Senin, Oktober 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Ketika AI Tak Punya Nurani: Mengapa Karakter Ulul Albab UIN Malang Makin Relevan?

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2026 2:28 pm
in Ruang Cendekia
Ketika AI Tak Punya Nurani: Mengapa Karakter Ulul Albab UIN Malang Makin Relevan?

Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag.

Beberapa hari lagi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki usia ke-65, tepatnya pada 28 Oktober 2026. Peringatan hari jadinya kali ini hadir di tengah tantangan kemajuan teknologi atau Revolusi Industri 4.0. Kampus ini berada di tengah zaman yang sering disebut era disrupsi, sekaligus di tengah kecemasan akibat kemajuan teknologi. Kecerdasan buatan (AI) mulai menggeser kecerdasan manusia, sementara otomatisasi mengubah tatanan dan cara kerja manusia. Di tengah ancaman serius tersebut, UIN Malang tetap berdiri kokoh di usianya yang semakin matang.

READ ALSO

65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat

Mengapa Pemimpin Nasional Harus Minimal S1? Sebuah Seruan dari Dunia Pendidikan

Meski Revolusi Industri 4.0 melahirkan kemajuan nyata bagi kehidupan, dampak negatifnya tidak bisa dihindari. Banyak pakar menyebut salah satu dampak nyata revolusi ini sebagai dehumanisasi, ketika fungsi kognitif dan sosial masyarakat mulai kehilangan daya. AI menggeser kemampuan berpikir kritis manusia, sedangkan otomatisasi melalui robot menggerus kebutuhan tenaga kerja manusia. Lebih mengkhawatirkan lagi, revolusi itu, pelan tetapi pasti, turut menggerus dan mengganggu ruang batin manusia (mental health).

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak dibangun dengan cita-cita kosong, tetapi berlandaskan nilai-nilai luhur yang bersumber dari Al-Qur’an, yaitu Ulul Albab. Makna filosofisnya merujuk pada QS Ali Imran ayat 190–191, yang kemudian dijabarkan dalam empat pilar utama: kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Keempat pilar tersebut menjadi weltanschauung atau pandangan hidup yang mendasari visi dan misi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Cita-citanya bukan sekadar mencetak sarjana yang mahir secara intelektual dan profesional, melainkan juga memiliki mental dan moral yang kokoh, adaptif di tengah perubahan zaman, serta tidak tercerabut dari kesadaran akan kehambaannya di hadapan Allah SWT.

Secanggih apa pun teknologi, ia bukanlah manusia. Teknologi digerakkan oleh sekumpulan kode pemrograman. Demikian pula kecerdasan buatan (AI), tetap saja bukan manusia. AI tidak memiliki jiwa seperti manusia, tidak memiliki empati, simpati, apalagi hati nurani.

Baca juga: Rektor UIN Malang Ajak Mahasantri Keluar dari Zona Nyaman

Sebaliknya, manusia memiliki semua itu. Ketika AI hanya mampu menghadirkan kalkulasi data dan pertimbangan rasional yang kering, lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditempa untuk hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan, pengetahuan, moralitas, dan kedalaman spiritual.

Nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas inilah yang menjadi benteng pertahanan tertinggi. Pada titik ini, sekuat apa pun arus disrupsi, AI tetap berada di bawah kebijaksanaan akal budi manusia yang hatinya senantiasa tertaut kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Manifestasi nyata keunggulan lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tercermin dalam nilai filosofis Ulul Albab yang selama ini menjadi napas kehidupan akademik. Secara filosofis, Ulul Albab mengarahkan pendidikan untuk mencetak insan yang menguasai ilmu pengetahuan secara profesional sekaligus memiliki nilai-nilai moral dan landasan spiritual yang kokoh. Mereka diharapkan mampu menguasai sains dan teknologi tanpa tercerabut dari nilai moral dan kesadaran akan kehambaannya sebagai makhluk Allah.

Sains mungkin melahirkan instrumen kemajuan yang melesat cepat, tetapi bingkai moralitas dan kedalaman spiritual memastikan kemajuan tersebut tetap menghasilkan inovasi yang beradab. Nilai filosofis ini menjadi bekal bagi lulusan agar tetap menjadi insan yang humanis di tengah perkembangan zaman dan mampu mengabdikan diri kepada masyarakat.

Sesuai dengan visi penciptaannya, manusia pada hakikatnya adalah khalifah di muka bumi. Allah SWT. membekali manusia dengan berbagai potensi untuk memakmurkan bumi. QS Al-Baqarah ayat 31 menggambarkan bagaimana Allah memberikan potensi pengetahuan kepada Nabi Adam melalui pengajaran. Menurut Tafsir Al-Misbah, mandat kekhalifahan tersebut ditandai dengan pemberian potensi pengetahuan dan kemampuan konseptual.

Pengelolaan bumi menuntut pemahaman serta penguasaan kompetensi pengetahuan tentang berbagai hal duniawi. Dalam konteks ini, mahasiswa adalah seorang khalifah, yakni subjek yang bertindak dan berbuat untuk mengelola bumi demi kemaslahatan manusia.

Baca juga: Hari Santri Nasional 2026: Gema Selawat Membakar Semangat Mahasantri UIN Malang

Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai agama Islam yang terkristalisasi dalam karakter Ulul Albab. Kompetensi sains saja tidak cukup. Nilai-nilai akhlak dan agama juga ditanamkan selama proses pembelajaran di kampus. Inilah yang menjadi nilai pembeda di tengah era disrupsi saat ini. Karakter Ulul Albab memosisikan mahasiswa dan alumni sebagai jangkar peradaban yang kukuh.

Daya saing lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak semata-mata diukur dari kemampuan menguasai ilmu pengetahuan secara profesional, tetapi juga dari kemampuan menjadi insan bermoral, memiliki kedalaman spiritual, serta berakidah kuat dalam mengawal perubahan dan menggerakkan kemajuan peradaban umat menuju kemaslahatan.

Kini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki usia yang baru. Pada usia yang semakin matang ini, Dies Maulidiyah ke-65 harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali karakter Ulul Albab dalam setiap ruang dan gerak akademik.

UIN Malang harus terus mengawal perubahan dan membangun peradaban dengan mempersiapkan insan-insan yang profesional dalam penguasaan ilmu pengetahuan serta tangguh secara moral dengan berlandaskan akidah yang kuat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

Tags: AIkecerdasan buatanpendidikan IslamUIN Maulana Malik Ibrahim MalangUlul Albab

Related Posts

65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat
Ruang Cendekia

65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat

Senin, 26 Okt 2026
Mengapa Pemimpin Nasional Harus Minimal S1? Sebuah Seruan dari Dunia Pendidikan
Ruang Cendekia

Mengapa Pemimpin Nasional Harus Minimal S1? Sebuah Seruan dari Dunia Pendidikan

Senin, 26 Okt 2026
 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber
Ruang Cendekia

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber

Minggu, 25 Okt 2026
Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Next Post
65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat

65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.