Malang, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai 91,49 persen pada pertengahan Oktober 2026. Program Sambang Kelurahan menjadi salah satu pendongkrak capaian tersebut.
Berdasarkan catatan Bapenda, capaian PBB tergolong tinggi dibandingkan sektor penerimaan pajak lainnya di Kota Malang. Dari target Rp 73 miliar, realisasi PBB telah mencapai sekitar Rp 67 miliar.
Plt Kepala Bapenda Kota Malang Moch Sulthon optimistis realisasi PBB bisa mencapai target pada 2026. Menurut dia, kekurangan penerimaan PBB untuk memenuhi target tersebut tinggal sekitar Rp 6 miliar.
Capaian itu tidak lepas dari upaya Bapenda mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Sambang Kelurahan yang menyasar wilayah permukiman, perumahan, hingga tingkat RT/RW.
Melalui program tersebut, petugas mendatangi lokasi yang mudah dijangkau warga. Skema ini menyasar masyarakat yang kesulitan meluangkan waktu untuk membayar pajak melalui perbankan maupun layanan daring.
“Sambang Kelurahan untuk memfasilitasi masyarakat yang mungkin tidak sempat membayar ke bank atau secara daring,” jelas Sulthon.
Baca juga: Bapenda Singgah Perumahan, Upaya Mempermudah Layanan Pajak PBB Kota Malang
Sulthon menegaskan, layanan jemput bola tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mengakses layanan pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk mengejar sisa penerimaan PBB menjelang akhir tahun.
“Sebelumnya, ketika pelayanan belum dimaksimalkan, capaiannya masih dirasa kurang. Karena itu, pelayanan jemput bola terus kami intensifkan pada sisa waktu tahun ini,” ungkapnya.
Sambang Kelurahan Digelar Setiap Selasa dan Kamis
Sulthon mengatakan, pelayanan Sambang Kelurahan digencarkan secara rutin setiap Selasa dan Kamis. Petugas mendatangi kantor kelurahan serta lingkungan RW dan RT untuk mendekatkan layanan pembayaran pajak kepada masyarakat.
Di sisi lain, Sulthon menyebut realisasi pajak daerah Kota Malang secara keseluruhan hingga 11 Oktober 2026 mencapai 75,20 persen. Bapenda berkomitmen mengejar target penerimaan daerah hingga akhir tahun.
Transaksi Properti dan Kendaraan Masih Terkendala
Sulthon mengakui sejumlah jenis pajak masih menghadapi kendala. Penerimaan yang berkaitan dengan transaksi properti dan kendaraan bermotor menjadi salah satu sektor yang terdampak.
Kondisi ekonomi global dinilai turut memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas transaksi. Dampaknya terlihat pada penurunan transaksi jual beli tanah, rumah, bangunan, hingga kendaraan bermotor.
“Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan dengan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak, target bisa tercapai,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































