Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan survei venue dari perwakilan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Yayasan Fahmina, Alimat, Rahima, Jaringan Gusdurian, dan AMAN Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan Konferensi Internasional KUPI III yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Rombongan disambut langsung Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang akrab disapa Bunda Rektor. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Malang sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan KUPI III.
Prof. Ilfi menegaskan kesiapan UIN Malang untuk mendukung konferensi internasional tersebut.
“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada prinsipnya siap menjadi bagian dari ikhtiar besar KUPI dalam menguatkan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, berkeadilan, inklusif, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Kami menyambut baik proses survei ini dan siap menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan,” ujar Prof. Ilfi.
Memastikan Venue yang Aman dan Inklusif
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Masruchah memperkenalkan KUPI beserta jejaring lembaga yang hadir dalam kegiatan survei. Ia menjelaskan bahwa KUPI merupakan ruang perjumpaan ulama perempuan, ulama laki-laki, akademisi, pegiat masyarakat sipil, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan perspektif keadilan dalam kehidupan keagamaan, sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Menurut Nyai Masruchah, survei di UIN Malang bukan semata untuk melihat kesiapan fisik lokasi. Tim juga memastikan seluruh fasilitas mampu mendukung pelaksanaan konferensi internasional secara menyeluruh.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa venue KUPI III dapat mendukung konferensi internasional yang aman, inklusif, aksesibel, nyaman, dan memadai secara teknis. KUPI diharapkan menjadi ruang bersama bagi banyak pihak, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, peserta dari berbagai daerah, serta tamu dari berbagai negara,” jelasnya.
Baca juga: LP2M UIN Malang dan LP Ma’arif NU Latih 80 Guru Tangani Siswa dengan Trauma
Ia juga menyampaikan rasa senang atas sambutan hangat dari pimpinan dan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kesiapan kampus, baik dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, maupun komitmen kelembagaan, menjadi catatan positif dalam proses survei tersebut.
Dukungan Ma’had dan Infrastruktur Kampus
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH. Isroqunnajah turut memaparkan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan akomodasi dan pelaksanaan kegiatan KUPI III.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah kesiapan ma’had atau asrama mahasiswa untuk digunakan sebagai fasilitas pendukung bagi peserta konferensi.
KH. Isroqunnajah menjelaskan bahwa keberadaan ma’had di lingkungan UIN Malang dapat menjadi kekuatan tersendiri, khususnya dalam menyiapkan akomodasi yang bernuansa edukatif, religius, dan terintegrasi dengan kehidupan kampus.
Selain itu, UIN Malang memiliki sejumlah ruang pertemuan, auditorium, sarana ibadah, fasilitas sanitasi, akses transportasi, serta layanan pendukung lainnya yang dapat dioptimalkan bagi peserta konferensi internasional.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan KUPI III 2027. Di antaranya kesiapan layanan penerjemahan atau interpretation, sistem konferensi hybrid, jaringan internet, perangkat audio visual, ruang sidang paralel, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, hingga infrastruktur digital untuk mendukung partisipasi peserta dari dalam dan luar negeri.
“Penyelenggaraan konferensi internasional memerlukan kesiapan yang komprehensif. Karena itu, UIN Malang berkomitmen untuk menyiapkan fasilitas secara optimal, termasuk penguatan infrastruktur digital dan layanan pendukung agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” ungkap KH. Isroqunnajah.
Baca juga: UIN Malang Wisuda 800 Lulusan, 65 Persen Sarjana Raih Cumlaude
PSGAD Kawal Kampus yang Ramah Gender dan Disabilitas
Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan PSGAD merupakan bagian penting dalam memastikan prinsip inklusivitas diterapkan dalam seluruh rangkaian persiapan KUPI III.
Menurutnya, konferensi KUPI bukan hanya kegiatan akademik dan keagamaan berskala internasional, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa kampus Islam dapat menjadi ruang yang aman, ramah perempuan, ramah anak, serta aksesibel bagi penyandang disabilitas.
“KUPI III akan menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk memperkuat komitmen sebagai kampus yang inklusif dan berkeadilan. Kami di PSGAD siap mengawal aspek pengarusutamaan gender, perlindungan anak, pencegahan kekerasan seksual, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas agar seluruh peserta memperoleh pengalaman yang aman, setara, dan bermartabat,” tutur Hj. Aprilia Mega Rosdiana.
Ia menambahkan, kesiapan fisik venue perlu berjalan beriringan dengan kesiapan layanan, tata kelola, serta sensitivitas seluruh panitia dan unsur kampus.
Hal ini mencakup akses jalur mobilitas, fasilitas sanitasi, ruang laktasi, penanda informasi yang mudah dipahami, layanan pendampingan, hingga mekanisme pengaduan yang responsif selama kegiatan berlangsung.
Meninjau Tiga Lokasi Kampus
Setelah sesi penyambutan dan pemaparan, tim PSGAD UIN Malang mengantarkan rombongan survei untuk meninjau sejumlah lokasi strategis di lingkungan universitas. Peninjauan meliputi Kampus I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kampus II, serta Kampus III yang berada di Kota Batu.
Pada kunjungan ke Kampus III di Batu, rombongan juga meninjau Bangunan Ar-Rahim yang dikenal sebagai salah satu bangunan fenomenal dan representatif di lingkungan UIN Malang.
Bangunan tersebut diproyeksikan memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai kebutuhan konferensi, termasuk kegiatan pleno, pertemuan ilmiah, forum dialog, serta aktivitas pendukung berskala besar.
Selama survei, tim KUPI meninjau ruang konferensi, auditorium, ruang sidang, fasilitas ma’had atau asrama, area ibadah, akses mobilitas peserta, sarana sanitasi, serta kesiapan teknologi informasi dan komunikasi.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan pemetaan yang lebih rinci mengenai kebutuhan teknis, fasilitas, dan langkah-langkah penguatan yang diperlukan menuju penyelenggaraan KUPI III 2027.
Kunjungan perwakilan KUPI dan jejaringnya menjadi penanda awal sinergi antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan berbagai lembaga masyarakat sipil dalam menyiapkan konferensi internasional yang berorientasi pada keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan bersama.
Dengan dukungan seluruh unsur kampus, UIN Malang optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi terselenggaranya KUPI III 2027.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: UIN Malang
editor: jatmiko






























