Minggu, Juni 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Belajar Sains dari Kain Flanel lewat FunLearning_id

Novia Maulina, Dosen UIN Malang Pembuat Mainan Edukasi Anak dari Kain Flanel

Redaksi by Redaksi
April 9, 2022 2:09 pm
in Pilihan Redaksi
belajar

Belajar sistem tata surya lewat mainan edukasi FunLearning_id dari kain flanel. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Orang tua punya peranan penting dalam mendidik anak di rumah. Meski sudah berada di luar jam sekolah, si kecil tetap harus dibiasakan belajar dan menyerap ilmu pengetahuan. Namun jika anda sudah lelah usai bekerja, ada cara efektif yang bisa dilakukan yaitu lewat mainan edukasi.

belajar
Founder FunLearning_id, Novia Maulina. Foto: Ulul Azmy

Tugumalang.id – Dosen Jurusan Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Novia Maulina (31) menciptakan kreasi mainan anak yang cukup unik dan dapat menjadi alternatif belajar si buah hati. Mainannya sederhana, penuh warna, edukatif, dan uniknya terbuat dari kain flanel.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Nama mainan ini FunLearning_id. Jenis mainan yang dibuat ada banyak, mulai dari permainan sensori, fine motoric skills (motorik halus), gross motoric skills (motorik kasar), simple science for toddler, flashcard and puzzle, hingga pretend play. Cocok untuk anak usia 1-7 tahun.

Dalam mainan ini, banyak bidang ilmu pengetahuan dasar yang diaplikasikan. Mulai dari matematika (berhitung), sistem tata surya, hingga siklus hidup hewan dan tumbuhan. Semua bidang ilmu ini dikemas dengan bentuk 3D dan corak warna yang menarik si buah hati.

Via, sapaan akrab penggagas FunLearning_id ini, mengatakan bahwa ide awal terpikir membuat mainan edukasi ini sengaja menggabungkan seluruh konsep dan kebutuhan edukasi anak menjadi satu paket. Praktis, aman (safety), dan mendidik.

”Konsep ide saya memang menggabungkan konsep bermain dan belajar. When Fun Meets Learning. Jadi, gak hanya bermain tapi juga ada ilmu yang didapat dari mainan itu sendiri,” kata Via, pada Jumat (8/4/2022).

Gagasan membuat mainan edukasi ini, jelas Via, berangkat dari kebiasaan anaknya yang lebih memilih gadget daripada belajar. Via ingin mengembalikan pola belajar anak tanpa harus mengurangi keinginan anak untuk bermain.

Hingga kemudian, muncullah ide membuat mainan edukasi terbuat dari limbah sisa kain flanel. Ada banyak bidang ilmu pengetahuan dasar yang diaplikasikan, mulai dari matematika (berhitung), sistem tata surya, anatomi tubuh, jajanan tradisional, hingga Isi Piringku (program pengganti 4 sehat 5 sempurna).

Semua bidang ilmu ini dikemas dengan bentuk 3D dan corak warna yang menarik si buah hati. Selain bermain, anak dituntun untuk belajar pengetahuan dasar tentang biologi, asupan gizi, hingga budaya dan kearifan lokal.

“Seperti Program Isi Piringku itukan kampanye baru dari Kemenkes pengganti semboyan 4 sehat 5 sempurna. Artinya, mainan ini bisa jadi media baru dalam sistem pembelajaran anak-anak,” paparnya.

Pola pembelajaran dengan mainan edukasi ini, kata Via, bisa merangsang pertumbuhan si kecil lebih baik. Melatih aspek sensorik, motorik, hingga aspek kognitif si kecil.

“Selain itu, secara bahan juga aman, kan biasanya anak suka lempar-lempar, jadi ini gak bahaya,” imbuh ibu dua anak ini.

Tentu, mainan ini bisa jadi alternatif pilihan bagi orang tua untuk tetap bisa menemani sang anak belajar dengan cara yang menyenangkan.

Sejauh ini, kata dia, respon masyarakat sangat positif. ”900 lebih produk saya sudah terjual dan tersebar di kota-kota Indonesia seperti Aceh, Makassar, dan Mataram. Sejak itu saya semakin termotivasi lagi buat bikin mainan lainnya,” ungkapnya.

Uniknya lagi, ide ini juga sekaligus menjadi sinyal positif dalam pemberdayaan ekonomi warga sekitar Via tinggal. Seiring waktu, mainan edukasi miliknya mendapat respon positif. Akhirnya, Via mengajak emak-emak alias warga di lingkungannya dan juga crafter-crafter lokal untuk memproduksi mainan edukasi lainnya.

“Senang sekali ternyata ide saya ini juga bisa menciptakan peluang lapangan kerja baru bagi orang sekeliling saya. Selain itu juga sebagai alternatif memanfaatkan limbah sisa kain bernilai ekonomis,” ujarnya.

Ke depan, Via berharap usaha kecilnya ini bisa membuka peluang kerja sama dengan banyak pihak, khususnya memberdayakan warga ibu-ibu sekitar.

Prospek ke depannya, ia juga mendapat banyak permintaan untuk membuat permainan yang cocok di segala umur.

”Bisa lebih bervariasi untuk segala jenis umur hingga mahasiswa. Ada prospek bagus ke sana tapi harus digodok lebih matang lagi,” ujar warga Jalan Bulutangkis, Kelurahan Sisir, Kota Batu ini.

Lebih jauh, dia akan mencoba mempresentasikan mainan ini untuk dipakai di sekolah-sekolah sebagai metode pembelajaran baru. Atau paling tidak, bisa jadi opsi orang tua sebagai media pembelajaran buat anak.

“Semua hal pada dasarnya bisa disampaikan melalui mainan flanel ini sih,” tambahnya.

Digadang-gadang Jadi The Next Lego Indonesia

belajar
Belajar sistem reproduksi hewan lewat mainan edukasi FunLearning_id dari kain flanel. Foto: Ulul Azmy

Tak hanya itu, FunLearning_id ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek Brin) Indonesia.

Karya ini masuk jajaran 10 besar nominator peraih Anugerah Inovasi Indonesia 2020. Satu-satunya dari Malang yang menyingkirkan 90 lebih peserta lain se-Indonesia. Bahkan, mainan yang dibuat dari limbah sisa kain flanel ini digadang-gadang bakal menjadi The Next Lego-nya Indonesia.

”Menurut mereka (Kemristek Brin), FunLearning_id bisa jadi The Next Lego-nya Indonesia. Karena gak hanya sekedar mainan, tapi juga mengasah otak. Sama kayak Lego,” ungkapnya.

Anugerah Masyarakat Inovatif ini diberikan sebagai apresiasi kepada masyarakat umum (grassroot) atau startup kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya bermanfaat. Nantinya pemenang dapat pendampingan pengembangan usaha dan dipatenkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Mainan Jajan Tradisional, Isi Piringku, dan Anatomi Tubuh, kata Via, mendapat apresiasi positif dari panitia. Di sana, anak dituntun untuk belajar ilmu pengetahuan dasar tentang biologi, asupan gizi, hingga kearifan lokal. Dan masih ada banyak lagi mainan edukasi lainnya.

“Seperti Program Isi Piringku itu kan juga se-visi dengan kampanye baru dari Kemenkes sebagai pengganti semboyan 4 sehat 5 sempurna. Value lebihnya di situ. Jadi bisa semacam menjadi media baru dalam sistem pembelajaran anak-anak,” terangnya.(*)

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: belajarmalangMalang Raya

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
konsistensi

Konsistensi Jadi Kunci Sukses M Yunandi, Pemilik Patraland Griya Madani

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.