Malang, Tugumalang.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) semakin meluas. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur per Senin (10/8/2026) pukul 12.39 mencatat luas area terbakar mencapai sekitar 742,70 hektare.
Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hingga kini, upaya pemadaman termasuk water bombing masih terus dilakukan.
Pada Senin (10/8/2026) hingga pukul 12.18, dua helikopter telah melakukan sembilan rit water bombing dengan total 24.000 liter air. Sejak Jumat (7/8/2026), total lebih dari 168 ribu liter air telah dijatuhkan menggunakan helikopter. Air diambil dari Ranu Pani dan Ranu Regulo.
Baca juga: Kebakaran Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup
“Penanganan terus dilakukan baik melalui pemadaman darat maupun operasi water bombing dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto.
Saat ini, operasi water bombing difokuskan pada tiga titik, yakni Pakis Bincil Dingklik, area Penanjakan, dan area P30. Operasi pemadaman melalui udara tersebut menyesuaikan kondisi cuaca, terutama jarak pandang dan kecepatan angin.
Kabut serta kepulan asap tebal juga menjadi salah satu kendala karena mengganggu visibilitas helikopter saat melakukan water bombing. Selain operasi udara, pemadaman darat terus dilakukan dengan delapan unit mobil pemadam kebakaran, dua unit truk tangki, dan satu unit mobil L300.
“Medan terjal menjadi tantangan bagi petugas yang melakukan pemadaman darat secara manual,” kata Gatot.
Baca juga: Water Bombing 4.800 Liter Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Bromo
Kendala lain yang dihadapi petugas adalah angin kencang yang menyebabkan api cepat menjalar.
Petugas juga melakukan pembasahan pada titik yang masih mengeluarkan asap agar bara tidak kembali menjadi api. Berdasarkan evaluasi penanganan beberapa hari terakhir, titik api yang terlihat padam pada pagi hingga siang hari berpotensi kembali muncul pada sore hingga malam.
“Kami terus melakukan pembasahan di daerah-daerah yang berpotensi memunculkan titik api,” kata Gatot.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























