Malang, Tugumalang.id – Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) mengikuti pembukaan OSHIKA MABA (Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa) 2026, Senin (28/9/2026). Ajang ini menjadi momen pengenalan 17 nilai Sustainable Development Goals (SDGs) dan berbagai ruang kreatif di Unisma.
Selama kegiatan yang berlangsung pada 28 hingga 30 September 2026, mahasiswa dapat mengenal lingkungan, budaya akademik, serta kehidupan kemahasiswaan di Unisma. Kegiatan ini tidak hanya diikuti mahasiswa dalam negeri, tetapi juga mahasiswa dari luar negeri.

Rektor Unisma Prof. Junaidi menekankan, OSHIKA MABA 2026 mengusung tema ‘Unisma Bermanfaat, Unisma Berdampak’. Tema tersebut sejalan dengan instruksi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni Kementerian Dikti Saintek Berdampak.
Sebab itu, selama masa orientasi, mahasiswa baru Unisma diajak membangun kesadaran cara berpikir melalui pengenalan 17 SDGs dan implementasinya selama 3-7 hari ke depan. Dengan cara tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sejak dini.
‘‘Jadi nanti implementasinya selama 1 minggu ke depan itu agar kegiatanya lebih berdampak jadi lewat pengabdian masyarakat juga gitu ya,’’ ungkap Prof. Jun, sapaan akrabnya.
Baca juga: Jadwal OSHIKA MABA Unisma 2026 dan Ketentuan Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai unit kreativitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, serta potensi selama menjalani studi. Berbagai Himaprodi, BSO, dan UKM turut hadir mengenalkan aktivitas serta wadah pengembangan diri yang tersedia di lingkungan Unisma.
Selain pengembangan kreativitas dan wawasan, aspek religiusitas turut menjadi bagian penting. Mahasiswa baru diajak memperkuat nilai-nilai keislaman melalui pelaksanaan salat berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual.
Sebagai informasi, terdapat tiga tahap penyambutan mahasiswa baru dalam momen ini. Tahap pertama, OSHIKA MABA, diikuti 1.620 mahasiswa S1 reguler pada Senin (28/9/2026). Rangkaian kedua dilaksanakan khusus bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pascasarjana, dan Program Doktor dengan jumlah 810 mahasiswa.
Lalu, tahap ketiga khusus penerimaan mahasiswa baru pada tahap konsultasi untuk Fakultas Kedokteran serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sebanyak 300 mahasiswa. Selain mahasiswa dalam negeri, OSHIKA MABA ini turut diikuti mahasiswa asing.
Baca juga: Dosen Informatika Unisma Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst
Prof Junaidi menjelaskan, tahun ini Unisma juga menerima sekitar 37 mahasiswa dari luar negeri. Namun, beberapa di antaranya masih dalam tahap menyelesaikan perizinan untuk masuk ke Indonesia. Sehingga, baru sekitar 10 mahasiswa asing yang sudah datang ke Unisma.
“Mahasiswa yang sampai saat ini itu sudah terdaftar 37 mahasiswa baru. Itu di luar mahasiswa Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Tetapi yang sudah klir dengan visanya sekitar 10-11 mahasiswa. Sisanya yang lain masih sedang mengurus perizinan untuk bisa masuk ke Indonesia,” ungkapnya.
OSHIKA MABA Libatkan Berbagai Unsur Kampus
Pelaksanaan OSHIKA MABA Unisma 2026 melibatkan kolaborasi berbagai unsur kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, BEM, DPM, Himaprodi, BSO, hingga berbagai UKM.
Sinergi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan Unisma sebagai lingkungan pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, religius, kreatif, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui OSHIKA MABA 2026, mahasiswa baru tidak sekadar diperkenalkan pada kehidupan kampus, tetapi juga diajak menjadi bagian dari perjalanan Unisma dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan berdampak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































