Tugumalang.id – Menentukan harga jual merupakan salah satu tahapan dalam menjalankan usaha, termasuk pada bisnis produk handmade. Berbeda dengan produk yang diproduksi secara massal, barang handmade umumnya dibuat secara manual sehingga proses pembuatannya melibatkan penggunaan bahan, waktu, dan keterampilan tertentu.
Oleh karena itu, penetapan harga perlu didasarkan pada perhitungan biaya produksi dan faktor lain yang berkaitan dengan proses pembuatan produk.
Dalam ilmu pemasaran, harga merupakan sejumlah nilai yang dibayarkan konsumen untuk memperoleh suatu produk atau jasa.
Baca Juga: 5 Pola Crochet Dasar untuk Pemula yang Mudah Dipelajari
Penetapan harga juga menjadi bagian dari strategi pemasaran yang mempertimbangkan biaya, permintaan pasar, dan tujuan usaha. Bagi pelaku usaha pemula, memahami komponen pembentuk harga dapat menjadi dasar dalam menentukan harga jual secara terukur.
1. Hitung Seluruh Biaya Bahan Baku
Langkah pertama dalam menentukan harga jual adalah menghitung seluruh biaya bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan satu produk.
Perhitungan tersebut mencakup bahan utama maupun bahan pendukung, seperti benang, lem, pita, cat, label, dan kemasan apabila digunakan dalam proses produksi. Pencatatan biaya secara rinci memberikan gambaran mengenai total pengeluaran yang diperlukan untuk membuat satu unit produk.
2. Masukkan Biaya Tenaga Kerja
Produk handmade umumnya melalui proses pengerjaan secara manual. Oleh karena itu, waktu dan tenaga yang digunakan selama proses produksi dapat diperhitungkan sebagai bagian dari biaya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Putri Ruswandani Kembangkan Candyco, Berdayakan 18 Perajin Lewat Bisnis Crochet
Perhitungan biaya tenaga kerja dapat dilakukan dengan menetapkan nilai upah berdasarkan durasi pengerjaan setiap produk. Komponen ini menjadi bagian dari total biaya produksi sebelum harga jual ditetapkan.
3. Perhitungan Biaya Operasional
Selain bahan baku dan tenaga kerja, terdapat biaya operasional yang muncul selama kegiatan usaha berlangsung.
Biaya tersebut dapat berupa penggunaan listrik, internet, penyusutan peralatan, biaya pengemasan, biaya pemasaran, maupun pengeluaran lain yang berkaitan dengan operasional bisnis.
Memasukkan biaya operasional ke dalam perhitungan harga jual menghasilkan estimasi biaya produksi yang lebih lengkap.
4. Tambahkan Margin Keuntungan
Setelah seluruh biaya produksi dihitung, langkah berikutnya adalah menambahkan margin keuntungan. Margin merupakan selisih antara total biaya produksi dengan harga jual yang ditetapkan.
Besaran margin dapat disesuaikan dengan target usaha dan karakteristik produk yang dipasarkan. Dalam praktik bisnis, margin keuntungan menjadi salah satu komponen yang digunakan untuk memperoleh laba dari penjualan produk.
5. Lakukan Perbandingan dengan Harga Pasar
Perbandingan dengan produk sejenis di pasaran dapat dilakukan sebelum menetapkan harga akhir. Aspek yang dapat dibandingkan meliputi kualitas bahan, ukuran, desain, tingkat kerumitan pembuatan, serta fitur yang ditawarkan.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk melihat posisi harga produk dibandingkan dengan produk lain yang memiliki karakteristik serupa.
6. Evaluasi Harga Secara Berkala
Harga bahan baku dan biaya operasional dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi total biaya produksi sehingga evaluasi harga jual perlu dilakukan secara berkala.
Penyesuaian harga juga dapat dilakukan apabila terdapat perubahan pada spesifikasi produk, penggunaan material baru, atau perubahan biaya yang berkaitan dengan proses produksi.
Penentuan harga jual produk handmade dilakukan dengan memperhitungkan berbagai komponen, mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional, hingga margin keuntungan.
Selain itu, perbandingan dengan harga pasar dan evaluasi biaya produksi secara berkala dapat menjadi bagian dari proses penetapan harga. Dengan perhitungan yang terstruktur, pelaku usaha memiliki dasar yang jelas dalam menentukan harga jual setiap produk yang dipasarkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/Magang
Editor: Herlianto. A

















