Senin, Juli 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Redaksi by Redaksi
Juli 13, 2026 8:58 am
in Bisnis
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

[08.26, 13/7/2026] Maura Sampetoding Magang: Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online Tugumalang.id - Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memulai usaha secara daring. Dua model bisnis yang banyak digunakan adalah reseller dan dropshipper. Keduanya sama-sama menjual produk dari pihak lain, tetapi memiliki mekanisme operasional yang berbeda, mulai dari penyediaan barang hingga proses pengiriman kepada konsumen. Perbedaan tersebut berkaitan dengan kepemilikan stok, kebutuhan modal, serta pembagian tanggung jawab antara penjual dan pemasok. Memahami karakteristik masing-masing model bisnis menjadi bagian dari pengetahuan dasar sebelum memulai usaha secara online. Reseller Menjual Kembali Produk yang Telah Dibeli Reseller adalah pihak yang membeli produk dari produsen, distributor, atau supplier untuk dijual kembali kepada konsumen. Produk yang telah dibeli menjadi persediaan milik reseller sehingga penyimpanan barang dilakukan oleh penjual sebelum dipasarkan. Dalam sistem ini, reseller bertanggung jawab atas pengelolaan stok, pengecekan kondisi barang, proses pengemasan, hingga pengiriman kepada pelanggan. Karena harus membeli produk terlebih dahulu, reseller memerlukan modal awal untuk menyediakan persediaan barang. Besarnya modal bergantung pada jenis produk, jumlah stok yang dibeli, dan ketentuan yang ditetapkan oleh supplier. Persediaan yang tersedia juga memungkinkan reseller mengirimkan produk segera setelah pesanan diterima apabila stok masih tersedia. Dropshipper Menjual Produk Tanpa Menyimpan Stok Berbeda dengan reseller, dropshipper tidak membeli atau menyimpan persediaan barang. Dalam sistem dropship, penjual menawarkan produk milik supplier kepada calon pembeli melalui marketplace, media sosial, atau platform penjualan lainnya. Apabila terjadi transaksi, pesanan diteruskan kepada supplier. Selanjutnya, supplier menyiapkan, mengemas, dan mengirimkan barang langsung kepada pelanggan atas nama dropshipper. Karena tidak perlu menyediakan stok, model bisnis ini tidak memerlukan tempat penyimpanan barang. Modal yang dibutuhkan juga umumnya lebih kecil dibandingkan sistem reseller karena pembelian produk dilakukan setelah ada pesanan dari konsumen. Perbedaan Terletak pada Modal dan Pengelolaan Barang Perbedaan utama antara reseller dan dropshipper terletak pada kepemilikan barang. Reseller memiliki stok yang telah dibeli sebelumnya, sedangkan dropshipper menjual produk yang masih berada di tangan supplier hingga terjadi transaksi. Perbedaan tersebut juga memengaruhi kebutuhan modal. Reseller memerlukan dana untuk membeli persediaan produk sebelum dijual kembali. Sebaliknya, dropshipper tidak diwajibkan membeli barang lebih dahulu karena proses pemesanan dilakukan setelah menerima pesanan dari pelanggan. Selain itu, pengelolaan barang juga berbeda. Reseller mengurus penyimpanan, pengemasan, serta pengiriman produk secara mandiri. Pada sistem dropship, proses tersebut menjadi tanggung jawab supplier, sedangkan dropshipper berperan dalam memasarkan produk dan meneruskan informasi pesanan. Masing-Masing Memiliki Operasional yang Berbeda Baik reseller maupun dropshipper merupakan model bisnis yang banyak digunakan dalam perdagangan digital. Perbedaan keduanya tidak terletak pada produk yang dijual, melainkan pada alur distribusi barang dan pembagian tanggung jawab dalam proses penjualan. Dengan memahami cara kerja kedua model tersebut, masyarakat dapat mengenali perbedaan antara reseller dan dropshipper berdasarkan kepemilikan stok, kebutuhan modal, serta proses distribusi barang. Informasi tersebut juga menjadi bagian dari pemahaman dasar mengenai sistem penjualan yang berkembang dalam perdagangan elektronik. Penulis: Maura Sampetoding/ Magang Keyword: perbedaan reseller dan dropshipper, reseller adalah, dropshipper adalah, bisnis reseller, bisnis dropshipper, cara kerja reseller, cara kerja dropshipper, bisnis online pemula Deskripsi: Masih bingung membedakan reseller dan dropshipper? Simak perbedaan cara kerja, kebutuhan modal, pengelolaan stok, hingga proses pengiriman dalam bisnis online. Tag: reseller, dropshipper, bisnis online, UMKM, e-commerce, wirausaha, digital marketing [08.26, 13/7/2026] Maura Sampetoding Magang: Ilustrasi reseller mengemas barang sebelum dikirim ke pelanggan. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memulai usaha secara daring. Dua model bisnis yang banyak digunakan adalah reseller dan dropshipper.

Keduanya sama-sama menjual produk dari pihak lain, tetapi memiliki mekanisme operasional yang berbeda, mulai dari penyediaan barang hingga proses pengiriman kepada konsumen.

READ ALSO

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Perbedaan tersebut berkaitan dengan kepemilikan stok, kebutuhan modal, serta pembagian tanggung jawab antara penjual dan pemasok. Memahami karakteristik masing-masing model bisnis menjadi bagian dari pengetahuan dasar sebelum memulai usaha secara online.

Reseller Menjual Kembali Produk yang Telah Dibeli

Reseller adalah pihak yang membeli produk dari produsen, distributor, atau supplier untuk dijual kembali kepada konsumen. Produk yang telah dibeli menjadi persediaan milik reseller sehingga penyimpanan barang dilakukan oleh penjual sebelum dipasarkan.

Dalam sistem ini, reseller bertanggung jawab atas pengelolaan stok, pengecekan kondisi barang, proses pengemasan, hingga pengiriman kepada pelanggan. Karena harus membeli produk terlebih dahulu, reseller memerlukan modal awal untuk menyediakan persediaan barang.

Besarnya modal bergantung pada jenis produk, jumlah stok yang dibeli, dan ketentuan yang ditetapkan oleh supplier. Persediaan yang tersedia juga memungkinkan reseller mengirimkan produk segera setelah pesanan diterima apabila stok masih tersedia.

Dropshipper Menjual Produk Tanpa Menyimpan Stok

Berbeda dengan reseller, dropshipper tidak membeli atau menyimpan persediaan barang. Dalam sistem dropship, penjual menawarkan produk milik supplier kepada calon pembeli melalui marketplace, media sosial, atau platform penjualan lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Bisnis UMKM Bisa Bertahan di Tengah Persaingan yang Ketat

Apabila terjadi transaksi, pesanan diteruskan kepada supplier. Selanjutnya, supplier menyiapkan, mengemas, dan mengirimkan barang langsung kepada pelanggan atas nama dropshipper.

Karena tidak perlu menyediakan stok, model bisnis ini tidak memerlukan tempat penyimpanan barang. Modal yang dibutuhkan juga umumnya lebih kecil dibandingkan sistem reseller karena pembelian produk dilakukan setelah ada pesanan dari konsumen.

Perbedaan Terletak pada Modal dan Pengelolaan Barang

Perbedaan utama antara reseller dan dropshipper terletak pada kepemilikan barang. Reseller memiliki stok yang telah dibeli sebelumnya, sedangkan dropshipper menjual produk yang masih berada di tangan supplier hingga terjadi transaksi.

Perbedaan tersebut juga memengaruhi kebutuhan modal. Reseller memerlukan dana untuk membeli persediaan produk sebelum dijual kembali.

Sebaliknya, dropshipper tidak diwajibkan membeli barang lebih dahulu karena proses pemesanan dilakukan setelah menerima pesanan dari pelanggan.

Selain itu, pengelolaan barang juga berbeda. Reseller mengurus penyimpanan, pengemasan, serta pengiriman produk secara mandiri. Pada sistem dropship, proses tersebut menjadi tanggung jawab supplier, sedangkan dropshipper berperan dalam memasarkan produk dan meneruskan informasi pesanan.

Masing-Masing Memiliki Operasional yang Berbeda

Baik reseller maupun dropshipper merupakan model bisnis yang banyak digunakan dalam perdagangan digital. Perbedaan keduanya tidak terletak pada produk yang dijual, melainkan pada alur distribusi barang dan pembagian tanggung jawab dalam proses penjualan.

Dengan memahami cara kerja kedua model tersebut, masyarakat dapat mengenali perbedaan antara reseller dan dropshipper berdasarkan kepemilikan stok, kebutuhan modal, serta proses distribusi barang.

Informasi tersebut juga menjadi bagian dari pemahaman dasar mengenai sistem penjualan yang berkembang dalam perdagangan elektronik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Bisnis Onlinedigital marketingDropshippere-commerceresellerUMKMWirausaha

Related Posts

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Bisnis

Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM

Rabu, 8 Jul 2026
Nadia, Salah Satu Penjual Air Minum di Kawasan CFD (Foto: Nathasya Amalia)
Bisnis

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Senin, 29 Jun 2026
Digitalisasi UKM
Bisnis

Digitalisasi UKM: IoT Jadi Kunci Efisiensi Operasional Bisnis Kecil

Minggu, 28 Jun 2026
Ilustrasi content creator yang sedang membuat konten promosi UMKM. (Foto: Pexels)
Bisnis

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Senin, 1 Jun 2026
Faerie Afterlight, Salah Satu Karya Studio Game Asal Malang yang Mendunia (Foto: Pinterest)
Bisnis

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.