Malang, Tugumalang.id – Ketua DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Pusat Erik Hidayat menyoroti tantangan pelaku usaha dan UMKM di Jawa Timur, mulai pelemahan rupiah hingga persaingan produk impor.
Hal tersebut disampaikan Erik dalam sambutannya pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HIPPI Jawa Timur sekaligus Pelantikan DPC HIPPI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Camp King Sulaiman, Selasa (11/8/2026).
Erik hadir secara daring melalui Zoom. Dia mengapresiasi pelaksanaan Rakerda yang sekaligus menjadi momentum konsolidasi pengurus HIPPI di seluruh Jawa Timur.
Ia menilai tema kegiatan, yakni “Kolaborasi, Berinovasi, Berdaya Saing untuk Mewujudkan Pengusaha dan UMKM Jawa Timur yang Kuat, Naik Kelas, dan Berdaya Saing Global”, sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini.

“Saya rasa tema ini bukan hanya bagus secara kalimat, tapi juga sangat relevan dengan kondisi hari ini,” kata Erik.
Baca juga: Puluhan Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Kompetisi Bisnis Mekaarpreneur 2025
Menurutnya, kondisi ekonomi yang dihadapi pelaku usaha saat ini tidak mudah. Meskipun ekonomi nasional masih menunjukkan pertumbuhan, tekanan di lapangan semakin terasa oleh dunia usaha.
“Kita semua tahu situasi ekonomi tidaklah mudah. Di tingkat nasional, ekonomi masih tumbuh, tapi tertekan di lapangan secara terasa,” kata Erik.
Ia menyebut saat ini rupiah melemah, dolar tinggi, biaya bahan baku naik, daya beli masyarakat turun, dan kelas menengah semakin tertekan. Para pelaku usaha pun harus bekerja keras untuk bertahan.
Tantangan UMKM Naik Kelas

Erik juga menyoroti persoalan yang membuat banyak UMKM di Jawa Timur kesulitan naik kelas. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang memiliki produk bagus, tetapi belum didukung aspek fundamental bisnis yang memadai.
Di sisi lain, persaingan usaha juga dinilai semakin terbuka. Masuknya produk impor serta meningkatnya persaingan tenaga kerja membuat pelaku usaha dan sumber daya manusia lokal harus meningkatkan kemampuan.
Erik menegaskan peningkatan keterampilan sumber daya manusia menjadi salah satu hal yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, kebutuhan skill di dunia usaha terus meningkat seiring perubahan dan semakin ketatnya persaingan.
“Kalau SDM kita tidak naik kelas, kalau anak-anak muda kita tidak punya keterampilan yang relevan, maka kita akan kalah di negeri sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Erik menilai HIPPI memiliki peran penting untuk menjadi wadah pengusaha dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Konsolidasi organisasi di tingkat daerah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha sekaligus mendorong UMKM agar semakin kompetitif.
Ia berharap Rakerda DPD HIPPI Jawa Timur bisa menghasilkan keputusan-keputusan dan rekomendasi yang konkret. Bukan hanya daftar kegiatan, tetapi program yang bisa dijalankan.
Erik menyoroti beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, di antaranya penguatan database, program UMKM naik kelas, kolaborasi antaranggota, membangun hubungan dengan pemerintah daerah, serta menyiapkan rekomendasi strategis untuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI Pusat.
“Saya mengundang Anda semua untuk hadir (di Rakernas). Bawa produk-produk unggulan, gagasan, program, dan model kolaborasi,” ujar Erik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























