Malang, Tugumalang.id – Menjelang kelulusan, mahasiswa mulai menyiapkan berbagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Selain meningkatkan kompetensi dan memperkaya pengalaman, menyusun curriculum vitae (CV) menjadi salah satu persiapan yang tidak boleh diabaikan. Dokumen ini menjadi kesan pertama yang dinilai oleh perekrut sebelum pelamar memasuki tahapan seleksi berikutnya.
Di tengah perkembangan proses rekrutmen, pelamar kini mengenal dua format CV yang paling banyak digunakan, yakni CV berbasis Applicant Tracking System (ATS) dan CV kreatif. Keduanya memiliki fungsi, karakteristik, serta tujuan penggunaan yang berbeda sehingga penting dipahami sebelum mengirim lamaran kerja.
Memilih format CV yang tepat dapat meningkatkan peluang lolos seleksi administrasi. Sebab, setiap perusahaan memiliki sistem dan kebutuhan rekrutmen yang berbeda. Ada yang mengandalkan penyaringan digital melalui ATS, sementara perusahaan lain lebih memperhatikan tampilan visual dokumen pelamar.
Mengenal Perbedaan CV ATS dan CV Kreatif
CV ATS dirancang agar isi dokumen dapat dibaca dengan mudah oleh sistem penyaringan otomatis yang digunakan banyak perusahaan. Sistem ini memindai informasi penting, seperti pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, hingga kata kunci yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Karena ditujukan untuk diproses oleh sistem, CV ATS umumnya menggunakan tampilan sederhana dengan format yang rapi. Penggunaan elemen visual seperti ikon, grafik, tabel yang rumit, maupun desain berlebihan biasanya dihindari agar seluruh informasi dapat terbaca tanpa kendala.
Di sisi lain, CV kreatif lebih mengutamakan aspek visual. Pemilihan warna, tata letak, hingga desain yang menarik dimanfaatkan untuk menunjukkan karakter sekaligus kemampuan pelamar dalam menyampaikan informasi secara kreatif. Format ini sering dipilih oleh pelamar yang mengincar pekerjaan di bidang desain, pemasaran kreatif, fotografi, ilustrasi, maupun industri kreatif lainnya.
Baca juga: Tips Mengirim Email untuk Melamar Pekerjaan atau Magang
Penggunaan ATS Semakin Umum dalam Rekrutmen
Banyak perusahaan kini memanfaatkan sistem ATS untuk membantu menyaring jumlah pelamar yang terus meningkat. Teknologi tersebut mempercepat proses seleksi administrasi karena sistem akan mengidentifikasi dokumen yang paling sesuai dengan kriteria lowongan.
Agar peluang lolos tahap awal lebih besar, pelamar perlu menyesuaikan isi CV dengan deskripsi pekerjaan. Penggunaan kata kunci yang relevan, penulisan pengalaman secara jelas, serta penyebutan keterampilan yang benar-benar dimiliki menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.
CV Kreatif Tetap Relevan untuk Profesi Tertentu
Di sejumlah bidang pekerjaan, desain CV masih menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam proses seleksi. Bagi pelamar yang ingin berkarier di industri kreatif, penyajian dokumen yang menarik dapat sekaligus menjadi media untuk menunjukkan kemampuan mengelola visual dan menyampaikan informasi secara efektif.
Meski demikian, aspek estetika sebaiknya tidak lebih menonjol daripada isi dokumen. Pengalaman, riwayat pendidikan, keterampilan, sertifikasi, serta portofolio tetap perlu disusun secara sistematis agar perekrut dapat memahami kualifikasi pelamar dengan mudah.
Pilih Format Sesuai Kebutuhan Perusahaan
Tidak ada satu jenis CV yang selalu lebih baik dibandingkan yang lain. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan proses rekrutmen dan karakter perusahaan yang dituju.
Untuk perusahaan besar atau lowongan yang menggunakan sistem rekrutmen digital, CV ATS umumnya menjadi pilihan yang lebih aman karena lebih mudah diproses oleh sistem penyaringan. Sebaliknya, saat melamar ke perusahaan yang bergerak di sektor kreatif, CV dengan desain menarik dapat menjadi nilai tambah selama informasi tetap tersusun dengan jelas.
Selain CV, pelamar juga disarankan melampirkan dokumen pendukung seperti portofolio, sertifikat pelatihan, pengalaman organisasi, hingga pengalaman magang yang relevan. Dokumen tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kompetensi yang dimiliki.
Mulai Susun CV Sejak Masih Kuliah
Mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai menyusun CV. Berbagai pengalaman selama perkuliahan, mulai dari organisasi, kepanitiaan, kompetisi, pelatihan, hingga program magang, dapat menjadi bekal yang layak dicantumkan sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Pada akhirnya, baik CV ATS maupun CV kreatif memiliki tujuan yang sama, yakni memperkenalkan kompetensi, pengalaman, dan potensi pelamar kepada perusahaan. Dengan memilih format yang sesuai serta menyusun informasi secara jelas dan relevan, peluang untuk melangkah ke tahap seleksi berikutnya akan semakin terbuka.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko
























