Tugumalang.id – Suasana haru menyelimuti Aula Sarwakirti saat Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Teknologi dan Inovasi Pembelajaran Fisika pada Sabtu (6/6/2026).
Di tengah prosesi akademik yang berlangsung khidmat itu, perhatian tertuju pada pidato penuh makna yang disampaikan putranya, dr Adhya Aji Pratama, Sp.PD.
Bagi Adhya, sosok profesor yang berdiri gagah mengenakan toga kebesaran akademik itu bukan sekadar rektor ataupun ilmuwan. Di matanya, Prof Sudi adalah seorang ayah yang sejak kecil mengajarkan arti kerja keras, kesederhanaan, dan pentingnya pendidikan melalui tindakan nyata.
Baca Juga: Unikama Gaungkan Transformasi Pengelolaan Limbah Makanan Jadi Rantai Ketahanan Pangan
Ia mengenang masa kecil ketika belum memahami arti pengabdian seorang dosen. Saat itu, sang ayah sering bepergian ke berbagai kota menjalani aktivitas akademik yang dikenal dengan istilah dosen terbang. Namun di balik kesibukan tersebut, ada kebiasaan sederhana yang selalu diingatnya hingga kini.
“Dulu saat saya masih kecil, papa sering bawa donat ketika pulang dari kampus,” ujarnya sambil tersenyum, mengundang suasana hangat di tengah acara formal tersebut.

Ia menyebut ayahnya tidak pernah memaksa anak anaknya untuk mengikuti jejak yang sama. Sebaliknya, pesan yang selalu diberikan sederhana, yakni apa pun profesinya, lakukan dengan sungguh sungguh dan penuh tanggung jawab.
Baginya, perjalanan menuju gelar profesor ini bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Ada proses panjang yang tidak banyak terlihat orang lain, mulai dari kerja keras, pengorbanan waktu hingga konsistensi yang terus dijaga selama bertahun tahun.
“Hari ini kita melihat pengukuhan profesor. Tapi bagi kami, ini bukan sekadar gelar akademik. Ini perjalanan panjang yang penuh kesabaran, kerja keras dan doa,” ujarnya.
Baca Juga: Unikama Gaungkan Transformasi Pengelolaan Limbah Makanan Jadi Rantai Ketahanan Pangan
Bagi keluarga, nilai pendidikan yang diajarkan Prof Sudi juga jauh melampaui gelar dan jabatan. Pendidikan, kata Adhya, selalu dimaknai sebagai proses menjadi manusia yang lebih baik, dengan menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak dan ibadah.
Dalam pidatonya, ia juga menyampaikan pesan yang selama ini tertanam kuat dalam keluarga, yakni pentingnya konsistensi dalam menjalani proses. Menurutnya, keberhasilan besar sering kali lahir dari kebiasaan kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari secara terus menerus.
“Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah meremehkan hal kecil yang dilakukan setiap hari dan jangan pernah menyerah. Karena keberhasilan besar sering kali berbuah dari konsistensi,” katanya.
Di akhir pidato, Adhya menyampaikan rasa bangganya kepada sang ayah. Di balik capaian akademik tertinggi yang diraih hari ini, ada sosok yang tetap sederhana, rendah hati, mengutamakan keluarga dan terus berusaha memberi manfaat bagi banyak orang.
“Kami bangga, papa tetap menjadi sosok yang sederhana, rendah hati, dan selalu utamakan keluarga dan kebermanfaatan untuk orang lain,” tandasnya.
Tepuk tangan panjang pun mengiringi akhir pidato tersebut. Bukan hanya karena lahirnya seorang guru besar baru, tetapi juga karena para tamu undangan menyaksikan kisah sederhana tentang seorang ayah yang mengajarkan arti pendidikan bukan hanya lewat kata, tetapi lewat tindakan sepanjang hayat.
Di sisi lain, pengukuhan Prof Sudi menjadi tonggak sejarah baru bagi Unikama dalam memperkuat komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Fokus keilmuan yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan zaman, yakni integrasi teknologi modern ke dalam metodologi pembelajaran sains dalam mencetak generasi yang adaptif dan inovatif.
Acara monumental ini dihadiri langsung oleh jajaran sivitas akademika Unikama, perwakilan pengurus PGRI, serta jajaran tokoh penting dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan instansi kesehatan terkemuka di Indonesia.Kehadiran para pemimpin perguruan tinggi papan atas turut mewarnai prosesi ini untuk memberikan ucapan selamat secara langsung.
Mulai dari Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si. (Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya), Prof. Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M. (Rektor Universitas Narotama Surabaya), Dr. Mochamad Taufiq, M.Pd. (Rektor Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan), dan Dr. Imam Sujono, S.Pd., M.M. (Rektor Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung).
Selain itu, hadir pula jajaran pakar dan sejawat akademisi senior seperti Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si. (UPI), Prof. Dr. Hartono, M.Si. (Universitas PGRI Adi Buana Surabaya), Prof. Dr. Endang Purwaningsih (UM), dan Dr. Muhamad Nur Huda, M.Pd. (UNS). Dari sektor pelayanan publik dan kesehatan, tampak hadir Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk(K). selaku Direktur Utama RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kehadiran para rektor, praktisi, dan pakar lintas disiplin ini menegaskan kuatnya jejaring akademis Unikama, sekaligus menjadi bentuk pengakuan luas atas kontribusi ilmiah dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. selama mengabdi di dunia pendidikan.
Melalui momentum pengukuhan guru besar baru ini, Unikama diyakini dapat terus melahirkan inovasi inovasi akademik kreatif yang berdampak nyata, baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun pengabdian langsung kepada masyarakat luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























