Kota Batu, Tugumalang.id – Pemkot Batu tengah mengebut proyek penataan besar-besaran di kawasan Simpang Empat Patih, Jalan Trunojoyo, Kota Batu. Wajah utama pintu masuk Kota Batu dari arah barat itu dipastikan akan berubah dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah awal proyek ditandai dengan sterilisasi dan pembongkaran sejumlah bangunan serta warung yang berdiri di atas aset milik pemerintah daerah sejak Selasa (26/5/2026). Sejauh ini, proses pengosongan lahan berjalan relatif lancar tanpa gejolak maupun aksi penolakan dari warga terdampak.
Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, menjelaskan bahwa kondusifnya proses penertiban tidak lepas dari pendekatan persuasif dan sosialisasi intensif yang telah dilakukan selama hampir dua bulan terakhir.
“Pada prinsipnya pendekatan kami sifatnya persuasif kepada warga. Alhamdulillah mereka dengan senang hati dan ikhlas menyerahkan aset tanah pemerintah ini,” ujar Esty, Jumat (29/5/2026).
Sterilisasi Lahan Ditarget Rampung dalam Beberapa Pekan
DPUPR saat ini terus melakukan inventarisasi bangunan yang masih tersisa. Sejumlah penyewa, termasuk tempat praktik dokter gigi di sekitar lokasi, telah berkomitmen mengosongkan area paling lambat akhir Mei ini.
Targetnya, seluruh kawasan sudah steril dalam beberapa minggu ke depan agar pengerjaan fisik dapat dimulai sesuai jadwal pada akhir Juni mendatang.
Baca juga: Bundaran Patih Kota Batu Dirancang Ikonik dengan Patung Jenderal Sudirman Berputar
Proyek penataan Simpang Empat Patih menjadi salah satu agenda infrastruktur terbesar Pemkot Batu pada 2026. Dengan masa kontrak selama 150 hari kalender, proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Selain melakukan pelebaran jalan di kawasan Simpang Patih menuju Jalan Trunojoyo, proyek ini juga mencakup pembenahan total di Jalan Hasanudin. Jalur tersebut selama ini menjadi titik persoalan tahunan karena permukaan aspalnya kerap mengalami bleeding atau bergelombang akibat beban kendaraan bertonase besar.
Jalan Hasanudin Akan Menggunakan Konstruksi Rigid Beton
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Batu mengambil langkah dengan membongkar total struktur jalan lama dan menggantinya menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton semen.
“Jadi nanti jalannya dicor rigid beton. Ketebalannya hampir seperti jalan tol supaya lebih kuat dan tidak mudah bergelombang,” jelas Esty.
Metode tersebut juga diproyeksikan mampu menekan biaya pemeliharaan rutin yang selama ini membengkak akibat kerusakan jalan yang berulang. Konsekuensi penggunaan konstruksi rigid beton adalah penutupan jalur secara total selama proses pengecoran berlangsung.
Baca juga: Akselerasi Pemkot Batu Geber Proyek Infrastruktur Strategis 2026
Mengingat kawasan ini merupakan urat nadi keluar-masuk Kota Batu, DPUPR mulai mematangkan skema rekayasa lalu lintas bersama Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan.
Sebagai penanda awal, banner pemberitahuan telah dipasang di sejumlah titik strategis agar pengguna jalan dapat mengantisipasi aktivitas proyek. Pemkot Batu berjanji akan mengumumkan skema pengalihan arus dan jalur alternatif secara luas sebelum pengerjaan fisik dimulai.
“Begitu pengerjaan rigid beton dimulai, pasti akan kami informasikan skema pengalihan arusnya melalui seluruh media agar masyarakat bisa mengantisipasi jalur alternatif,” pungkas Esty.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























