Kota Batu, Tugumalang.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Butak, Kota Batu, Selasa (1/9/2026) siang. Sebanyak 182 pendaki dievakuasi setelah asap tebal mengganggu jarak pandang.
Titik api terdeteksi di kawasan hutan Petak 100, persis di sekitar Pos 3 jalur pendakian.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kota Batu bersama petugas gabungan menginstruksikan pendaki menjauh dari kawasan Pos 3 Gunung Butak. Instruksi serupa berlaku di area Gunung Panderman dan Gunung Bokong karena asap tebal mengganggu penglihatan.
Kepala BPBD Kota Batu Suwoko membenarkan peristiwa tersebut. Laporan kobaran api pertama kali diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu sekitar pukul 12.46 WIB dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak.
“Benar, berdasarkan informasi dari Paguyuban Ojek Pendakian, telah terjadi kebakaran hutan di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak,” kata Suwoko saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
BPBD Kota Batu kemudian berkoordinasi dengan Perhutani, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat untuk melakukan pengecekan dan pemadaman awal.
“Sejauh ini, kami juga sudah mengevakuasi sekitar 182 pendaki turun baik di Gunung Butak, Panderman maupun Gunung Bokong,” ujarnya.
Sementara itu, proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala. Medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau membuat penanganan api tidak mudah.
“Kami sudah menerjunkan tim ke lokasi. Namun karena aksesnya cukup menantang, kami memerlukan dukungan personel tambahan serta logistik yang memadai,” jelasnya.
Baca juga: Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan
Situasi makin diperparah kondisi vegetasi kering berupa semak dan ilalang yang mendominasi kawasan Pos 3. Cuaca panas serta tiupan angin kencang pada musim kemarau juga memicu api merambat lebih cepat.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kota Batu mengimbau pendaki dan warga untuk sementara tidak beraktivitas di kawasan Gunung Butak, khususnya sepanjang rute menuju Pos 3.
“Saat musim kemarau, percikan sekecil apa pun dapat memicu kebakaran besar. Kami mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuat api unggun, dan menjauhi area terdampak hingga situasi benar-benar kondusif,” tegas Suwoko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























