Senin, Juli 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

6 Fakta Pramoedya Ananta Toer, Penulis Tetralogi Pulau Buru

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2021 1:32 pm
in News, Sastra & Budaya
Pramoedya Ananta Toer saat mengetik karyanya. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Pramoedya Ananta Toer saat mengetik karyanya. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Siapa yang tak mengenal Pramoedya Ananta Toer. Dia telah melahirkan banyak karya yang berkualitas, termasuk tetralogi Pulau Buru. Bagaimana kisah Pramoedya Ananta Toer hingga melahirkan banyak karya? Tugu Malang pun akan menyajikan faktanya!

Nama Pramoedya Ananta Toer pun kembali dikenal banyak orang—terutama kalangan muda ketika bukunya yang berjudul Bumi Manusia difilmkan pada 2019. Pada saat itu, Iqbal Ramadhan berperan sebagai Minke dan Mawareva berperan sebagai Annelies. Dua anak muda yang terkenal itu memainkan perannya dengan baik. Bahkan, mereka membuat anak muda lainnya membuka mata tentang karya luar biasa yang diadaptasi dari buku sang maestro, yaitu Pramoedya Ananta Toer.

READ ALSO

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo

Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen

Melihat novel luar biasa yang dibuat oleh Pramoedya Ananta Toer, di antara kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana sosok maestro ini. Tugu Malang pun bakal menyajikan 6 fakta sosok Pramoedya Ananta Toer:

1. Penulis Terbaik di Indonesia

Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu penulis yang bagus di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan dia ialah penulis terbaik di Indonesia. Buku-bukunya sendiri telah diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk Bumi Manusia yang sudah diterjemahkan di 43 negara.

Tulisan Pramoedya Ananta Toer banyak disukai orang-orang luar. Dia adalah maestro dengan kualitas karya yang luar biasa. Karya-karyanya sarat dengan realitas sosial, kemanusiaan, dan menyentuh perasaan orang-orang di dunia.

2. Pernah Menjadi Tahanan Politik

Pada 13 Oktober 1965, Pramoedya Ananta Toer menjadi tahanan politik dan diasingkan ke Pulau Buru, Kepulauan Maluku. Dia ditahan karena menjadi bagian dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang merupakan organisasi sayap kiri dari PKI. Tanpa pernah diadili, Pram menjadi tahanan politik selama 14 tahun.

Beberapa orang menyayangkan ini karena Pram bukanlah kiri dalam artian yang sebenarnya. Dia bukanlah PKI. Dia adalah penulis dari organisasi yang berafiliasi ke PKI, dan memang pada saat itu Lekra-lah yang ingin menampung Pram. Teruntuk organisasi kiri Pram adalah aset, pemikiran Pram sangat luar biasa, tapi Pram tetaplah orang yang peduli dengan kemanusiaan dan ingin menjadi sebenar-benarnya manusia.

3. Karyanya Dilarang Beredar

Pada saat Orde Baru, karya-karya Pramoedya Ananta Toer dilarang beredar. Karya-karyanya seperti Bumi Manusia dianggap mengandung idelogi perlawanan yang akan memengaruhi orang-orang untuk melawan.

Padahal, Bumi Manusia adalah buku yang sangat bagus, bukan hanya tentang perlawanan kepada para penjajah, tapi perlawanan terhadap ketidakadilan, terhadap kebodohan, dan hal yang paling penting adalah tentang kemanusiaan. Di dalam buku Bumi Manusia menanamkan bagaimana seharusnya kita memanusiakan orang lain sebagai manusia, juga memanusiakan diri kita sendiri.

4. Penerima Penghargaan Utama “The Fukuoka Asian Culture Prize” Ke-11

Pramoedya Ananta Toer pada 12 September 2000 berangkat ke Jepang untuk menerima penghargaan utama “The Fukuoka Asian Culture Prize” ke-11. Penghargaan ini diberikan kota Fukuoka dan Yokatopia Foundation kepada orang yang dianggap memberikan sumbangan besar terhadap ilmu pengetahun, seni, dan budaya Asia. Pramoedya sendiri mendapat penghargaan ini karena dianggap banyak menciptakan karya-karya yang bertema kemanusiaan.

5. Pernah Dianugerahkan Penghargaan Ramon Magsaysay

Pada 19 Juli 1995, Pramoedya Ananta Toer pernah mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dalam bidang jurnalisme sastra dan seni komunikasi kreatif di Filipina. Tapi, hal tersebut ditolak oleh pengarang-pengarang Indonesia.

Mereka (26 tokoh pengarang Indonesia, red) mengirim surat protes kepada Yayasan Ramon Magsaysay agar membatalkan keputusan tersebut. Hal itu dikarenakan mereka merasa Pram sudah melakukan kesalahan di masa lalu, dan tidak pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

6. Nominasi Nobel Sastra

Sampai sekarang hanya Pramoedya Ananta Toer sastrawan asal Indonesia yang pernah menjadi nominasi Nobel Sastra. Karya-karyanya memang go international. Dia sudah berkali-kali menjadi nominator nobel sastra, tapi sekalipun belum mendapatkan penghargaan itu.

Banyak orang yang berspekulasi kenapa Pram belum mendapatkan penghargaan itu padahal karyanya sangat luar biasa. Dari menduga kualitas penerjemahan yang berpotensi menurunkan bahasa sastra tersebut, hingga permainan politik yang dilakukan orang yang berpengaruh di dalam negeri.

 

Penulis: Millenia Safitri

Editor: Dwi Lindawati

 

Tags: NovelispenulisPramoedya Ananta ToerSastrawanSastrawan terbaik Indonesia

Related Posts

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo
News

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo

Senin, 27 Jul 2026
Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen
News

Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen

Senin, 27 Jul 2026
8 Peraih IKA-PMII Awards 2026. Foto/dok IKA PMII Kota Malang
News

Inspiratif, 8 Peraih IKA-PMII Awards 2026, Mulai Tokoh Senior, Sekjen PKB hingga Dosen

Senin, 27 Jul 2026
Graha Arshaka Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aktivitas IKA-PMII Kota Malang
News

Graha Arshaka Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aktivitas IKA-PMII Kota Malang

Senin, 27 Jul 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
BSTC Berhasil Lepaskan Lebih dari 28 Ribu Tukik ke Habitat Alami
News

BSTC Berhasil Lepaskan Lebih dari 28 Ribu Tukik ke Habitat Alami

Minggu, 26 Jul 2026
Next Post
DLH sasar Relokasi Pasar Besar Batu

DLH Kota Batu Sasar Tempat Relokasi Pasar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.