Malang, Tugumalang.id – Nama Mie Cendana mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pemburu kuliner. Usai sukses mengepakkan sayap hingga ke Yogyakarta, jenama kuliner viral dari Malang, Jawa Timur ini kian membuktikan dirinya tak melupakan akarnya dalam hal kolaborasi mengenalkan potensi UMKM lokal untuk maju bersama.
Terbaru di 2026, Mie Cendana viral memperkenalkan konsep kolaborasi unik dengan merangkul pelaku UMKM lokal, khususnya kaum perempuan. Alih-alih menutup diri sebagai pemain tunggal, Mie Cendana kini menjadi “jembatan” bagi produk UMKM rintisan lain untuk nampang di daftar menu mereka.
Mie Cendana Siap Kolaborasi dengan UMKM Lokal
Rencananya, selain menyajikan main menu Mie Cendana, mereka juga menyajikan etalase berbagai menu side dish lain yang juga juga tak kalah enak dan menarik. Seperti donat, dimsum dan minuman pengusaha UMKM lokal lain di Malang.
Baca juga: Kisah Kuliner Mie Cendana Viral di Malang, Hidupkan Lagi Geliat Ekonomi di Pasar Tradisional
Menurut Owner Mie Cendana Dr. Atika C. Larasati, S.IP., M.Si., langkah tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang didominasi perempuan yang seringkali menghadapi tantangan klise.
“Banyak dari mereka, terutama ibu rumah tangga itu punya produk bagus tapi kesulitan akses pasar dan modal. Belum lagi keterbatasan waktu karena harus mengurus rumah tangga. Nah, kami berusaha hadir mengisi celah itu, kita berikan jalan kecil-kecilan, siapa tahu jadi peluang besar ke depannya,” jelas Atika, Jumat (1/5/2026).
UMKM Saling Menguatkan
Baginya, solidaritas antar-perempuan dalam bisnis bukan sekadar wacana. Mie Cendana ingin menjadi bukti bahwa sesama pelaku usaha perempuan bisa saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Meski demikian, kualitas tetap menjadi harga mati. Setiap produk yang masuk tetap melalui proses kurasi ketat, mulai dari rasa hingga tampilan yang estetik.
“Niat dalam usaha itu yang utama. Kami pilih yang paling niat dan mengedepankan kualitas. Walau judulnya UMKM, tampilan harus tetap oke. Sejauh ini, kita sudah punya 4 calon kolaborator,” tegasnya.
Diketahui, langkah ini merupakan tindak lanjut dari semangat ekosistem kreatif yang sedang dibangun Mie Cendana di Malang melalui inisiatif seperti diskusi santai bertajuk ‘Kecil-kecilan Dulu Ya’. Forum yang digelar bulanan ini menjadi ruang curhat dan pendampingan berkelanjutan pelaku UMKM.
”Kami masih berpegang pada semangat awal kami bahwa kunci agar UMKM sukses terletak pada kolaborasi, tidak hanya bantuan modal,” kata dia.
Masuknya produk-produk UMKM lokal ke dalam ekosistem Mie Cendana, diharapkan menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain. Dengan kolaborasi lebih luas, ekosistem bisnis kuliner bisa lebih kompetitif namun tetap solid dan roda perekonomian daerah juga terus bergeliat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















