SURABAYA, Tugumalang.id – Di hari kedua event Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri La Surabaya hari Kamis (29/10/2026). Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendorong pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
Kehadiran LMK ini diharapkan mampu melindungi hak cipta dari karya jurnalistik yang dihasilkan oleh perusahaan media, di tengah semakin masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika dalam diskusi panel bertajuk “Karya Jurnalistik Bakal Punya Hak Cipta: Peluang atau Tantangan”. Dalam kesempatan tersebut Wahyu menyampaikan kehadiran AI atau AI crawlers yang mengakses dari konten website media massa turut membebani perusahaan media.
Baca Juga: Seminar dan Pelantikan Pengurus AMSI Jawa Timur Dihadiri Wamen Komdigi
Ia memaparkan sekitar 20-30 persen kapasitas server website media massa terserap untuk melayani bot yang menjelajahi konten.
Untuk itu, AMSI mendorong pembentukan LMK Media sebagai upaya memperkuat posisi perusahaan pers untuk dapat maksimal mengelola hak ekonomi atas karya jurnalistik yang telah dihasilkan.
“LMK ini dibentuk oleh kita sendiri dari asosiasi media dan kreator, bukan oleh pemerintah atau pihak lain. Tujuannya agar ada transparansi lisensi, penegakan hak ekonomi, serta kepastian pembagian royalti yang adil antara platform digital besar dan perusahaan pers,” beber Wahyu.
Baca Juga: AMSI dan 12 Organisasi Masyarakat Sipil Tandatangani Komitmen Pemilu Damai 2024
“Termasuk melindungi media-media skala menengah dan kecil,” tegasnya.
Kondisi ini merupakan tantangan bagi perusahaan media saat ini, ketika konten yang diproduksi melalui proses jurnalistik justru tidak memberikan imbalan ekonomi yang sepadan.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan sebagian besar perusahaan media telah menerapkan protokol pengaturan akses pada direktori situs mereka. Tetapi pemblokiran terhadap crawlers AI belum dilakukan secara ketat, hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu keterbatasan pemahaman dan juga kekhawatiran kehilangan traffic pengunjung
Pihaknya menambahkan pembentukan LMK Media akan dirancang dapat berjalan bersamaan dengan model bisnis antar bisnis atau business to business (B2B). Model bisnis yang selama ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan media berskala besar.
Lewat mekanisme ini, ke depan perihal pengelolaan lisensi maupun pembagian royalti atas karya jurnalistik yang dihasilkan dapat berlangsung lebih transparan.
Sekaligus membuka peluang bagi media berskala kecil dan menengah untuk memperoleh manfaat ekonomi secara penuh dari konten jurnalistik yang disajikan kepada publik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






































