Senin, September 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri

Redaksi by Redaksi
Agustus 13, 2026 2:16 pm
in Advertorial
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Program bantuan sosial (bansos) pemerintah kini diarahkan bukan sekadar untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kementerian Sosial (Kemensos) ingin bantuan dan program pemberdayaan menjadi jalan keluar agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa perlahan mandiri dan lepas dari ketergantungan bantuan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, seluruh program Kemensos pada dasarnya memiliki satu tujuan utama, yakni mengentaskan kemiskinan.

READ ALSO

ParagonCorp Dampingi 6.000 Guru dan Dosen Adaptif di Era AI

Tim PDKB PLN UP3 Malang Wakili Jawa Timur di Lomba Tingkat Nasional

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos, Selasa (11/8/2026).

Menurut Agus, pemerintah memang memiliki berbagai instrumen untuk mengatasi kemiskinan, mulai dari bansos hingga program Sekolah Rakyat. Namun, program-program tersebut harus tetap diarahkan pada tujuan akhir yang sama: membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

“Mau pakai Sekolah Rakyat, mau pakai bansos, mau pakai apa pun, tujuannya adalah pengentasan kemiskinan,” ujar Agus.

Pendamping Sosial Jadi Kunci

Kemensos juga terus mengevaluasi berbagai faktor yang membuat upaya pengentasan kemiskinan belum maksimal. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peran pendamping sosial yang berada dekat dengan KPM.

Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Pendamping tidak hanya dituntut memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu membantu KPM menyusun langkah agar kondisi ekonomi keluarga bisa meningkat hingga akhirnya mandiri.

Karena itu, pola pikir pendamping sosial juga perlu bergeser. Orientasinya tidak berhenti pada “bagaimana bantuan sampai ke penerima”, tetapi berkembang menjadi “bagaimana penerima bisa keluar dari kondisi yang membuat mereka membutuhkan bantuan.”

Pendekatan Graduasi BRAC

Pendekatan graduasi BRAC menjadi salah satu model yang dapat dipelajari untuk memperkuat proses tersebut. Apalagi pendekatan tersebut telah diterapkan dalam program penanggulangan kemiskinan di berbagai negara.

Pendekatan graduasi ini merupakan proses peningkatan kesejahteraan yang dilakukan secara bertahap, terukur, memiliki batas waktu, dan disertai pendampingan intensif.

BRAC menyederhanakan komponen utamanya dalam konsep ABC, yakni asset, basic needs, dan coaching.

“Yang berbeda dari pendekatan graduasi ini adalah intervensinya dilakukan secara berurutan. Pendampingannya dan ada batas waktunya,” ujar Abdurrahman Syebubakar, Country Lead BRAC Indonesia.

Kriteria graduasi juga harus disusun secara jelas sehingga KPM tidak dinyatakan mandiri hanya karena telah selesai menerima suatu program.

“Jadi kriteria graduasi itu menjadi sangat penting. Jangan sampai nanti divonis tergraduasi. Misalnya tergraduasi dari program, atau tergraduasi dari skema yang komprehensif ini. Kemudian minggu depan mereka balik lagi turun miskin. Itu tidak boleh terjadi,” kata Abdurrahman.

Dari sisi upaya pemberdayaan, pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah terkait perlu terlibat secara aktif sesuai kebutuhan KPM. Transformasi pengentasan kemiskinan juga perlu dimulai dengan mengetahui secara tepat persoalan yang terjadi di dalam sistem, kemudian menentukan intervensi yang sesuai.

“Ini hal yang baik buat kita untuk transformasi. Istilah lain dari revolusi adalah transformasi yang dipercepat,” ucap Agus Jabo menutup audiensi.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Lead Policy and Implementation Puji D. Antono, Lead MEL and Research Tania Warokka, serta Program Coordinator Zulkifli Kahar.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos

Editor: Herlianto. A

Tags: BangladeshBansosKemensosKemensos Selalu Ada

Related Posts

ParagonCorp Dampingi 6.000 Guru dan Dosen Adaptif di Era AI
Advertorial

ParagonCorp Dampingi 6.000 Guru dan Dosen Adaptif di Era AI

Minggu, 27 Sep 2026
Tim PDKB PLN UP3 Malang Wakili Jawa Timur di Lomba Tingkat Nasional
Advertorial

Tim PDKB PLN UP3 Malang Wakili Jawa Timur di Lomba Tingkat Nasional

Minggu, 27 Sep 2026
Maknai Hari Kesaktian Pancasila dengan Energsi Persatuan dan Semangat Pelayanan dengan Lebih Produktif: Move, Mind & Thrive
Advertorial

Maknai Hari Kesaktian Pancasila dengan Energsi Persatuan dan Semangat Pelayanan dengan Lebih Produktif: Move, Mind & Thrive

Minggu, 27 Sep 2026
PLN UP3 Malang Hadirkan Listrik untuk Musholla Ashabul Kahfi lewat Light Up The Dream
Advertorial

PLN UP3 Malang Hadirkan Listrik untuk Musholla Ashabul Kahfi lewat Light Up The Dream

Minggu, 27 Sep 2026
Psikologi UIN Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak lewat Asesmen School Well-Being
Advertorial

Psikologi UIN Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak lewat Asesmen School Well-Being

Minggu, 27 Sep 2026
Wisuda ke-74 Polinema, 998 Lulusan dan Peran PSDKU bagi Masyarakat
Advertorial

Wisuda ke-74 Polinema, 998 Lulusan dan Peran PSDKU bagi Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026
Next Post
Fenomena Sound Horeg Makin Marak, Begini Menurut Kajian Pakar UMM

Fenomena Sound Horeg Makin Marak, Begini Menurut Kajian Pakar UMM

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.