Seoul, Korea Selatan, Tugumalang.id – Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memperkuat pengembangan sumber daya manusia berwawasan global melalui Program Dosen Berkarya (Dokar) Skema B2. Salah satu upayanya diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat internasional bersama Sungkyunkwan University (SKKU), Korea Selatan.
Kegiatan bertajuk Empowering Indonesian Global Scholars: Strengthening Human Capital and Post-Study Impact through an International Community Service Collaboration between Universitas Brawijaya and Sungkyunkwan University, South Korea tersebut akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2026 di kampus SKKU, Seoul, Korea Selatan.
Program ini merupakan kolaborasi UB dengan Graduate School of Governance (GSG), Sungkyunkwan University, dengan Prof. Hyung Jun Park sebagai mitra dari SKKU.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran, diskusi, dan berbagi pengalaman bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Korea Selatan. Fokusnya meliputi penguatan human capital, kompetensi global, pembelajaran mahasiswa, kesiapan karier, jejaring internasional, serta kontribusi setelah menyelesaikan studi di luar negeri.
Baca juga: Badan Usaha Milik Universitas Brawijaya Catatkan Pendapatan Rp 49 Miliar, Sektor Hospitality Mendominasi
Pendidikan internasional tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman lintas budaya dan jejaring global. Keduanya menjadi modal penting untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong merefleksikan bagaimana pengalaman tersebut dapat menjadi pengetahuan dan kompetensi yang bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.
Ketua Pelaksana Program Dosen Berkarya Skema B2, Ainur Rofiq, S.Kom., S.E., M.M., Ph.D., mengatakan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri memiliki posisi strategis dalam pengembangan human capital Indonesia.
“Pengalaman belajar di luar negeri memberikan mahasiswa tidak hanya pengetahuan akademik, tetapi juga wawasan global, pengalaman lintas budaya, dan jejaring internasional. Yang menjadi penting adalah bagaimana pengalaman tersebut dapat dikembangkan menjadi kapasitas dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi Indonesia setelah mereka menyelesaikan studi,” ujar Ainur.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman mahasiswa dengan perspektif akademisi dan mitra internasional.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan membangun koneksi. Mahasiswa Indonesia di luar negeri bukan hanya penerima manfaat dari pendidikan internasional, tetapi juga memiliki potensi menjadi knowledge bridge yang menghubungkan pengalaman dan pengetahuan global dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia,” tambahnya.
Baca juga: Imigrasi Malang dan Universitas Brawijaya Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Layanan Keimigrasian
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas (Quality Education), melalui penguatan pembelajaran mahasiswa dan proses belajar yang melampaui ruang kelas.
Diskusi interaktif akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membahas pengalaman studi di luar negeri, pengembangan kapasitas diri, kesiapan menghadapi dunia kerja global, serta strategi membangun kontribusi setelah menyelesaikan studi.
Penguatan kapasitas tersebut juga berkaitan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Fokusnya adalah membangun kesiapan sumber daya manusia untuk menghadapi dunia kerja yang semakin terhubung secara global.
Sementara itu, jejaring pengetahuan dan pengalaman lintas negara yang terbentuk melalui kegiatan ini turut mendukung SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan (Reduced Inequalities), melalui perluasan akses terhadap pengalaman dan jejaring internasional.
Kolaborasi UB dan SKKU juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional. Keterlibatan Prof. Hyung Jun Park dari Graduate School of Governance (GSG), Sungkyunkwan University, menjadi salah satu bentuk kolaborasi akademisi Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Ainur Rofiq menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada satu kegiatan.
“Kolaborasi dengan Sungkyunkwan University kami harapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi jejaring yang lebih luas dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kerja sama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kerja sama antarperguruan tinggi, pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan terus berkembang untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional.
Program Empowering Indonesian Global Scholars diarahkan agar pengalaman belajar di luar negeri tidak berhenti pada pencapaian akademik selama masa studi. Pengetahuan, kompetensi, perspektif, dan jejaring yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadi modal untuk membangun karier, melakukan transfer pengetahuan, mengembangkan kolaborasi, serta memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, UB dan SKKU diharapkan dapat terus memperkuat ruang pembelajaran dan jejaring bagi Indonesian global scholars, sekaligus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global dan orientasi kontribusi bagi Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Universitas Brawijaya
editor: jatmiko


















