Kamis, September 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Izin SDA Terpusat di Pusat, Pemda Kota Batu Hadapi Konflik yang Tak Pernah Direncanakan

M Ulul Azmy by M Ulul Azmy
Juni 22, 2026 5:40 pm
in News
Izin sda

Akademisi UB Malang, Prof Sukir Maryanto bicara soal polemik sentralisasi izin SDA yang kerap melahirkan konflik sosial. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Kebijakan sentralisasi perizinan tata kelola dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) di pemerintah pusat masih menuai polemik hingga memunculkan berbagai konflik sosial di daerah. Dalam kondisi ini, pemerintah daerah dinilai berada pada posisi sulit karena tidak memiliki kewenangan penuh, namun harus menghadapi dampak ketika terjadi persoalan di lapangan.

Dalam pemanfaatan SDA, kewenangan pemerintah daerah memang sangat terbatas. Otoritas perizinan berada di tingkat pemerintah pusat melalui kementerian hingga Badan Geologi. Pemerintah daerah hanya mengetahui sebagian proses, bahkan dalam sejumlah kasus proyek sudah berjalan ketika daerah belum mengetahui detail tahapan perizinannya.

READ ALSO

Jukir Dinoyo Malang Ditindak Tipiring Usai Perselisihan Parkir Viral

Kredit Perbankan OJK Malang Tumbuh 3,62 Persen Jadi Rp112,32 Triliun

Ketika proyek pemanfaatan SDA berjalan dan kemudian muncul gesekan sosial, pemerintah daerah tetap harus turun tangan menghadapi penolakan masyarakat. Padahal, dalam proses awalnya, Pemda tidak selalu dilibatkan. Kondisi ini dinilai membuat aspek perspektif lokal kurang mendapatkan ruang dalam setiap rencana pemanfaatan SDA.

Baca juga: Perumda Tirta Kanjuruhan Tegaskan Izin SPAM Sumber Wadon Sudah Lengkap

Kebijakan sentralisasi perizinan tersebut membuat pemerintah daerah berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pemanfaatan SDA di wilayahnya sendiri. Namun di sisi lain, mereka harus berada di garis depan ketika konflik sosial terjadi.

Di Kota Batu, Jawa Timur, persoalan akibat perubahan regulasi ini telah beberapa kali muncul. Konflik terbaru di antaranya terkait proyek pemanfaatan Air Bawah Tanah (ABT) di klaster Green House Desa Sumberbrantas serta konflik air di Ponpes Al-Hikmah. Selain itu, rencana proyek nasional Geothermal di kawasan Songgoriti juga menjadi perhatian.

Konflik Sosial Terus Bermunculan

Polemik akibat sentralisasi kewenangan pengelolaan SDA ini juga mendapat sorotan akademisi. Guru Besar bidang Vulkanologi dan Geothermal Universitas Brawijaya, Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., menyebut dampak dari perubahan regulasi telah dirasakan sejak aturan baru diberlakukan.

Menurut Prof Sukir, regulasi sentralisasi penerbitan izin tata kelola SDA mulai berjalan sejak 2014. Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang memangkas sebagian besar kewenangan daerah dalam urusan pertambangan, kehutanan, dan energi, termasuk pengelolaan air bawah tanah, kemudian menarik kewenangan tersebut ke tingkat provinsi dan pusat.

“Kalau kita menengok di tahun 2008, regulasi seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah masih memberikan kewenangan jelas kepada Pemda Tingkat II. Otoritas lokal waktu itu masih punya kendali untuk menyaring mana pemanfaatan yang aman bagi lingkungan, mana yang berpotensi merusak,” jelas Prof. Sukir, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Gerakan Tanam 1.000 Pohon di Kota Batu Dukung Pelestarian Sumber Mata Air

Menurutnya, perubahan regulasi tersebut juga belum diikuti dengan akuntabilitas publik berupa sosialisasi yang memadai di tingkat lokal. Akibatnya, masyarakat sering kali tidak mengetahui adanya izin yang telah diterbitkan oleh pemerintah provinsi maupun pusat.

Bagi warga desa atau petani yang terdampak, institusi pemerintah yang paling dekat untuk menyampaikan aspirasi atau protes adalah pemerintah daerah, seperti Pemkot, Pemkab, kepala daerah, maupun DPRD setempat.

“Konflik-konflik seperti ini sudah lama terjadi. Pemda hanya memiliki wewenang menetapkan RTRW dan mengurus dokumen lingkungan seperti UKL-UPL, tetapi malah dibebani tugas penanganan konflik sosial. Jadi seakan-akan daerah memikul tanggung jawab penuh, tetapi tanpa dibekali otoritas sama sekali,” bebernya.

Tidak Tahu Apa-apa, Tapi Jadi Samsak

Ketimpangan kewenangan tersebut membuat aparatur daerah berada dalam posisi sulit. Mereka menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan warga ketika terjadi persoalan seperti penyusutan sumber air atau dampak lingkungan akibat proyek, meski daerah tidak mengetahui detail teknis maupun proses perizinan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Itu masih polemik air, belum lagi nanti ada proyek geothermal. Itu kan bisa dilihat juga sampai hari ini mungkin Pemda, juga warganya tidak tahu apa-apa, tahu-tahu proyeknya sudah masuk tahap lelang,” imbuh Prof Sukir yang juga pakar Vulkanologi dan Geothermal tersebut.

Karena itu, Prof Sukir mendorong seluruh stakeholder menghidupkan konsep Pentahelix secara nyata dalam setiap rencana pemanfaatan SDA. Akademisi, pemerintah, pelaku usaha, LSM/NGO, media massa, dan masyarakat lokal dinilai perlu duduk bersama sebelum proyek dijalankan.

Apakah Regulasi Ini Harus Dibiarkan Berlarut?

Lebih lanjut, Prof Sukir menilai jika pola regulasi tersebut terus berjalan tanpa evaluasi dan kebijakan yang tepat, potensi munculnya gelombang protes dari daerah-daerah kaya SDA dapat semakin besar.

Ia menegaskan, pengelolaan kekayaan alam pada prinsipnya harus diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, terutama masyarakat lokal yang berada di sekitar wilayah pemanfaatan SDA.

“Saran-saran akademisi juga sering kali tidak diindahkan. Saya kira, pemerintah pusat sedikit banyak harus mengevaluasi ulang aturan ini. Perspektif lokal, sosial, politik, mitigasi bencana, peremajaan alam termasuk benefit ekonomi daerah juga harus diutamakan,” sarannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: jatmiko

Tags: air bawah tanahdesa sumberbrantasHeadlineKonflik air Kota Batupemkot batuProf Sukir Maryantoproyek geothermalsentralisasi izin SDAtata kelola SDA

Related Posts

Jukir Dinoyo Malang Ditindak Tipiring Usai Perselisihan Parkir Viral
News

Jukir Dinoyo Malang Ditindak Tipiring Usai Perselisihan Parkir Viral

Rabu, 23 Sep 2026
Kredit Perbankan OJK Malang Tumbuh 3,62 Persen Jadi Rp112,32 Triliun
News

Kredit Perbankan OJK Malang Tumbuh 3,62 Persen Jadi Rp112,32 Triliun

Rabu, 23 Sep 2026
Mikutopia Kota Batu Gelar Donor Darah Rutin Tiap 3 Bulan
News

Mikutopia Kota Batu Gelar Donor Darah Rutin Tiap 3 Bulan

Rabu, 23 Sep 2026
Razia Lapas Malang, Petugas Temukan Ponsel hingga Potongan Besi
News

Razia Lapas Malang, Petugas Temukan Ponsel hingga Potongan Besi

Rabu, 23 Sep 2026
Pengeboran ABT PT ESA di Sumberbrantas, DPRD Kota Batu Minta Uji Forensik
News

Pengeboran ABT PT ESA di Sumberbrantas, DPRD Kota Batu Minta Uji Forensik

Rabu, 23 Sep 2026
Jalan di Sekitar Taman Slamet Kota Malang Rusak, DPRD Dorong Perbaikan 2027
News

Jalan di Sekitar Taman Slamet Kota Malang Rusak, DPRD Dorong Perbaikan 2027

Selasa, 22 Sep 2026
Next Post
Specta Flora Festival

Specta Flora Festival 2026 Siap Digelar di Batu Love Garden, Kolaborasi Angkat Potensi Flora Lokal

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.