Jumat, Juni 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Redaksi by Redaksi
April 30, 2026 5:41 pm
in Insight
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – UMKM batik kerapkali dihadapkan dengan tantangan pengolaham limbah. Sisa lilin yang digunakan untuk membatik bisa mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik.

Batik Seng yang berada di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang telah menyadari risiko tersebut dan menerapkan pengolahan limbah agar bisnis mereka tetap ramah lingkungan. Mereka telah mendaur ulang limbah padat sejak lama dan akan menerapkan pengolahan limbah cair dalam waktu dekat.

READ ALSO

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Proses daur ulang limbah padat

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik mengatakan, limbah padat batik yang dihasilkan dari proses produksi dikumpulkan terlebih dahulu hingga mencapai jumlah tertentu. Setelah itu, limbah tersebut diolah melalui proses pemanasan ulang dengan cara dimasukkan ke dalam air panas.

Baca Juga: Batik Kamulyan Bulukerto Angkat Elang Jawa sebagai Ikon Wastra Konservasi Kota Batu

Tahapan ini menghasilkan bahan yang dikenal sebagai malam lerop, yaitu malam hasil daur ulang. Malam lerop ini diolah dengan mencampurkan beberapa bahan tambahan seperti gondorukem, damar, sedikit minyak, dan parafin.

Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Malam lerop itu hasil malam (lilin) daur ulang yang nantinya akan ditambahkan beberapa bahan,” ujar Evi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Komposisi bahan tersebut disesuaikan melalui resep tertentu, tergantung pada kebutuhan produksi. Batik tulis dan batik cap memiliki karakteristik berbeda, sehingga formulasi malamnya pun tidak sama.

Kualitas tetap terjaga

Salah satu kekhawatiran dalam daur ulang adalah penurunan kualitas. Namun, Evi memastikan kualitas malam hasil daur ulang tetap dapat dijaga. Kunci utamanya terletak pada komposisi resep yang digunakan.”Kualitas itu bisa diatur, tergantung resepnya,” kata Evi.

Baca Juga: Advokasi Belajar Membatik Bareng Penyandang Disabilitas: Langkah Kecil Celina dan Komunitas BBF

Ia menambahkan, perbedaan wilayah juga memengaruhi formulasi karena faktor suhu lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, setiap proses daur ulang selalu melalui tahap uji coba untuk memastikan kualitas tetap optimal.

Sebulan hasilkan 1 kuintal limbah padat

Dalam satu bulan, Batik Seng mampu memproduksi ratusan lembar kain batik. Dari proses tersebut, dihasilkan sekitar 100 kilogram limbah padat.

Limbah ini kemudian diolah dua kali dalam sebulan. Setelah melalui proses daur ulang dan penambahan bahan lain, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 150 hingga 200 kilogram malam siap pakai.

“Kami menunggu bahan-bahan terkumpul, baru kami lakukan daur ulang,” ucap Evi.

Tantangan limbah cair

Meskipun pengelolaan limbah padat telah berjalan baik, Batik Seng masih menghadapi tantangan limbah cair. Sisa air dari proses pewarnaan bisa mencemari lingkungan apabila tidak diolah terlebih dahulu.

Evi mengatakan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada saat ini sudah tidak memadai. Oleh karena itu, Batik Seng tengah membangun fasilitas IPAL baru di lokasi produksi yang akan dipindahkan ke Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupatem Malang.

“Dalam waktu dekat ini sudah mulai beroperasi,” kata Evi.

Melalui IPAL baru ini, Evi berharap produksi batik di Batik Seng bisa lebih ramah lingkungan. Ia juga berharap limbah cair yang dihasilkan dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: batik sengbatik sengguruhLimbahlimbah batik

Related Posts

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Next Post
Acara puncak haul KH Achmad Dachlan Sanan dihadiri ratusan jemaah. Foto/Irham Thoriq

Digelar Empat Hari, Haul ke-50 KH Achmad Dachlan Sanan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kesan

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.