Malang, Tugumalang.id – Sejumlah halte di Kota Malang yang kotor dan mengalami kerusakan mulai dibersihkan serta mendapat pemeliharaan ringan sejak Mei 2026. Langkah itu dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk meningkatkan kenyamanan fasilitas transportasi publik.
Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menyebut sedikitnya delapan halte telah dibersihkan. Di antaranya Halte Sriwijaya Kertanegara, halte dekat SMAN 8 Kota Malang, Perpusda, Jalan Jakarta, depan KNPI, SMPN 5, SMPN 20, dan SMP Taman Siswa.
Sejumlah halte juga dicat ulang. Perbaikan dilakukan pada bagian besi yang mengalami kerusakan.
Dalam waktu dekat, Dishub berencana memperbaiki halte di depan Universitas Brawijaya (UB). Koordinasi telah dilakukan dengan pihak UB yang direncanakan turut membantu proses pembersihan.
Baca juga: Kemarau Berlanjut, Rendra Masdrajad Safaat Soroti 30 Hidran Kota Malang yang Tak Optimal
Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat menilai pembenahan halte merupakan bagian dari peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik. Menurut dia, halte bukan sekadar tempat menunggu kendaraan, tetapi fasilitas yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Halte itu fasilitas publik. Sederhana, tapi manfaatnya besar bagi warga yang menggunakan transportasi umum. Kalau halte bersih, aman dan layak, masyarakat juga lebih nyaman menunggu kendaraan,” ujar Rendra.
Rendra mengapresiasi pemeliharaan yang dilakukan Dishub. Namun, dia mendorong agar perawatan dilakukan secara rutin sehingga kerusakan tidak dibiarkan hingga semakin parah.
“Jangan hanya dibersihkan ketika sudah dikeluhkan. Kalau memang ada patroli dan ditemukan halte yang rusak atau kotor, segera ditangani. Pemeliharaan rutin justru lebih baik daripada menunggu kerusakan menjadi besar,” katanya.
Menurut dia, aspek keamanan dan fungsi halte juga perlu diperhatikan. Bagian bangunan yang patah atau rusak harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna, terutama pelajar, lansia, dan masyarakat yang setiap hari menggunakan transportasi umum.
Masyarakat ikut menjaga fasilitas
Rendra juga menyoroti pentingnya menjaga halte yang sudah diperbaiki. Sebab, berdasarkan keterangan Dishub, beberapa halte kembali kotor setelah dilakukan pembersihan.
“Pemerintah sudah membersihkan dan memperbaiki, masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menjaga. Jangan sampai hari ini dibersihkan, besok dikotori lagi. Ini fasilitas kita bersama, bukan milik pemerintah saja,” tutur Rendra.
Dia mendorong adanya pengawasan sederhana dan pelibatan masyarakat di sekitar halte. Jika ditemukan kerusakan, sampah, atau fasilitas yang tidak berfungsi, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti.
Bagi Rendra, pembenahan halte juga menjadi bagian dari upaya membangun transportasi publik yang lebih nyaman di Kota Malang. Fasilitas pendukung yang layak akan membantu masyarakat mendapatkan pengalaman menggunakan transportasi umum yang lebih baik.
“Transportasi publik itu bukan hanya soal bus atau kendaraan. Halte, akses pejalan kaki, keamanan dan kenyamanan menunggu juga bagian dari pelayanan. Kita ingin fasilitas publik di Kota Malang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkas Rendra.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Rendra Masdrajad Safaat
editor: jatmiko































