Selasa, Agustus 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Redaksi by Redaksi
Juli 3, 2026 11:55 am
in Budaya
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Ilustrasi mahasiswa yang sedang thrifting. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena thrifting atau membeli pakaian bekas dalam beberapa tahun terakhir semakin populer di kalangan generasi muda. Aktivitas yang awalnya identik dengan pencarian barang bekas kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan mahasiswa dan Generasi Z.

Berbagai toko thrift, baik secara daring maupun luring, menawarkan beragam pilihan pakaian dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan produk baru.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

1. Faktor Ekonomi dalam Fenomena Thrifting

Harga menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan keputusan konsumen dalam membeli suatu produk. Menurut teori perilaku konsumen, konsumen akan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan pembelian.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Larang Thrifting Ilegal, Ini Kata Dosen FEB UMM Malang

Pada praktiknya, pakaian bekas umumnya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pakaian baru dengan kategori yang sama. Perbedaan harga tersebut membuat produk thrift menjadi salah satu alternatif yang tersedia bagi konsumen yang ingin memperoleh pakaian dengan biaya yang lebih rendah.

Di lingkungan mahasiswa, kebutuhan pengeluaran tidak hanya mencakup kebutuhan pribadi, tetapi juga biaya pendidikan, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan penunjang perkuliahan lainnya. Dalam kondisi tersebut, pilihan konsumsi dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.

Di sisi lain, perkembangan media sosial turut memperluas akses terhadap pasar pakaian bekas. Berbagai akun penjual dan platform digital memungkinkan generasi muda memperoleh beragam pilihan produk tanpa harus datang langsung ke toko fisik. Kemudahan akses tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan pasar thrifting di kalangan anak muda.

2. Thrifting sebagai Bagian dari Konsumsi Fesyen

Selain faktor harga, perkembangan tren fesyen juga berpengaruh terhadap pola konsumsi generasi muda. ThredUp Resale Report 2025 mencatat bahwa pasar pakaian bekas (second-hand fashion) terus bertumbuh, dengan generasi muda menjadi salah satu kelompok konsumen yang mendorong peningkatan pasar tersebut.

Baca Juga: Trik Thrifting Pintar: Cara Membedakan Barang Branded Asli vs KW

Banyak produk thrift yang berasal dari koleksi lama, produk bermerek, atau model yang tidak lagi diproduksi. Kondisi tersebut membuat pasar pakaian bekas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pasar pakaian baru.

Kecenderungan ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin menghargai keunikan produk serta ekspresi identitas pribadi melalui gaya berpakaian. Tidak sedikit generasi muda yang memanfaatkan pakaian hasil thrifting untuk menciptakan gaya fesyen yang lebih beragam dengan anggaran yang relatif terbatas.

Media sosial juga berperan dalam memperluas eksposur tren thrifting melalui konten video, foto, maupun promosi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya informasi mengenai produk thrift yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

3. Kaitan Thrifting dengan Isu Keberlanjutan

Selain alasan ekonomi, thrifting juga sering dikaitkan dengan konsep konsumsi berkelanjutan atau sustainable consumption. Menurut laporan dari United Nations Environment Programme (UNEP), industri fesyen merupakan salah satu sektor yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar serta menghasilkan limbah tekstil yang signifikan.

Organisasi tersebut mendorong praktik penggunaan kembali produk fesyen yang masih layak pakai sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah tekstil dan memperpanjang usia penggunaan produk.

UNEP menyebut bahwa penggunaan kembali pakaian yang masih layak pakai dapat membantu mengurangi kebutuhan produksi barang baru sehingga memperpanjang siklus hidup produk yang sudah ada. Oleh karena itu, pembelian pakaian bekas menjadi salah satu praktik yang sering dikaitkan dengan konsep konsumsi berkelanjutan.

Di Indonesia, isu thrifting juga berkaitan dengan regulasi perdagangan. Pemerintah melarang impor pakaian bekas melalui berbagai ketentuan perdagangan yang berlaku. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung perlindungan industri tekstil dalam negeri dan pengawasan barang impor.

Fenomena thrifting di kalangan mahasiswa dan generasi muda menunjukkan berkembangnya pasar pakaian bekas di Indonesia. Harga yang relatif lebih rendah dibandingkan sebagian produk baru, kemudahan akses melalui platform digital, perkembangan tren fesyen, serta pembahasan mengenai keberlanjutan lingkungan menjadi beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan meningkatnya minat terhadap produk thrift.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: edukasi ekonomifashiongaya hidupgenerasi zmahasiswaThrifting

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Rendra Masdrajad Safaat Desak Program Angkutan Pelajar Segera Direalisasikan, Jadi Solusi Penolakan Trans Jatim

Rendra Masdrajad Safaat Desak Program Angkutan Pelajar Segera Direalisasikan, Jadi Solusi Penolakan Trans Jatim

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.