Malang, Tugumalang.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Selasa (1/9/2026) siang, berhasil dipadamkan. Sebanyak 15 hektare lahan hutan di gunung setinggi 2.868 mdpl tersebut hangus terbakar.
Karhutla terjadi di Petak 100 dekat Pos 3 Pendakian Gunung Butak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sekitar pukul 12.46 WIB. Titik api diketahui berjarak sekitar 140 meter dari wilayah Kota Batu.
Kepala BPBD Kota Batu Suwoko membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, tim gabungan segera berkoordinasi dan naik ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Penanganan cepat membuat api berhasil dijinakkan.
“Informasi di lapangan, sekira pukul 16.17 WIB api sudah berhasil dipadamkan. Akibat kebakaran itu, luas hutan terbakar kurang lebih 15 hektare,” ungkap Suwoko.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Butak, 182 Pendaki Dievakuasi
Saat ini, pihaknya fokus melakukan penyisiran sekaligus mengimbau pendaki turun. Hingga pukul 19.19 WIB, terdapat 99 pendaki yang masih belum turun di kawasan Gunung Butak dan Panderman.
Berdasarkan data admin Pos Pendakian Gunung Panderman-Butak, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, terdapat 271 pendaki yang naik Gunung Butak. Rinciannya, 176 pendaki naik pada Senin (31/8/2026) dan 95 pendaki belum turun dari pendakian sebelumnya.
“Untuk kondisi seluruh pendaki yang sudah turun ke pos pendakian dipastikan dalam kondisi selamat. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, BPBD Kota Batu terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan api tidak merembet ke wilayah hutan Kota Batu. Salah satu upayanya dengan membuat sekat.
“Kami merekomendasikan juga untuk penutupan sementara jalur pendakian Gunung Panderman, Butak dan Bokong,” imbuhnya.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Kebakaran cepat meluas karena kondisi vegetasi kering berupa semak dan ilalang mendominasi kawasan Pos 3. Cuaca panas serta tiupan angin kencang pada musim kemarau juga membuat api lebih cepat merambat.
BPBD Kota Batu mengimbau pendaki dan warga untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Butak, khususnya di sepanjang rute menuju Pos 3.
“Saat musim kemarau, percikan sekecil apa pun dapat memicu kebakaran besar. Kami mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuat api unggun, dan menjauhi area terdampak hingga situasi benar-benar kondusif,” tegas Suwoko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























