Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Salawat Tarhim

Redaksi by Redaksi
April 3, 2022 3:02 pm
in Catatan
Wahyu Muryadi dalam Haul Gus Dur yang diadakan oleh Tugu Media Group. Foto: dok

Wahyu Muryadi dalam Haul Gus Dur yang diadakan oleh Tugu Media Group. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Wahyu Muryadi**

Ashshalatu wassalamu alaik
Ya imamal mujahidin, ya Rasulallah.
Ashshalatu wassalamu alaik
Ya nashiral huda, ya khaira khalqillah.

READ ALSO

Di Balik Sorak dan Air Mata: Membaca Kebahagiaan dan Kesedihan dari Piala Dunia 2026

Kresek Kecil yang Dibawa Bapak

SEPERTINYA ada konsensus tak tertulis diantara para merbot: “wajib” memutar kaset Salawat Tarhim gubahan Syaikh Mahmud Khalil Al Hussary. Lantunan syair syahdu itu pun terdengar menjelang waktu salat tiba. Berkumandang lewat pengeras suara di surau, langgar, juga masjid di kota besar hingga di pelosok negeri ini.

Selama Ramadan, salawat ini diperdengarkan sebagai petanda jeda waktu sahur hingga azan Subuh. Tersebab itulah, tarhim ini juga disebut Tarhim lmsak. Kendati sarat berisi pujian, namun syair yang bertutur tentang keutamaan akhlak Rasulullah Muhammad SAW ini bukan dimaksudkan sebagai manifestasi okultisme atawa pengkultusan.

Simak saja bunyi syair yang kemudian menjadi warisan penting bagi dunia Islam ini. Setelah mengucap salawat serta salam agar tercurahkan kepada Sang Rasul, pemimpin para pejuang, lalu disusul kalimat ya nashiral huda, ya khaira khalqillah. Duhai penuntun petunjuk llahi. Wahai makhluk terbaik, dan seterusnya …

Resital karya qari legendaris ini termasyhur karena punya ciri khas yang unik: suaranya berat, tebal dan jernih. Pelafalannya sempurna. Alunan suaranya masih terngiang di telinga saya sampai kini. la laksana kekuatan ghaib yang mampu menggiring ke lorong waktu masa kanak.Tatkala kesalehan personal sedari dini digembleng lewat mengaji, belajar makharijul huruf, tajwid dan qira’ah dasar, berikut ilmu-ilmu alat dirasatul Islamiyah, menghafal surat-surat pendek, lalu mengkhatamkan Quran.

Kesalehan Al Hussary tercermin dari riwayat hidupnya. Lahir di kawasan Tanta, di Utara Kairo, Mesir, beliau sudah menghafal Quran ketika berumur delapan tahun. Sepuluh jenis qira’ah yang rumit, _qira’ah asyrah, dikuasainya ketika masuk Universitas AI-Azhar. Tokoh yang dijuluki Syaikh AI-Maqari, syaikhnya para ahli _qira’ah ini wafat pada 1980, dalam usia 63 tahun, sepantaran dengan usia wafat Nabi.

Hussary mungkin kalah ngetop jika dibandingkan dengan Imam Masjidil Haram, Mekah: Syaikh Abdurrahman As-Sudais, Sa’ad AI-Ghamidi, atau Abdurrahman Al Ausy. Mereka dijadikan idola dalam seni membaca Quran. Tapi bagi saya, sang legenda lebih fenomenal. la setara dengan duo qari top Mesir lainnya: master tajwid Muhammad Siddiq AI-Minshawy dan kampiun tilawah dunia tiga kali pada 1970- an, Abdulbasit Abdussamad.

Suara emas Al Hussary bisa kita nikmati melalui kaset, piringan hitam, cakram padat, maupun piranti digital lainnya. Youtube menyimpan momen langka, manakala sang syaikh didapuk melantunkan ayat-ayat suci di Masjidil Haram. Saking terpesona, banyak qari internasional lalu bersusah-payah meniru, membikin “cover” irama Hussary. Sampai kini, hemat saya, belum ada yang mampu menandinginya.

Kaset dan piringan hitam berisi azan, salawat tarhim, serta bacaan berirama datar tanpa pengulangan (murattal) Hussary pernah dirilis di Tanah Air. Diantaranya bacaan Surah AI-Hujurat dan Ar-Rahman. Stiker kasetnya bergaris warna kuning, hitam, dan oranye. Sedangkan sampul piringan hitamnya putih bergaris tengah biru dengan khat hitam. Kabarnya, dia pernah mampir ke Indonesia, lalu “dibajak” untuk merekam suaranya di studio Lokananta, Solo.

Semasa kecil dulu, saya sering menikmati suara merdu Hussary melalui radio transistor Toshiba. Terkadang melalui radio tabung “mata kucing” Philips yang biasa dipanteng ayah saat sahur. Dari stasiun Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat) di kawasan Kembang Kuning, Surabaya, suara rais jamiatul qura wal huffadz Al Azhar ini dipancarkan secara luas sejak 1960-an.

Suara ajaib nan ajib itu mampu menebalkan benteng rohani. Menjadi pengobar semangat agar tetap melek lahir dan batin setelah makan sahur-lalu bersegera subuhan. Meski terdengar lamat-lamat, kalimatnya menggetarkan, menerbangkan jiwa: wataqaddamta lishsholati fashalla kullu man fissamaa-i wa antal imamu. Seluruh penghuni langit bersalat di belakangmu, dan engkaulah yang menjadi imamnya.

Salawat ini membawa pesan kemanusiaan sangat mendalam. Juga universal: untuk seluruh penghuni langit, tanpa terkecuali. Sejalan dengan misi rahmatan Iil’alamin, rahmat bagi seluruh alam. Spirit ini, dibarengi akhlak luhur tauladan Nabi, semestinya bisa meruntuhkan benteng dan sekat-sekat sektarianisme pembentang jarak antara “kita” dan “mereka”, kelompok “kita” versus “liyan” yang selama ini terbangun begitu tebal dan kokoh.

Semua penghalang itu kudu lebur dalam kepasrahan esoteris yang tak terperi…

*) disempurnakan dari artikel penulis di Koran Tempo, 29 Mei 2017.

 

**Penulis merupakan wartawan senior dan Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: salawatsalawat tarhimtarhim

Related Posts

Piala Dunia 2026
Catatan

Di Balik Sorak dan Air Mata: Membaca Kebahagiaan dan Kesedihan dari Piala Dunia 2026

Tuesday, 7 Jul 2026
Kresek Kecil
Catatan

Kresek Kecil yang Dibawa Bapak

Sunday, 5 Jul 2026
Ruang hijau
Catatan

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Monday, 29 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Monday, 29 Jun 2026
Gen-z
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Sunday, 28 Jun 2026
Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Sunday, 28 Jun 2026
Next Post
Satpol PP Kota Malang Intai Prostitusi Online di Hotel Berbintang

Satpol PP Kota Malang Intai Prostitusi Online di Hotel Berbintang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.