Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

6 Fakta Pramoedya Ananta Toer, Penulis Tetralogi Pulau Buru

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2021 1:32 pm
in News, Sastra & Budaya
Pramoedya Ananta Toer saat mengetik karyanya. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Pramoedya Ananta Toer saat mengetik karyanya. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Siapa yang tak mengenal Pramoedya Ananta Toer. Dia telah melahirkan banyak karya yang berkualitas, termasuk tetralogi Pulau Buru. Bagaimana kisah Pramoedya Ananta Toer hingga melahirkan banyak karya? Tugu Malang pun akan menyajikan faktanya!

Nama Pramoedya Ananta Toer pun kembali dikenal banyak orang—terutama kalangan muda ketika bukunya yang berjudul Bumi Manusia difilmkan pada 2019. Pada saat itu, Iqbal Ramadhan berperan sebagai Minke dan Mawareva berperan sebagai Annelies. Dua anak muda yang terkenal itu memainkan perannya dengan baik. Bahkan, mereka membuat anak muda lainnya membuka mata tentang karya luar biasa yang diadaptasi dari buku sang maestro, yaitu Pramoedya Ananta Toer.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Melihat novel luar biasa yang dibuat oleh Pramoedya Ananta Toer, di antara kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana sosok maestro ini. Tugu Malang pun bakal menyajikan 6 fakta sosok Pramoedya Ananta Toer:

1. Penulis Terbaik di Indonesia

Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu penulis yang bagus di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan dia ialah penulis terbaik di Indonesia. Buku-bukunya sendiri telah diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk Bumi Manusia yang sudah diterjemahkan di 43 negara.

Tulisan Pramoedya Ananta Toer banyak disukai orang-orang luar. Dia adalah maestro dengan kualitas karya yang luar biasa. Karya-karyanya sarat dengan realitas sosial, kemanusiaan, dan menyentuh perasaan orang-orang di dunia.

2. Pernah Menjadi Tahanan Politik

Pada 13 Oktober 1965, Pramoedya Ananta Toer menjadi tahanan politik dan diasingkan ke Pulau Buru, Kepulauan Maluku. Dia ditahan karena menjadi bagian dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang merupakan organisasi sayap kiri dari PKI. Tanpa pernah diadili, Pram menjadi tahanan politik selama 14 tahun.

Beberapa orang menyayangkan ini karena Pram bukanlah kiri dalam artian yang sebenarnya. Dia bukanlah PKI. Dia adalah penulis dari organisasi yang berafiliasi ke PKI, dan memang pada saat itu Lekra-lah yang ingin menampung Pram. Teruntuk organisasi kiri Pram adalah aset, pemikiran Pram sangat luar biasa, tapi Pram tetaplah orang yang peduli dengan kemanusiaan dan ingin menjadi sebenar-benarnya manusia.

3. Karyanya Dilarang Beredar

Pada saat Orde Baru, karya-karya Pramoedya Ananta Toer dilarang beredar. Karya-karyanya seperti Bumi Manusia dianggap mengandung idelogi perlawanan yang akan memengaruhi orang-orang untuk melawan.

Padahal, Bumi Manusia adalah buku yang sangat bagus, bukan hanya tentang perlawanan kepada para penjajah, tapi perlawanan terhadap ketidakadilan, terhadap kebodohan, dan hal yang paling penting adalah tentang kemanusiaan. Di dalam buku Bumi Manusia menanamkan bagaimana seharusnya kita memanusiakan orang lain sebagai manusia, juga memanusiakan diri kita sendiri.

4. Penerima Penghargaan Utama “The Fukuoka Asian Culture Prize” Ke-11

Pramoedya Ananta Toer pada 12 September 2000 berangkat ke Jepang untuk menerima penghargaan utama “The Fukuoka Asian Culture Prize” ke-11. Penghargaan ini diberikan kota Fukuoka dan Yokatopia Foundation kepada orang yang dianggap memberikan sumbangan besar terhadap ilmu pengetahun, seni, dan budaya Asia. Pramoedya sendiri mendapat penghargaan ini karena dianggap banyak menciptakan karya-karya yang bertema kemanusiaan.

5. Pernah Dianugerahkan Penghargaan Ramon Magsaysay

Pada 19 Juli 1995, Pramoedya Ananta Toer pernah mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dalam bidang jurnalisme sastra dan seni komunikasi kreatif di Filipina. Tapi, hal tersebut ditolak oleh pengarang-pengarang Indonesia.

Mereka (26 tokoh pengarang Indonesia, red) mengirim surat protes kepada Yayasan Ramon Magsaysay agar membatalkan keputusan tersebut. Hal itu dikarenakan mereka merasa Pram sudah melakukan kesalahan di masa lalu, dan tidak pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

6. Nominasi Nobel Sastra

Sampai sekarang hanya Pramoedya Ananta Toer sastrawan asal Indonesia yang pernah menjadi nominasi Nobel Sastra. Karya-karyanya memang go international. Dia sudah berkali-kali menjadi nominator nobel sastra, tapi sekalipun belum mendapatkan penghargaan itu.

Banyak orang yang berspekulasi kenapa Pram belum mendapatkan penghargaan itu padahal karyanya sangat luar biasa. Dari menduga kualitas penerjemahan yang berpotensi menurunkan bahasa sastra tersebut, hingga permainan politik yang dilakukan orang yang berpengaruh di dalam negeri.

 

Penulis: Millenia Safitri

Editor: Dwi Lindawati

 

Tags: NovelispenulisPramoedya Ananta ToerSastrawanSastrawan terbaik Indonesia

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
DLH sasar Relokasi Pasar Besar Batu

DLH Kota Batu Sasar Tempat Relokasi Pasar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.