Malang, Tugumalang.id – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong transformasi pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan dan tantangan global.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Kunjungan Fakultas yang digelar Kamis (6/8/2026).
Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., mengatakan fakultas saat ini menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan mahasiswa terhadap bidang pendidikan.
Berdasarkan temuan di lapangan, kata dia, Fakultas Tarbiyah kerap menjadi pilihan kesekian bagi sebagian mahasiswa. Bahkan, ada mahasiswa yang menyampaikan keinginan untuk berpindah ke fakultas lain.
“Yang terjadi di lapangan, Fakultas Tarbiyah dipilih mahasiswa sebagai pilihan yang kesekian. Beberapa mahasiswa ketika saya turun ke lapangan ingin pindah ke fakultas lain,” ujar Prof. Walid.
Baca juga: Rektor UIN Malang Dorong Peningkatan Publikasi Ilmiah
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Meski lulusan FITK memiliki kompetensi utama sebagai pendidik profesional, peluang karier mereka tidak seharusnya terbatas pada profesi guru.
Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri menuntut lulusan pendidikan memiliki kompetensi yang lebih luas dan adaptif.
“Kerjanya FITK memang guru, tetapi belum tentu peluangnya besar menjadi guru,” jelasnya.
Lulusan FITK, lanjut dia, tidak cukup hanya mampu menyampaikan materi. Mereka juga harus mampu merancang, mengembangkan, dan menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif serta inovatif.
Tantangan Semakin Kompleks
Prof. Walid menilai tantangan di era global semakin kompleks. Mulai dari persaingan kerja yang makin ketat, kesenjangan kompetensi lulusan, hingga tuntutan terhadap kesejahteraan dan kesiapan profesional.
Karena itu, FITK mengembangkan impact curriculum atau kurikulum berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Melalui perubahan paradigma dari penyampai materi menjadi arsitek pembelajaran, dosen didorong lebih inovatif, sementara mahasiswa dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Dengan paradigma ini, dosen dituntut menjadi lebih inovatif, sementara mahasiswa dipersiapkan menjadi lulusan yang adaptif dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Konsep tersebut diwujudkan melalui penguatan profil future ready graduates dan agile educators, yakni lulusan yang siap menghadapi perubahan serta pendidik yang mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran.
Perkuat Pengalaman Internasional
Selain pembaruan kurikulum, FITK juga memperkuat upaya internasionalisasi. Tahun ini, fakultas telah mengirimkan 38 mahasiswa ke luar negeri untuk mengikuti program asistensi.
Setelah menyelesaikan program tersebut, mahasiswa memperoleh sertifikat sebagai bagian dari penguatan pengalaman dan kompetensi internasional.
Melalui program itu, mahasiswa FITK UIN Malang tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman global yang dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

























