Tugumalang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengusulkan rekrutmen sekitar 500 guru untuk tahun 2027. Pasalnya, puluhan guru tercatat memasuki masa pensiun setiap bulannya hingga membuat Kota Malang kekurangan guru sekolah di berbagai jenjang pendidikan.
Disdikbud Kota Malang mencatat setidaknya ada 2.330 guru SD baik ASN, PPPK dan GTT dari total kebutuhan 2.509 guru di tahun 2026. Kemudian jenjang SMP terdapat 1.127 guru dari total kebutuhan sebanyak 1.315 guru.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan bahwa proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal meski kebutuhan tenaga guru terus berubah setiap tahun. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh guru yang memasuki masa pensiun.
Baca Juga: Festival Layang-Layang Meriahkan HUT RI di Kota Malang
Dikatakan rata rata terdapat sekitar 15 hingga 20 guru yang pensiun setiap bulan. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga pendidik harus terus dipetakan agar tidak mengganggu keberlangsungan pembelajaran di sekolah.
“Setiap bulannya paling tidak 15 sampai 20 guru itu ada yang pensiun. Jadi setiap bulan itu pasti ada kekurangan,” kata Suwarjana, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tetap memiliki opsi untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran melalui guru tidak tetap. Sekolah diperbolehkan memanfaatkan anggaran untuk honor guru tidak tetap yang bersumber dari BOS Daerah maupun BOS Nasional.
Namun, terdapat ketentuan dalam kontrak kerja yang harus dipahami sejak awal. Guru tidak tetap yang direkrut dengan skema tersebut tidak dapat menuntut untuk diangkat menjadi pegawai tetap maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Polinema Latih Guru SD Mutiara Harapan Lawang Kembangkan Media Ajar Fun Science
Di sisi lain, Suwarjana menegaskan kondisi tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai krisis guru. Ia memastikan aktivitas pembelajaran di sekolah sekolah Kota Malang hingga kini masih berjalan dengan aman dan lancar.
“Tidak ada krisis guru, memang ada kekurangan tetapi tidak sampai krisis guru karena tiap bulan ada yang pensiun,” ungkapnya.
Meski demikian, Disdikbud Kota Malang tetap mengantisipasi kebutuhan guru untuk tahun berikutnya. Setiap tahun, pihaknya menyusun peta jabatan dan mengusulkan tambahan tenaga ASN guru sesuai kebutuhan yang ada.
Untuk tahun 2027, Disdikbud Kota Malang memperkirakan akan mengusulkan rekrutmen tambahan guru ASN di kisaran 400 hingga 500 orang. Jumlah tersebut salah satunya mempertimbangkan guru yang memasuki masa pensiun.
“Kami tetap setiap tahun mengusulkan. Entah itu ada atau tidak, kami mengusulkan. Ada peta jabatan kami, kami usulkan. Termasuk untuk tahun depan, kami usulkan 400-500 guru,” jelasnya.
Suwarjana menegaskan, Pemerintah Kota Malang akan terus berupaya memastikan hak masyarakat memperoleh pendidikan tetap terpenuhi. Untuk itu, dinamika kebutuhan tenaga guru tidak boleh sampai menghambat proses pembelajaran peserta didik.
“Walaupun ada kekurangan, kami dari Pemerintah Kota Malang tetap berupaya agar pembelajaran sesuai dengan hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Tidak akan terganggu proses belajar mengajar,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























