Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Berdiri Sejak 1825, Klenteng Eng An Kiong Malang Punya Patung Dewa Bumi

Didatangkan dari Tiongkok

Redaksi by Redaksi
Januari 29, 2022 4:53 pm
in Asli Malang
Klenteng Eng An Kiong

Klenteng Eng An Kiong

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Klenteng Eng An Kiong menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kota Malang. Klenteng yang didirikan pada 1825 ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Klenteng ini memiliki Patung Dewa Bumi yang didatangkan langsung dari Tiongkok melalui perjalanan laut. Patung yang dibawa pedangang dari Tiongkok ini baru bisa sampai di Kota Malang usai berlayar sekitar 2-3 bulan.

“Jadi patung ini didatangkan dari Tiongkok naik kapal. Berlayar berbulan bulan membawa Patung Fu Tek Cen Sen atau Dewa Bumi ini kesini. Mereka berlayar sekitar 2-3 bulan baru sampai di Malang,” kata Herman Subianto, Wakil Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Kota Malang.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Patung Dewa Bumi di Klenteng Eng An Kiong
Patung Fu Tek Cen Sen atau Dewa Bumi yang ada di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang

Setelah sampai dengan selamat, Patung Dewa Bumi kemudian diletakkan di permukiman elit. Tepatnya yang saat ini ada di Jalan Martadinata, Kota Malang.

“Merasa selamat, kemudian patung ini disembayangi sebagai ucapan terima kasih. Karena berbulan bulan terombang ambing di tengah laut dan bisa selamat,” bebernya.

Kegiatan sembahyang itu kemudian diikuti warga sekitar yang melihat. Hingga pada akhirnya banyak warga yang turut bersembahyang di sana. “Akhirnya disini menjadi tempat ibadah kecil,” ucapnya.

Herman Subianto, Wakil Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Kota Malang.

Setahun kemudian, patung patung para dewa lain mulai berdatangan di Klenteng Eng An Kiong. Patung patung yang didatangkan dari negeri Tiongkok itu mayoritas berbahan kayu.

Hingga akhirnya dibangunlah sejumlah altar para dewa untuk menempatkan patung patung dewa tersebut. Kini Klenteng Eng An Kiong ini memiliki 18 altar para dewa dengan 28 patung dewa dan dewi.

Jemaat melakukan ibadah di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang

Menjelang Imlek, patung patung para dewa tersebut dibersihkan dengan bunga tujuh rupa. Kalangan Tridharma yang terdiri dari kepercayaan Tao, Buddha dan Konghucu juga biasa melakukan prosesi Sang Sien atau menghantar para dewa kembali ke kayangan.

“Dewa itu memang ada banyak, tapi kalau Dewa Bumi itu adalah dewa tertua yang mampu menghadirkan ketenangan hati. Kira kira usianya hampir 3000 tahun lebih,” katanya.

Reporter: M Sholeh
editor:jatmiko

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
wayang

Kampus Budaya dan Peradaban, Unisma Gelar Pagelaran Wayang Istimewa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.