Tugumalang.id – Indonesia saat ini sedang bersemangat untuk mengikuti gelaran Piala Dunia. Meskipun belum bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026 di Benua Amerika, namun Bangsa Indonesia dan PSSI sebagai organisasi pengelola seluruh kompetisi sepakbola yang ada di Indonesia, memiliki harapan untuk berkompetisi di Piala Dunia tahun 2030.
Tujuan ini tentu memerlukan sistim pembinaan sepakbola usia muda yang baik. Sistim pembinaan usia muda akan berjalan dengan lebih baik jika ditunjang dengan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan nutrisi yang baik.
Baca Juga: Luar Biasa! Universitas Negeri Malang Masuk 15 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE AUR 2025
Agar kemampuan pengelolaan atau manajemen nutrisi dapat berhasil, perlu diupayakan pembiasaan mengenai strategi pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan masing-masing atlet.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dan pola kebiasaan terkait pengelolaan makanan yang baik dan benar.
Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang dipimpin oleh dokter Erianto Fanani M.KKK, telah melakukan salah satu upaya untuk mendukung tujuan tersebut.
Melalui kegiatan edukasi mengenai pemetaan makanan dan pengelolaan pola makan (Food Mapping and Meal Management), Erianto menanamkan pentingnya pengetahuan mengenai makanan apa saja yang diperlukan dan dilarang untuk atlet usia muda.

Kegiatan edukasi dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) Kota Malang, dengan melibatkan tim dosen (Cassandra Permata Nusa, S.Gz, M.Si dan dr. Tisnalia Merdya, M.Kes) serta mahasiswa Fakultas Kedokteran UM (Rusyydy Syddyq, Farhan Rahadi Wibowo, Zaidhan Lucano Fulviansyah, Nauval Akhmadian Gelaner, Amirah Bertha Dzakirah, Riska Amelia, Athaayaa Nastiti Ulayya Devi, Muhammad Fakhrul Hafiz, David Jeremy Gultom).
Baca Juga:Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan
Edukasi ini dilakukan kepada sekitar 60 siswa akademi sepakbola ASIFA (Aji Santoso International Football Academy) yang berlokasi di Kompleks Lapangan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Materi edukasi antara lain mengenai jenis makanan dan waktu makan yang dianjurkan serta yang tidak direkomendasikan untuk konsumsi bagi atlet calon atlet.
Pemilihan dan pemilahan makanan penting bagi atlet dan calon atlet. Selain bertujuan agar kebutuhan gizinya terpenuhi, juga agar performa di lapangan dapat bekerja dengan optimal.
Periode makan juga menjadi hal yang penting, agar atlet paham kapan mereka boleh makan besar dan kapan serta bagaimana mereka harus mengatur porsi makan di momen sebelum bertanding, saat bertanding dan saat libur kompetisi.
Kegiatan ini mendukung tercapainya SDGs ke 3 yaitu mengenai kesehatan, khususnya mengenai gizi bagi atlet kelompok usia, SDGs ke 4 mengenai pendidikan dan SDGs 17 yaitu terkait kemitraan meraih tujuan yang melibatkan Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM dan ASIFA sebagai mitra kolaborasi pengabdian masyarakat.
Harapannya, melalui edukasi ini, para siswa yang juga atlet sepakbola di ASIFA memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan memilah jenis makanan bagi mereka, serta mampu mengelola pola makan yang sesuai untuk mereka secara mandiri, dan tidak bergantung kepada ahli gizi yang disediakan oleh tim pelatih dan manajemen klub.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: dr. Erianto Fanani, M.KKK
Editor: Herlianto. A
























