilah perubahan. Kehadiran para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat semuanya berubah. Kala itu para mahasiswa melakukan KKN di kampung Jodipan ini dan menawarkan ide menjadikan kampung ini bersih dan berwarna.

“Waktu itu gak ada rencana untuk buat wisata. Karena ide itu positif dan masyarakat menerima ya saya izinkan saja,” ungkapnya.

Tak berselang lama, salah satu perusahaan cat berkenan menjadi sponsor dan menggelontorkan catnya untuk kampung Jodipan. Alhasil, kampung ini menjelma menjadi jujukan wisatawan luar kota bahkan manca negara.

Setelah di poles sana sini, maka jadilah kampung warna-warni Jodipan. Kampung Warna warni Jodipan Kota Malang mencapai puncak kejayaannya pada tahun 2017 hingga 2019. Ribuan wisatawan bisa hilir mudik mampir ke Kampung Warna warni ini dalam waktu satu hari saat akhir pekan.

Suasana sepi. foto/M Sholeh

Kampung ini bahkan menjadi percontohan dan cikal bakal berdirinya 24 kampung tematik lainnya di Kota Malang. Mulai Kampung Tridi, Kampung Arema, Kampung Budaya Polowijen, hingga Kampung Kajoetangan Heritage Kota Malang.

Adanya wisata ini juga merubah gaya hidup warga setempat akan kebiasaan buang sampah sebangangan. Disebutkan, warga mulai peduli menjaga lingkungan dan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, jika wisata ini kotor maka wisatawan tak akan kembali.

“Adanya wisata ini segi ekonomi warga ada perubahan, mereka juga menjadi peduli lingkungan dan kerukunan warga tampak harmonis,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2020, Kampung Warna warni diterpa badai pandemi COVID-19. Kebijakan penutupan wisata di Kota Malang sempat membuat warga setempat kehilangan harapan. Tak satupun wisatawan berkunjung ke Kampung Warna warni saat itu. Pemerintah pun disebut tak memberikan perhatian sama sekali.

“Tentu awal pandemi kami kaget, karena sepi, tak ada pengunjung, warga gak bisa jualan. Tapi alhamdulillah tak banyak warga sini yang meninggal karena COVID-19,” ungkapnya.

Beruntung kampung ini juga memiliki tim pengelola yang punya pandangan jauh ke depan. Alhasil, wisata ini masih mampu menunjukkan gemerlap warnanya untuk menerjang badai pandemi dengan biaya perawatan dan operasional secara mandiri tanpa sentuhan bantuan pemerintah.

“Meski pandemi, kami tetap optimis masyarakat mau kesini. Otomatis kami melakukan peremajaan cat. Karena daya tarik kami kan pada keindahan warna. Kalau pudar kan mereka akan putar balik,” ujarnya.

Semantara itu, Soni juga mengungkapkan kondisi terkini Kampung Warna warni yang mulai meredup. Terlebih memasuki bulan Ramadhan 2022 ini hanya ada sekitar 10 hingga 20 pengunjung per hari. Meski begitu, pihaknya tetap bersyukur bahwa wisata ini masih diminati wisatawan.

Kini pihaknya terus melakukan peremajaan warna dengan memperbarui cat di sudut sudut wisata ini. Pasalnya, libur lebaran 2022 mendatang diprediksi bakal ada kenaikan pengunjung. Pengelola ingin menambah fasilitas baru, seperti tempat bermain anak-anak. ”Tapi kami memiliki keterbatasan biaya. Apalagi dari pemerintah kota gak ada suplai sama sekali,” pungkasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: JodipanKampung Jodipankampung warna warnikota malang

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
pembunuhan mahasiswa UB

Pembunuhan Mahasiswa UB, Polda Jatim Ambil Alih Penyidikan Kasusnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.