Malang, Tugumalang.id – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., mendorong mahasiswa yang mengikuti Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 mengintegrasikan isu lingkungan dan nilai ekoteologi dalam gagasan yang dilombakan.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Ilfi saat melepas kontingen OASE III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026, Jumat (30/10). Kompetisi itu akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Menurut Prof. Ilfi, krisis lingkungan telah menjadi persoalan global yang membutuhkan kepedulian dan kontribusi nyata berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, eksploitasi sumber daya alam, konsumsi energi yang tidak berkelanjutan, hingga deforestasi perlu menjadi perhatian generasi muda.
Baca juga: Setahun Memimpin, Rektor UIN Malang: Ini Amanah, Jangan Ada Lagi Pejabat dan Dosen Tidak Pernah Ngantor
Karena itu, ia mendorong mahasiswa mengaitkan persoalan lingkungan dengan bidang lomba masing-masing.
“Anak-anakku semua, saat ini salah satu isu global yang menjadi perhatian dunia adalah lingkungan. Coba sisipkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan ke dalam materi yang kalian lombakan. Pahami bagaimana perubahan iklim terjadi, bagaimana sumber daya alam dieksploitasi, energi digunakan secara tidak berkelanjutan, serta bagaimana kerusakan hutan dan ekosistem berdampak pada kehidupan manusia,” pesannya.
Mahasiswa Diminta Memahami 17 Tujuan SDGs
Prof. Ilfi juga mengingatkan pentingnya memahami 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setiap gagasan yang disiapkan mahasiswa diharapkan memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan yang relevan.
Dengan begitu, kompetisi tidak sekadar menjadi ruang untuk meraih prestasi, tetapi juga wadah menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan lingkungan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai ekoteologi. Yakni, kesadaran bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Baca juga: Dies Maulidiyah ke-65, Rektor UIN Malang Ajak Bangun Peradaban Kesehatan dan Berdampak Internasional
Melalui integrasi ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian ekologis, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Empat Karakter Mahasiswa UIN Malang
Selain penguasaan ilmu dan kepedulian terhadap lingkungan, Prof. Ilfi turut menekankan empat karakter penting yang harus dimiliki mahasiswa. Yakni, Brain, Beauty, Behaviour, dan Brave.
Keempat karakter tersebut mencerminkan kecerdasan intelektual, keindahan kepribadian, perilaku yang baik, serta keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa UIN Malang tidak hanya dituntut unggul dalam kompetisi. Mereka juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan yang berdampak, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan kehidupan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
editor: jatmiko






































