Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Perempuan Sebagai Pembawa Kebangkitan Peradaban Dunia

Redaksi by Redaksi
Maret 12, 2022 11:05 am
in Ruang Cendekia
Sita Acetylena

Sita Acetylena

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Sita Acetylena*

 

READ ALSO

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

8 MARET ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1977. Awalnya di tahun 1917, Hari Perempuan Internasional dirayakan para perempuan di Rusia dengan terjadinya demonstrasi para buruh perempuan yang menginginkan kesetaraan gender.

Pemberdayaan perempuan banyak dilakukan di seluruh dunia untuk menghilangkan intimidasi maupun kekerasan pada perempuan. Namun demikian, sebenarnya perempuan memiliki makna penting dalam sebuah perubahan peradaban. Perempuan bukan hanya pelengkap kehidupan, tetapi menjadi pendorong utama membangun peradaban.

Perempuan juga menjadi tempat pertama pendidikan manusia yang akan menghasilkan aktor-aktor perubahan. Pendidikan adalah jalan utama membentuk kebangkitan peradaban karena dengan pendidikan pertama dalam keluarga akan memberikan karakter baik atau buruk dalam kehidupan manusia.

Pandemi COVID-19 dan modernitas serta digitalisasi di segala bidang berdampak pada perubahan kehidupan. Gejolak sosial dan perubahan sosial tengah terjadi di semua lapisan masyarakat. Modernitas dan globalisasi datang dengan sangat cepat tanpa membiarkan setiap masyarakat dunia menyiapkan diri.

Demikian pula perempuan di seluruh dunia juga gagap menghadapinya, baik sebagai individu, istri , maupun sebagai seorang ibu. Kemajuan teknologi dan pengetahuan yang memberikan janji kemakmuran dunia dan keharmonisan masyarakat telah melahirkan masyarakat komputerisasi. Masyarakat komputerisasi adalah masyarakat post-insdustrial dalam era teknologi informasi. Penyebaran pengetahuan dan kekuasaan secara massif, merupakan beberapa konsekuensi perkembangan teknologi.

Masyarakat komputerisasi yang dulu diramalkan akhirnya terjun bebas di era COVID-19 yang mengharuskan manusia bekerja dan melakukan segala aktivitas menggunakan teknologi dan perangkat digital. Makna perempuan sebagai pembangun peradaban juga ditantang pada era serba sulit ini. Era digitalisasi terjun bebas yang masih gagap diterima oleh sebagian masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Masih sanggupkah perempuan berperan dalam pendidik pertama dalam keluarga sebagai benteng dan pembangun aktor perubahan? Atau perempuan malah ikut terhempas dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi serta virus COVID-19 yang sudah memakan banyak korban?.

Benteng perlindungan dari segala ancaman dan tantangan adalah karakter yang kokoh dan karakter yang berpijak pada spiritualitas diri yang mengacu pada agama. Karena agama lahir untuk menyempurnakan akhlak manusia, karakter manusia. Pendidikan bertujuan membentuk karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Pendidikan dan pembentukan karakter sangat erat kaitannya dan harus dikelola dengan baik. Agar tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Karakter akan membentuk takdir manusia dan kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena itu karakter sangat penting dan bernilai bagi manusia dan peradaban masyarakat suatu bangsa.

Dalam pendidikan dan proses pembentukan karakter, bahasa merupakan alat yang sangat penting dalam pembentuk karakter manusia. Disinilah peran perempuan akan memberikan sebuah benteng kehidupan. Yakni pada ucapannya berupa doa-doanya yang merupakan kekuatan spiritualnya. Segala ancaman dan tantangan jaman akan mampu dihadapinya. Serta keluarga dan generasi penerusnya dengan bahasa positif yang memiliki energi besar.

Bahasa positif atau bahasa kebajikan yang digunakan dalam proses pendidikan karakter merupakan alat yang tepat dalam pendidikan karakter. Hal ini juga dapat diketahui dalam penelitian Emoto dan ditulis dalam bukunya The Massage of Water dan The True Power of Water. Bahasa Positif akan memberikan karakter yang baik bagi manusia.

Oleh sebab itu, pendidikan memerlukan bahasa sebagai pengantar yang mampu mentransfer ilmu pengetahuan pendidik kepada peserta didik, dan mampu menstransfer nilai-nilai moral pada peserta didik. Dan ini ada peran utama seorang perempuan. Saat ia mendidik anak-anaknya dengan bahasa-bahasa positif yang ia ucapkan kepada anaknya. Ataupun doa-doa yang ia panjatkan untuk keluarganya.

Seperti dalam teori Habermas bahwa nilai-nilai moral dan kebaikan serta kebenaran tidak hanya dijadikan sebuah kontemplasi. Melainkan mendorong “praksis perubahan sosial‟. Praksis ini bukanlah tingkah laku buta atas naluri belaka. Melainkan tindakan dasar manusia sebagai mahluk sosial.

Dengan demikian praksis diterangi oleh “kesadaran rasional‟, karenanya bersifat emansipatoris. Habermas dalam eseinya, Labor and Interaction: Remarks on Hegel’s Jena ‘Philosophy of Mind’, mengatakan bahwa Hegel memahami praksis bukan hanya sebagai “kerja‟, melainkan juga “komunikasi”. Karena praksis dilandasi kesadaran rasional, rasio tidak hanya tampak dalam kegiatan menaklukan alam dengan kerja, melainkan juga dalam “interaksi intersubjektif’ dengan bahasa sehari-hari.

Jadi seperti halnya kerja membuat orang berdistansi dari alamnya, bahasa memungkinkan distansi dari persepsi langsung. Sehingga baik kerja maupun bahasa berhubungan tidak hanya dengan praksis, tetapi juga dengan rasionalitas.

Peran perempuan sebagai pendidik utama dan pertama dalam keluarga harus disadari dan dipahami oleh semua perempuan di dunia. Bahasa yang ia keluarkan dari hatinya dan terlontar dari mulutnya akan memberikan dampak positif atau negatif pada anak-anaknya dan keluarganya. Pesan yang terus-menerus masuk pada alam bawah sadar manusia, akan membentuk karakter dirinya dan itulah akan terlahir apakah ia akan penjadi pemenang dan pemimpin kehidupan atau sebaliknya.

*Dosen Pascasarjana IAI Al Qolam Malang

 

editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: peradabanperempuan

Related Posts

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens
Ruang Cendekia

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Sabtu, 17 Okt 2026
Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Next Post
Kapolres Malang

Bangun Sinergitas, Kapolres Malang Silaturahmi ke Para Tokoh Masyarakat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.