Malang, Tugumalang.id – Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membudidayakan ikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendorong masyarakat memanfaatkan metode budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga sekaligus membuka peluang usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan Sarana Prasarana 2026 yang digelar Dispangtan Kota Malang, Rabu (12/8/2026). Ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber. Yakni Moh Anas Setiawan selaku Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Fransisca Novi dari UPT Pelatihan Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim.
Baca juga: Pastikan Stabilitas Ketersediaan Pangan, Dispangtan Kota Malang Gencarkan Gerakan Pangan Murah
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan praktis masyarakat dalam menerapkan Budikdamber. Yakni mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah secara mandiri di lingkungan tempat tinggal,” kata Slamet.
Menurutnya, Budikdamber memiliki keunggulan karena bisa diterapkan pada lahan terbatas. Masyarakat tidak membutuhkan lahan luas untuk mulai membudidayakan ikan. Metode tersebut dinilai cocok diterapkan di kawasan perkotaan seperti Kota Malang.
Dapat Paket Budikdamber
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan budidaya ikan lele menggunakan media ember. Selain pelatihan teknis, Dispangtan juga memberikan fasilitasi sarana dan prasarana berupa paket Budikdamber, termasuk benih ikan dan pakan.
Slamet berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai fasilitas semata. Peserta diminta memanfaatkan sekaligus merawat sarana yang diberikan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Harapannya peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan budidaya masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: Dispangtan Kota Malang Gelar Pekan Ketahanan Pangan
Lebih jauh, Budikdamber juga diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga dengan cara yang mudah dan murah. Pemanfaatan pekarangan rumah, meski dengan luas terbatas, diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi salah satu upaya pencegahan stunting.
Berpeluang Jadi Usaha
Dispangtan juga melihat Budikdamber memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi. Masyarakat didorong tidak hanya memproduksi ikan untuk konsumsi sendiri, tetapi secara bertahap meningkatkan pengelolaannya menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.
“Ke depannya kami berharap Budikdamber ini bisa menjadi lebih bernilai ekonomis dengan menggabungkannya dengan teknologi budidaya yang lebih inovatif, misalnya sistem resirkulasi air,” terangnya.
Tak berhenti pada aspek budidaya, Slamet juga membuka peluang integrasi Budikdamber dengan konsep urban farming dan pengembangan kampung tematik. Jika dikelola secara profesional, aktivitas tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penataan lingkungan sekaligus mendukung kesehatan keluarga.
Ia berharap para pembudidaya nantinya dapat menjadi duta budidaya dan wisata perikanan perkotaan Kota Malang. Potensi tersebut diharapkan mampu memperkenalkan praktik perikanan perkotaan sekaligus membuka peluang investasi dari luar daerah.
“Kami ingin para pembudidaya memiliki jiwa entrepreneur, mampu menerapkan kemajuan teknologi budidaya, saling mendukung dan memperkuat posisi produk perikanan perkotaan di pasar lokal maupun regional,” katanya.
Slamet menambahkan, keberlanjutan program juga membutuhkan komunikasi antara pembudidaya dengan pemerintah dan penyuluh. Untuk itu, peserta diminta terus berkonsultasi dengan petugas Dispangtan maupun penyuluh perikanan untuk meningkatkan kemampuan teknis mereka.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























