Tugumalang.id – Sebuah terobosan baru untuk kembali menggairahkan konsep agropariwisata di Kota Batu, Jawa Timur dilakukan oleh Durian Fantasi (Dufan). Dufan menjadi pendatang baru wisata yang menawarkan konsep agrowisata tanpa harus mengubah potensi alam yang sudah ada.
Berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Dufan kini menjadi alternatif berwisata atau tempat menepi dari hiruk-pikuk keramaian wisatawan di Kota Batu. Tempatnya sangat cocok untuk keluarga di saat Kota Batu lagi macet-macetnya.
Dufan sendiri merupakan agro theme park yang dibangun dengan menawarkan potensi hasil pertanian yakni buah durian. Tidak heran patung atau sculpture durian besar menjadi tema ikonik bangunan di sana.

Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan city light dan ornamen lampu warna-warni Dufan. Tentu saja, tempat ini juga didesain instagramable agar wisatawan dapat puas berswafoto bersama keluarga.
Baca juga: 9 Destinasi Wisata Menarik di Malang Raya yang Cocok Untuk Menikmati Libur Akhir Tahun
Mengusung konsep agro theme park, tentu saja dibangunnya destinasi ini tidak mengorbankan lingkungan yang ada. Bahkan, kebun durian seluas 5000 m² di sana masih dipertahankan. Jika berbuah, pengunjung bisa merasakan sensasi makan durian langsung dari pohonnya.

”Awalnya kami kepikiran melihat wisatawan itu makan durian di pinggir jalan. sekarang di Dufan sudah ada tempat yang nyaman dan estetik. Pengunjung juga bisa melihat pemandangan alam dari ketinggian,” kata Konseptor Dufan, Sudjono Djonet, Kamis (26/12/2024).
Dufan sendiri baru saja diperkenalkan ke publik pada 20 Desember 2024 lalu. Namun, animo pengunjungnya sudah terbilang tinggi. Djonet menuturkan jika Dufan menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata tak perlu harus mengubah kondisi dan potensi alam yang ada.

”Dulunya ini lahan tidur, tapi sudah ada pohon durian. Ternyata durian juga bisa tumbuh di Kota Batu. Potensi inilah yang saya munculkan dan tetap dipertahankan. Jadi pengembangan pariwisata tak perlu mengubah yang sudah ada bukan,” ujarnya.
Baca Juga: Batu Place to Go: Nikmati Ngopi di Hutan Pinus hingga Wisata Edukasi yang Instagramable
Lebih dari itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan suasana kemilau teknologi lighting untuk memunculkan kesan fantasi. Meski begitu, sambung Djonet, destinasi ini lebih mengusung konsep edukasi agrowisata.
”Ke depan, pengembangannya masih jalan. Nanti akan kita hadirkan ruang edukasi, guide dan kebunnya langsung,” tambahnya.
Apa yang sudah dilakukan ini menjadi terobosan baru bagi pelaku wisata lain. Terlebih setiap desa di Kota Batu memiliki potensi agrowisata masing-masing yang dikolaborasikan dengan berbagai pihak tanpa harus mengorbankan alam.
Sebagai informasi, wisatawan yang datang dikenakan tiket masuk sebesar Rp15 ribu, dengan cashback berupa voucher makan sebesar Rp5 ribu. Setiap harinya Dufan buka mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.
Untuk harga durian yang dijual di sini setara dengan harga durian yang dijajakan di pedagang kaki lima. Berbagai macam jenis durian premium disajikan di sana seperti durian montong dan lain sebagainya. Mereka juga menyajikan snack dan minuman olahan durian seperti ketan durian, pancake durian hingga croissant durian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























