MALANG, Tugumalang.id – Dalam industri catering, pengalaman pelanggan tidak hanya ditentukan oleh rasa makanan. Pramusaji menjadi salah satu bagian perusahaan yang paling sering berhadapan langsung dengan tamu, sehingga cara mereka tampil, berbicara, merespons kebutuhan dan menjalankan pelayanan ikut membentuk kesan terhadap kualitas sebuah acara.
Karena itu, Pusparani Catering terus memperkuat kompetensi tim pelayanan agar pramusaji tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga mampu menjadi representasi perusahaan yang profesional di hadapan pelanggan. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya Pusparani membangun standar pelayanan yang lebih konsisten di setiap acara.
Baca Juga: Gandeng Akademisi UB, Pusparani Catering Perkuat Standar Pelayanan
Dalam banyak momen, pramusaji menjadi kontak langsung pertama yang membentuk kesan awal pelanggan terhadap layanan perusahaan.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui pelatihan pramusaji yang digelar pada Mei 2026 di kantor Pusparani Catering, Jalan Danau Paniai C7-H15, Sawojajar, Kota Malang.
Pelatihan menghadirkan Santoso Purnomo, S.Tr.Par, dosen praktisi Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang pelayanan, mulai dari catering, perhotelan hingga kapal pesiar.
Owner sekaligus Direktur Pusparani Catering, Reza Adi Pratama, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan penting di tengah ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.
“Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Sebab persaingan semakin ketat dan pelanggan semakin teredukasi, sehingga vendor catering perlu lebih adaptif terhadap perkembangan pasar,” ujarnya.
Baca Juga: Momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Malang Perkuat Kesiapan Kelistrikan GOR Kanjuruhan
Dalam pelatihan tersebut, Santoso menekankan bahwa pramusaji memegang peran penting sebagai wajah perusahaan. “Pramusaji itu tampil di depan, mau seenak apa pun masakannya, tetap yang dinilai pelayanan teman-teman dulu,” kata Santoso.

Menurutnya, penampilan dan perilaku pramusaji dapat memengaruhi pengalaman tamu sejak awal. “Penampilan dan pelayanan pramusaji di acara itu jadi penilaian penting bagi kepuasan pelanggan. Pramusaji harus berpenampilan rapi, ramah, peka dan cekatan dalam melayani pelanggan,” tambahnya.
Materi pelatihan mencakup personal grooming dan attitude, sequence of service, serta table setting. Peserta dibekali standar kebersihan dan kerapian, postur dan bahasa tubuh, cara berkomunikasi dengan tamu, hingga tahapan pelayanan yang terstruktur. Aspek kesan pertama juga mendapat perhatian, mulai dari sapaan, kontak mata hingga kesiapan pramusaji merespons kebutuhan tamu.
Pelatihan juga dilengkapi praktik napkin folding dan penataan meja. Sesi praktik membantu peserta memahami bahwa detail sederhana, mulai dari kerapian seragam, gestur saat melayani hingga kesiapan meja, turut membentuk citra profesional perusahaan.
Reza mengatakan Pusparani memilih menggandeng dosen praktisi agar pembelajaran dekat dengan kondisi nyata di lapangan. “Kami ingin pelayanan menjadi salah satu core values yang menjadi keunikan dan competitive advantage bagi Pusparani Catering dibandingkan kompetitor lainnya,” ujarnya.
Santoso mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap peningkatan kompetensi karyawan. “Perusahaan yang concern terhadap kualitas SDM itu luar biasa. Jadi contoh. Dan semoga berdampak positif terhadap kemajuan Pusparani Catering,” katanya.
Melalui penguatan tersebut, Pusparani Catering berharap setiap pramusaji tidak hanya memahami tugas teknis, tetapi juga menyadari bahwa penampilan, komunikasi dan cara melayani menjadi bagian dari wajah perusahaan di hadapan pelanggan. (Adv)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Pusparani Catering
Editor: Herlianto. A































