Malang, Tugumalang.id – Dosen Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai asisten guru. Upaya ini dilakukan melalui program pengabdian masyarakat di SMAN 1 Lawang untuk membantu pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Program tersebut membekali para guru dengan kesiapan mental, pedagogis, dan teknis dalam menghadapi integrasi AI di lingkungan pendidikan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim pengabdian masyarakat dosen Pendidikan Geografi Unikama mendampingi para pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran berbasis teknologi. Pendampingan ini juga bertujuan membantu guru mengatasi berbagai kendala instruksional saat menerapkan kurikulum berbasis teknologi.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan langsung di kelas. Kehadiran tim dosen Unikama diharapkan membantu sekolah mempercepat transformasi digital dalam pembelajaran.
Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang digelar pada Jumat (9/10/2026) diikuti 63 guru dari berbagai mata pelajaran. Para peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga simulasi pemanfaatan perangkat digital.
Baca juga: Ikuti Program KKL, Mahasiswa Prodi Geografi Unikama Belajar Langsung Geomorfologi di Pantai Wonogoro
Tim pelaksana yang dipimpin akademisi Ika Meviana, M.Pd., dan Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., memberikan panduan agar materi workshop dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Keduanya menegaskan komitmen akademisi Unikama dalam mendampingi sekolah di Jawa Timur.
AI untuk Membantu Tugas Guru
Salah satu materi utama dalam workshop tersebut adalah pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Tim pengabdian masyarakat mengangkat tema AI sebagai Asisten Guru: Bukan Menggantikan, Memperkuat Pembelajaran.
Materi ini menekankan bahwa AI dapat membantu pekerjaan guru, bukan menggantikan peran pendidik dalam proses pembelajaran.
Platform AI dapat dimanfaatkan untuk membantu tugas administratif dan instruksional. Penggunaannya antara lain untuk menyusun rancangan pembelajaran, membuat materi presentasi interaktif, hingga melakukan analisis awal terhadap kebutuhan belajar siswa.
Baca juga: Unikama Terapkan Etnopedagogi Digital dalam Pembelajaran Berdampak
Sementara itu, aspek emosional, keteladanan moral, dan pembentukan karakter tetap menjadi bagian penting dari peran guru. AI hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung agar guru dapat bekerja lebih efisien dan memiliki lebih banyak waktu untuk mendampingi siswa secara personal dan kreatif.
Selain penguasaan teknologi, workshop ini juga menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi utama guru.
Kompetensi pedagogik mencakup kemampuan mengelola pembelajaran, merancang strategi pengajaran, dan mengevaluasi hasil belajar secara objektif. Kompetensi profesional berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, termasuk pembaruan substansi ajar.
Berikutnya, kompetensi kepribadian mencerminkan kemampuan guru untuk bersikap arif, berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Adapun kompetensi sosial mencakup kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan siswa, sesama pendidik, orang tua, serta masyarakat.
Penguasaan teknologi seperti AI perlu diimbangi dengan kematangan pedagogik dan kepribadian. Tanpa fondasi kompetensi yang kuat, pemanfaatan teknologi berisiko kehilangan arah dalam mendukung proses pembelajaran.
Guru Didorong Terus Beradaptasi
Anggota tim pengabdian masyarakat sekaligus akademisi Unikama, Ika Meviana, M.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendorong guru terus mengembangkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi pendidikan.
“Melalui workshop ini, kami ingin mendorong guru untuk terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya AI. AI bukan untuk menggantikan guru, tapi menjadi asisten yang mendukung pembelajaran agar lebih kreatif dan efektif,” tuturnya.
Tim dosen Pendidikan Geografi Unikama berharap materi yang disampaikan melalui Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan dapat mendorong tumbuhnya budaya belajar mandiri di kalangan guru SMAN 1 Lawang.
Apresiasi juga disampaikan salah seorang peserta workshop, Nukhe Katharina, S.Pd. Ia menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru, terutama dalam memahami pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif. Kami juga semakin menyadari pentingnya mengembangkan 4 kompetensi guru secara berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.
Respons positif tersebut menunjukkan relevansi materi workshop dengan kebutuhan guru di sekolah. Pemahaman yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















