Malang, Tugumalang.id – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026) dini hari, memicu tanah longsor, jalan ambles, hingga luapan air bercampur lumpur. Bencana tersebut berdampak pada 30 rumah warga dan sejumlah akses jalan penghubung antardusun.
Bencana terjadi di tiga desa, yakni Tlogosari, Gadungsari, dan Tirtoyudo. Longsor terjadi sekitar pukul 04.00–05.00 setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak sekitar pukul 01.00.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, dampak longsor tersebar di sejumlah titik permukiman dan akses jalan di Kecamatan Tirtoyudo. Di Desa Gadungsari, sedikitnya sembilan rumah warga dilaporkan terdampak.
Sementara itu, di Desa Tirtoyudo, terdapat 21 rumah warga yang terdampak longsor. Lokasinya tersebar di sejumlah dusun, meliputi Krajan, Sidodadi, Sukomulyo, dan Sukodono. Selain permukiman, longsor juga merusak sejumlah ruas jalan.
Sejumlah Akses Jalan Terputus

Akses penghubung RT 013 RW 002 menuju Dusun Sukomulyo serta jalan menuju pemakaman Dusun Krajan terputus. Akses penghubung Dusun Krajan dan Sidodadi di RT 010 RW 002 juga tertutup material longsoran sehingga tidak bisa dilalui.
Longsor juga terjadi di bahu jalan Dusun Sidodadi, jalan Dusun Sukodono, serta jalan menuju kawasan PTPN.
“Longsor tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga sejumlah akses jalan penghubung antardusun. Ada beberapa titik yang tertutup material longsoran, bahkan badan jalan sampai terputus,” ujar Sadono.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Dorong Karang Taruna Tirtoyudo Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga laporan sementara diterbitkan pada Sabtu (31/10/2026) malam, petugas bersama unsur terkait dan masyarakat telah bergotong royong membersihkan material longsoran secara manual.
“Untuk sementara korban jiwa nihil. Saat ini sudah dilakukan gotong royong bersama masyarakat untuk membersihkan sisa material longsoran secara manual,” jelas Sadono.
Butuh Alat Berat dan Bantuan Logistik
Sadono menyebut kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana tersebut meliputi alat berat, bantuan logistik, selimut, dan obat-obatan. Alat berat dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan material longsor, terutama di sejumlah akses jalan yang tertutup.
Penanganan di lapangan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Tirtoyudo, TNI, Polsek Tirtoyudo, Pos Lapangan Tirtoyudo, PMI Kabupaten Malang, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar.
Hingga Minggu (1/11/2026) pagi, BPBD masih melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak. Data kerusakan maupun dampak bencana masih dapat berubah seiring perkembangan pendataan di lapangan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































