Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Kota Batu Kaji Kelayakan Menjadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO

M Ulul Azmy by M Ulul Azmy
Oktober 12, 2026 6:30 pm
in Pemerintahan
Kota Batu Kaji Kelayakan Menjadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO

Sejarawan Dwi Cahyono saat membahas potensi kelayakan gastronomi dunia UNESCO dalam FGD. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Kota Batu diproyeksikan menjadi Kota Kreatif Gastronomi versi UNESCO. Sejumlah tahapan persiapan dilakukan untuk mengkaji kelayakannya sekaligus mengembangkan gastronomi sebagai identitas daerah dan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Batu melalui Forum Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Batu Kota Kreatif Gastronomi pada Jumat (9/10/2026). Forum ini menjadi ruang partisipatif untuk menyamakan perspektif, menggali potensi, dan memahami karakter gastronomi Kota Batu melalui perjalanan lintas era peradaban.

READ ALSO

Eco-Office DLH Kabupaten Malang Terapkan Panel Surya dan Biogas

Kekeringan Malang Selatan, Pemkab Gelar Salat Istisqa dan Salurkan 200 Paket Bantuan

FGD tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan kajian kelayakan pengembangan gastronomi Kota Batu. Kajian ini diharapkan menjadi fondasi penguatan identitas daerah sekaligus pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Sejarawan Dr. Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum., penulis buku Sejarah Daerah Batu, mengajak peserta mendalami gastronomi dari perspektif kesejarahan dan kekhasan lokal. Ia menguraikan empat konteks utama dalam membaca gastronomi Kota Batu, yakni ekologis, sosial, budaya, dan wisata.

Keempat konteks tersebut menjadi landasan untuk memahami bagaimana sumber daya alam, tradisi masyarakat, perjalanan sejarah, serta perkembangan pariwisata membentuk karakter gastronomi daerah dari masa ke masa.

‘‘Gastronomi tak cukup dipahami sebatas soalan keberadaan makanan dan minuman khas. Tapi, pengembangannya perlu dimulai dengan menggali sejarah, memetakan ekosistem dan rantai nilai, serta memahami keterkaitan antara lingkungan, sosial, kebudayaan, dan aktivitas pariwisata,’’ ungkapnya.

Secara hulu hingga hilir, Kota Batu dinilai memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan gastronomi. Pada sektor hulu, pertanian menjadi salah satu penopang utama kehidupan dan perekonomian masyarakat. Sementara itu, pada sektor hilir, pariwisata berkembang sebagai ikon sekaligus penggerak penting aktivitas ekonomi daerah.

Tantangan sekaligus peluang pengembangan gastronomi terletak pada keterhubungan kedua sektor tersebut. Ekonomi kreatif berperan strategis dalam mengolah potensi pertanian, sumber daya alam, dan kekayaan budaya menjadi produk autentik serta pengalaman wisata bernilai tambah.

Melalui inovasi produk, penguatan cerita kuliner, pengemasan pengalaman gastronomi, dan strategi pemasaran, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik yang memperkuat identitas Kota Batu sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: City Agro Kreatif Tour Warnai ICCF 2025 di Kota Batu, Peta Jalan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Perspektif antropologi turut memperkaya kajian gastronomi Kota Batu. Ary Budiyanto, S.S., M.A., yang dikenal sebagai Ary Desoto, merupakan dosen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) sekaligus anggota tim penyusun Study/Kajian Kelayakan Batu Kota Kreatif Gastronomi.

Penulis sejumlah buku bertema kuliner tersebut berdomisili di Glonggong, Kelurahan Temas, Kota Batu. Ia juga turut mendirikan Center for Culture and Frontier Studies (CCFS) UB, yang berfokus pada kolaborasi riset mengenai perubahan sosial, inovasi, dan transisi digital.

Dalam paparannya, Ary menjelaskan bahwa gastronomi Kota Batu juga terbentuk melalui interaksi sosial dan pengaruh masyarakat pendatang. Salah satu pengaruh yang disoroti berasal dari masyarakat Lamongan, yang turut memperkaya lanskap kuliner daerah.

Soto Lamongan dan gado-gado dengan bumbu siram hangat menjadi contoh kuliner yang hadir dalam dinamika keseharian masyarakat.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa identitas gastronomi tidak selalu terbentuk dari satu tradisi yang berdiri sendiri. Gastronomi berkembang melalui perjumpaan budaya, mobilitas masyarakat, adaptasi bahan pangan, serta kebiasaan makan yang tumbuh dan diterima dalam kehidupan sehari-hari.

‘‘Karena itu, kajian gastronomi Kota Batu perlu menelusuri bukan hanya asal-usul makanan, melainkan juga proses sosial dan sejarah yang membentuk keberadaan serta keberlanjutannya,’’ kata dia.

Baca juga: Kota Batu Buka Gong ICCF 2025, Pantik Semangat Status Kota Gastronomi UNESCO

FGD tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas hexahelix, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha dan pertanian, komunitas kreatif, pelaku seni dan budaya, hingga unsur pariwisata, pemandu wisata, media, dan tim penyusun kajian.

Keragaman perspektif tersebut diharapkan memperkaya identifikasi potensi sekaligus membangun kesepahaman mengenai arah pengembangan gastronomi Kota Batu.

Melalui forum ini, kajian kelayakan diharapkan mampu mengidentifikasi makanan dan minuman yang memiliki keberlanjutan dalam ruang sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Dokumen kajian nantinya diharapkan memetakan keterhubungan potensi pertanian, narasi sejarah, praktik budaya, kreativitas masyarakat, serta kebutuhan industri pariwisata sebagai satu kesatuan ekosistem gastronomi.

Pendekatan lintas sektor menjadi penting agar pengembangan gastronomi tidak berhenti pada promosi produk kuliner. Upaya tersebut juga diharapkan dapat menjaga pengetahuan lokal, memperkuat rantai nilai, mendorong inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan kekuatan agrokreatif yang bertumpu pada kultur, industri, perdagangan, dan pariwisata, Kota Batu memiliki peluang membangun ekosistem gastronomi yang berkarakter, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus dapat memperkuat posisinya dalam jejaring kota kreatif nasional maupun internasional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: Ary DesotoDwi Cahyonoekonomi kreatifgastronomi Kota Batukota batuKota Kreatif Gastronomipemkot batusejarah kuliner Kota BatuUNESCO

Related Posts

Eco-Office DLH Kabupaten Malang Terapkan Panel Surya dan Biogas
Pemerintahan

Eco-Office DLH Kabupaten Malang Terapkan Panel Surya dan Biogas

Minggu, 11 Okt 2026
Kekeringan Malang Selatan, Pemkab Gelar Salat Istisqa dan Salurkan 200 Paket Bantuan
Advertorial

Kekeringan Malang Selatan, Pemkab Gelar Salat Istisqa dan Salurkan 200 Paket Bantuan

Sabtu, 10 Okt 2026
17 Poin Perubahan Raperda Desa Kabupaten Malang, Masa Jabatan Kades 8 Tahun
Advertorial

17 Poin Perubahan Raperda Desa Kabupaten Malang, Masa Jabatan Kades 8 Tahun

Sabtu, 10 Okt 2026
Pemkot Batu Benahi Taman Hutan Kota Bondas, Fasilitas Bakal Ditambah
Pemerintahan

Pemkot Batu Benahi Taman Hutan Kota Bondas, Fasilitas Bakal Ditambah

Jumat, 9 Okt 2026
DLH Kota Batu Godok Kompensasi Lembur Petugas Kebersihan
Pemerintahan

DLH Kota Batu Godok Kompensasi Lembur Petugas Kebersihan

Jumat, 9 Okt 2026
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, yang memberikan pernyataan soal retreat kepala sekolah se-Kota Malang.  (Foto/dok)
Pemerintahan

Retreat Kepala Sekolah se-Kota Malang Jadi Proyek Pemborosan Anggaran

Jumat, 9 Okt 2026
Next Post
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.