Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Kawasan tersebut mulai menjalankan sejumlah unit usaha, di antaranya cold storage dan pabrik es. Cold storage digunakan untuk pembekuan dan penyimpanan hasil tangkapan ikan, sedangkan pabrik es memproduksi dan menjual es untuk memenuhi kebutuhan nelayan.
Baca juga: BPK Periksa Belanja Pemkab Malang, Sanusi Siapkan Data dan Dokumen
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, operasional unit usaha Koperasi Nelayan Merah Putih membutuhkan pasokan air bersih, terutama untuk produksi es.
Pemkab Malang telah mengusulkan pembangunan SPAM melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya. SPAM tersebut akan mengalirkan air dari sumber yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Pujiharjo.
“Pemkab Malang telah mengusulkan satu SPAM untuk akses pipanisasi dari sumber air yang kurang lebih jaraknya sekitar tiga kilometer,” jelasnya.
SPAM tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan Kampung Nelayan Merah Putih, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Pembangunannya ditargetkan mulai dilakukan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Victor memperkirakan kebutuhan air bersih di Kampung Nelayan Merah Putih dan sekitarnya dapat mencapai sekitar 50 ton per minggu. Setiap kali produksi es membutuhkan sekitar dua ton air. Jika pabrik es berproduksi minimal dua kali sehari, kebutuhan air mencapai empat ton per hari atau 28 ton per minggu.
Baca juga: Nagoya University dan UB Gandeng Pemkab Malang Perkuat Riset Potensi Lokal
Saat ini, kebutuhan air di kawasan tersebut masih memanfaatkan fasilitas SPAM yang dibangun pemerintah desa. Nantinya, SPAM yang difasilitasi pemerintah diharapkan dapat menambah cakupan pelayanan air bersih sekaligus menjadi pelanggan baru PDAM Tirta Kanjuruhan.
Victor menyebut sumber air yang diusulkan memiliki debit yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan Kampung Nelayan sekaligus masyarakat sekitar. Bahkan, sumber tersebut berpotensi melayani hingga sekitar seribu rumah.
“Jadi kelihatannya cukup besar debitnya,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































