Malang, Tugumalang.id – Yogurt menjadi salah satu produk olahan susu yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain memiliki rasa segar dengan sentuhan asam khas, yogurt juga dikenal kaya manfaat untuk kesehatan pencernaan karena mengandung bakteri baik atau probiotik.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pola hidup sehat, berbagai jenis yogurt pun semakin mudah ditemukan di pasaran. Setiap jenis yogurt memiliki tekstur, rasa, hingga kandungan nutrisi yang berbeda karena dipengaruhi oleh proses pembuatannya.
Perbedaan tersebut membuat yogurt tidak hanya cocok dikonsumsi langsung, tetapi juga dapat dijadikan campuran makanan, minuman, hingga menu diet sehat sehari-hari.
Baca juga: Jenis-jenis Protein Hewani dan 5 Manfaatnya, Sumber Gizi untuk Kesehatan Tubuh
Jenis Yogurt
Plain Yogurt
Plain yogurt dibuat melalui proses fermentasi susu menggunakan bakteri baik tanpa tambahan gula maupun perasa. Teksturnya cenderung lembut dan sedikit lebih cair dibandingkan beberapa jenis yogurt lainnya.
Rasa asam alami menjadi ciri khas plain yogurt karena tidak mengandung pemanis tambahan. Jenis yogurt ini dikenal dapat membantu melancarkan pencernaan, mendukung program diet, serta membantu menjaga kesehatan tulang.
Selain dikonsumsi langsung, plain yogurt juga sering digunakan sebagai campuran smoothie, salad dressing, maupun bahan olahan makanan sehat lainnya. Banyak orang memilih plain yogurt karena dianggap lebih alami dan rendah gula.
Set Yogurt
Set yogurt merupakan jenis yogurt yang difermentasikan langsung di dalam kemasan. Setelah susu dan bakteri dimasukkan, proses fermentasi berlangsung tanpa pengadukan ulang.
Metode tersebut membuat tekstur set yogurt menjadi lebih padat dan utuh, menyerupai puding. Rasa yang dihasilkan tetap memiliki karakter asam khas yogurt pada umumnya.
Jenis yogurt ini banyak ditemukan dalam kemasan cup di supermarket dan cocok bagi pecinta yogurt dengan tekstur yang lebih padat.
Stirred Yogurt
Stirred yogurt memiliki proses fermentasi yang hampir sama dengan set yogurt. Namun, perbedaannya terletak pada proses pengadukan sebelum yogurt dikemas.
Proses tersebut menghasilkan tekstur yang lebih lembut, creamy, dan tidak sepadat set yogurt. Karena teksturnya lebih cair, stirred yogurt sering dijadikan yogurt minum maupun dessert ringan.
Jenis yogurt ini juga lebih fleksibel digunakan dalam berbagai olahan makanan dan minuman.
Greek Yogurt
Greek yogurt merupakan yogurt yang melalui proses penyaringan tambahan untuk menghilangkan cairan whey. Proses ini membuat teksturnya menjadi jauh lebih kental dan creamy dibandingkan yogurt biasa.
Selain itu, Greek yogurt dikenal memiliki kandungan protein yang lebih tinggi sehingga banyak dikonsumsi sebagai menu diet maupun pendukung kebutuhan nutrisi saat berolahraga.
Rasanya cenderung lebih pekat karena kandungan airnya lebih sedikit. Greek yogurt dapat dinikmati langsung atau dipadukan dengan buah, granola, maupun madu.
Skyr (Yogurt Islandia)
Skyr adalah yogurt khas Islandia yang memiliki proses pembuatan mirip dengan Greek yogurt. Namun, proses penyaringannya biasanya dilakukan lebih lama sehingga menghasilkan tekstur yang lebih padat dan kental.
Yogurt ini memiliki kandungan lemak yang rendah, tetapi tetap tinggi protein. Rasanya cenderung lebih ringan dengan tekstur creamy yang khas.
Di beberapa negara, skyr sering dikonsumsi sebagai menu sarapan maupun camilan sehat karena kandungan nutrisinya yang cukup baik.
Beragam jenis yogurt hadir dengan karakteristik tekstur, rasa, dan kandungan nutrisi yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat lebih mudah memilih yogurt sesuai kebutuhan dan selera.
Tidak hanya dikenal sebagai makanan sehat, yogurt juga dapat dikonsumsi dalam berbagai cara sehingga semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia/Magang
redaktur: jatmiko
























