Kota Batu, Tugumalang.id – Durian Fantasi (Dufan), destinasi agrowisata di Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan cara baru menikmati wisata durian. Pengunjung kini bisa berkeliling menyusuri kebun durian menggunakan Safari Drien, kendaraan wisata yang dimodifikasi dari traktor pertanian.
Sembari menikmati udara segar dan lanskap pegunungan Kota Batu, wisatawan dapat melihat langsung berbagai varietas durian ternama yang tumbuh di kebun. Di antaranya Musang King, Bawor, Montong, hingga Black Thorn.
Safari Drien menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung selain berburu buah durian. Dufan juga menyediakan sejumlah wahana lain, mulai Ferris Durio atau bianglala ikonik berbentuk buah durian, ATV, playground, Infinity Room, hingga berbagai spot foto.
Baca juga: Dufan, Alternatif Agropariwisata Tematik Baru di Kota Batu, Makan Durian With View 360 Derajat

Kehadiran wahana baru ini melengkapi konsep Dufan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian atau agrowisata. Tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati durian, tempat ini juga mengenalkan potensi pertanian lokal kepada wisatawan.
Konseptor Dufan, Sujono Djonet, mengatakan Safari Drien merupakan salah satu tahapan pengembangan yang telah direncanakan sejak destinasi tersebut dibangun pada 2024.
Menurut dia, Dufan tidak ingin hanya menjadi tempat wisata kuliner. Pengunjung juga diharapkan mengenal proses panjang budidaya durian, mulai penanaman hingga buah siap disajikan.
“Bagaimana pohon durian itu ditanam, dirawat, sampai berbuah, bahkan diolah dan dinikmati di meja hidangan. Semua proses itu kami kemas menjadi satu pengalaman yang utuh dan edukatif,” jelas Djonet, Jumat (30/10/2026).
Dufan Kota Batu Kenalkan Budidaya hingga Olahan Durian

Selain berkeliling kebun, pengunjung juga diajak memahami proses budidaya di area pembibitan hingga pengolahan hasil panen. Dufan juga menawarkan garansi kepuasan rasa bagi para penikmat durian.
“Secara konsep market kita memang menjadi wisata edukasi agro alpukat dan durian. Maka di sini yang kita perkaya adalah olahan duriannya. Saya jamin tidak ada istilah zonk untuk duriannya,” tambah Djonet.
Inovasi Dufan juga tidak berhenti pada aktivitas di kebun. Untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, durian diolah menjadi berbagai jajanan dan sajian kuliner.
Baca juga: Wajah Baru Durian Fantasi, Pusat Edukasi Agrowisata Kota Batu
Beberapa di antaranya Jemblem Durian, Ketan Durian, Kolak Durian, serta beragam olahan lainnya.
Keunggulan lain yang ditawarkan Dufan adalah komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Limbah perkebunan dan sisa konsumsi, seperti kulit dan biji durian, tidak dibuang begitu saja. Material tersebut diolah kembali agar memiliki nilai ekonomis.
“Konsepnya menumbuhkan zero waste dengan prinsip ekonomi sirkular. Limbah tidak dibuang begitu saja,” jelas Djonet.
Mengusung Konsep Wisata Edukasi dan Ekonomi Sirkular

Konsep tersebut membuat pengalaman wisata di Dufan tidak hanya sebatas menikmati buah durian. Pengunjung bisa melihat kebun dari dekat, mengenal berbagai varietas, mencicipi olahan durian, mencoba wahana permainan, hingga mengetahui pemanfaatan limbah perkebunan.
“Di Dufan, durian tidak hanya dijual sebagai buah. Ia menjadi atraksi, bahan edukasi sekaligus bagian dari cerita tentang bagaimana potensi pertanian lokal bisa dikembangkan menjadi pengalaman wisata,” tutupnya.
Bagi pengunjung yang berminat, Dufan menyediakan tiket masuk wahana dengan harga Rp 20 ribu–Rp 25 ribu. Destinasi ini berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, dekat Museum Angkut, Kota Batu.
Pengunjung yang ingin menikmati pengalaman lebih lengkap juga bisa memilih paket yang mencakup makanan dan akses masuk wahana. Harganya berkisar Rp 75 ribu–Rp 100 ribu per orang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































